Pembuatan Mesin Pengepres Sampah Plastik untuk Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Pengelolaan Sampah di TPS 3R “Ngudi Sehat” Desa Gumpang

TPS 3R “Ngudi Sehat” Desa Gumpang
Kegiatan Pengabdian Masyarakat UNS (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Sukoharjo, MMI – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program bertajuk “Pembuatan Mesin Pengepres Sampah Plastik untuk Peningkatan Efektivitas dan Efisiensi Pengelolaan Sampah Plastik di TPS 3R ‘Ngudi Sehat’ Desa Gumpang”. Kegiatan ini berlangsung pada 10 April hingga 16 September 2025 di TPS 3R Desa Gumpang, Kabupaten Sukoharjo, sebagai upaya menghadirkan solusi teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah plastik di tingkat desa.

Program ini dipimpin oleh Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D selaku ketua pelaksana, dengan anggota tim: Prof. Ir. Dominicus Danardono Dwi Prija Tjahjana, S.T., M.T., Ph.D, Dr. Ir. Wibowo, S.T., M.T, dan Dr. Raymundus Lullus Lambang G.H., S.T., M.T. Selain itu, program ini juga melibatkan mahasiswa UNS: Najih, Jose, Gama, Yaklu, Gigih, Dimas, Fiandika, dan Fazli. Seluruh kegiatan didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan identifikasi permasalahan yang dihadapi TPS 3R “Ngudi Sehat”. Tantangan yang ditemukan antara lain tingginya volume sampah plastik yang tidak sebanding dengan kapasitas penyimpanan, frekuensi pengangkutan yang tinggi, belum adanya alat bantu pemadatan sehingga sampah masih ditangani secara manual, keterbatasan tenaga operator, serta akses listrik PLN yang tidak stabil. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar perancangan solusi alat pengepres sampah plastik yang sesuai kebutuhan lapangan.

Solusi mesin pengepres yang dirancang tim UNS memiliki beberapa fitur unggulan, yaitu kapasitas pemadatan minimal 30 kg per siklus, sistem tekanan hidrolik dengan opsi penggerak motor listrik atau diesel, struktur rangka baja profil yang kokoh, mekanisme kerja semi otomatis, serta desain yang mudah dirakit dan dirawat untuk menunjang operasional oleh satu orang operator dalam ruang kerja yang terbatas. Gambar mesin pengepres sampah seperti pada Gambar 1 berikut ini.

Gambar 1. Hasil mesin pengepres sampah yang dirancang (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Proses pengembangan mesin dilakukan melalui tahapan desain, simulasi, produksi hingga evaluasi untuk memastikan alat yang dihasilkan benar-benar optimal dan sesuai kebutuhan pengguna. Kehadiran mesin ini diharapkan mampu menurunkan volume sampah plastik secara signifikan, mengurangi beban kerja operator, serta menekan biaya operasional pengangkutan sampah.

Baca juga: Tercekik Sampah Plastik: Potret Krisis Lingkungan di Kampung Nelayan Kota Jayapura

Dalam kesempatan monev bersama LPPM UNS seperti yang ditunjukan Gambar 2, Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kontribusi nyata kampus bagi masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembuatan alat, tetapi juga bagaimana teknologi mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Kami berharap mesin pengepres ini dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang bisa direplikasi di TPS 3R lain,” ungkapnya.

Gambar 2. Monev di TPS 3R Gumpang oleh LPPM UNS didampingi Prof Ubaidillah dan Tim (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Sementara itu, Ketua TPS 3R “Ngudi Sehat” Desa Gumpang, Pak Partu Untung, mengapresiasi bantuan yang diberikan tim UNS.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan UNS. Mesin pengepres ini sangat kami butuhkan karena selama ini pemadatan dilakukan manual dan memakan banyak tenaga. Dengan alat ini, pekerjaan kami jauh lebih ringan dan pengelolaan sampah bisa lebih efektif,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan kapasitas masyarakat melalui inovasi teknologi yang aplikatif. Tim berharap mesin pengepres ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah plastik dan menjadi model bagi TPS 3R lainnya di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.

 

Penulis:

  1. Ubaidillah
  2. Dominicus Danardono Dwi Prija Tjahjana
  3. Wibowo
  4. Najih Faqih Shihabul ‘ulum
  5. Gigih Laksana Dewanda

Mahasiswa Teknik Mesin, Universitas Sebelas Maret
Dosen Pengampu: Prof. Ir. Ubaidillah, S.T.,M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng.

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses