Tangerang Selatan, MMI – Mahasiswa Program Studi Manajemen Program Sarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada pelajar mengenai dampak penggunaan media sosial, khususnya TikTok, terhadap kesehatan mental dan aktivitas belajar siswa di era digital yang semakin berkembang pesat.
Kegiatan PKM dilaksanakan secara langsung pada hari Selasa, 05 Mei 2026 di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, Tangerang Selatan.
Dengan mengangkat tema “Pengaruh TikTok terhadap Pelajar Indonesia: Dampak Negatif Konsumsi Video Pendek TikTok terhadap Kesehatan Mental Pelajar,” kegiatan ini dipandu oleh Achmad Fahrezi dan Tifani Aluna Citra selaku Master of Ceremony (MC) serta didampingi oleh dosen pembimbing Ibu Haidilia Maharani, S.Sos., M.M.
Tim pelaksana terdiri dari 12 mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang dengan Raesya Masyhura dan Nabila Syifa sebagai pemateri utama.
Tema tersebut dipilih karena tingginya penggunaan TikTok di kalangan remaja yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelajar Indonesia.
Dalam penyampaian materi, tim PKM menjelaskan bahwa TikTok merupakan salah satu platform media sosial berbasis video pendek yang sangat populer di kalangan generasi muda.
Meskipun memberikan manfaat sebagai sarana hiburan, kreativitas, dan penyebaran informasi, penggunaan TikTok yang berlebihan juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
Salah satu dampak yang paling sering ditemukan adalah menurunnya konsentrasi belajar akibat kebiasaan menonton video secara terus-menerus melalui fitur For You Page (FYP).
Kebiasaan tersebut membuat pelajar lebih mudah terdistraksi dan sulit fokus saat mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai risiko kecanduan media sosial yang muncul akibat penggunaan TikTok secara berlebihan.
Algoritma aplikasi yang terus menampilkan konten sesuai minat pengguna dapat membuat seseorang menghabiskan waktu berjam-jam tanpa disadari.
Akibatnya, waktu belajar, beristirahat, maupun berinteraksi dengan keluarga menjadi berkurang.
Kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas serta kesehatan mental pelajar dalam jangka panjang.
Tim PKM juga menjelaskan bagaimana fitur infinite scrolling dapat memicu ketergantungan digital yang membuat pengguna terus terdorong untuk mengonsumsi konten tanpa batas waktu yang jelas.
Materi berikutnya membahas fenomena perbandingan sosial (social comparison) yang sering terjadi di media sosial.
Banyak pelajar cenderung membandingkan diri mereka dengan konten yang ditampilkan oleh pengguna lain, baik dari segi penampilan, gaya hidup, maupun prestasi.
Perbandingan yang berlebihan dapat memunculkan perasaan tidak percaya diri, rendah diri, hingga kecemasan sosial.
Tim PKM menekankan bahwa tidak semua yang ditampilkan di media sosial mencerminkan kondisi nyata sehingga pelajar perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai konten yang mereka lihat.
Selain dampak psikologis, penggunaan TikTok hingga larut malam juga dapat menyebabkan gangguan tidur.
Kurangnya waktu istirahat akan berpengaruh pada kesehatan fisik, konsentrasi belajar, dan performa akademik siswa.
Dalam sesi edukasi, peserta diberikan pemahaman mengenai fenomena revenge bedtime procrastination, yaitu kebiasaan menunda waktu tidur demi memperoleh hiburan dari media sosial.
Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kelelahan, menurunnya fokus belajar, serta berkurangnya produktivitas dalam kegiatan sehari-hari.
Sebagai solusi, tim PKM memberikan beberapa langkah yang dapat diterapkan oleh para pelajar, seperti membatasi waktu penggunaan TikTok setiap hari, memanfaatkan fitur Digital Wellbeing atau pengingat waktu layar (screen time), melakukan kegiatan positif di luar media sosial, serta membangun kebiasaan belajar yang lebih teratur.
Pelajar juga diajak untuk lebih selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi dengan mengikuti akun-akun edukatif yang memberikan manfaat bagi pengembangan diri.
Selain itu, siswa diperkenalkan pada konsep digital detox sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan meningkatkan kualitas interaksi sosial secara langsung.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi bersama siswa.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berbagi pengalaman terkait
penggunaan TikTok dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental, pola tidur, serta prestasi akademik.
Pihak sekolah yang diwakili oleh Kepala Sekolah Bapak Hafis Umar, S.E., Wakil Kepala Sekolah Bapak Hamdi Supriadi TQ., S.HI., M.M., serta jajaran guru memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kondisi pelajar saat ini.

Melalui pelaksanaan PKM ini, diharapkan para pelajar mampu menggunakan TikTok secara lebih bijak, bertanggung jawab, dan tidak berlebihan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola waktu dengan baik, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan prestasi belajar.
Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, diharapkan tercipta generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital yang baik serta kesehatan mental yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital.
Penulis:
1. Winy Dama Hesty (NIM 241010503937)
2. Cintya Dewi Fajriani (NIM 241010501534)
3. Raesya Masyhura (NIM 241010504846)
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Haidilia Maharani, S.Sos., M.M.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












