Sidrap, MMI – Suasana berbeda tampak di Kantor Desa Tonrong Rijang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin mengumpulkan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka dihimpun agar dapat mengikuti kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan nuget ikan berbasis potensi lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemanfaatan sumber daya perikanan desa. Potensi lokal yang dimanfaatkan adalah ikan nila sebagai alternatif pangan sehat bagi anak-anak (18/01/2026) .
Ikan nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang mudah ditemukan dan dibudidayakan di Desa Tonrong Rijang. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai kandungan gizi ikan nila serta pentingnya pengolahan pangan yang sehat dan higienis. Selain itu, tim pelaksana juga mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan nugget ikan nila. Tahapnya mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan sederhana yang dapat diterapkan di rumah.
Baca juga: Nugget Lele Wortel sebagai Alternatif Makanan Siap Saji Bergizi Tinggi
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek konsumsi gizi keluarga, tapi juga peningkatan keterampilan masyarakat. Ibu rumah tangga dan pelaku UMKM diberikan pengetahuan praktis agar mampu mengolah ikan nila menjadi produk pangan yang disukai anak-anak sekaligus memiliki nilai jual. Diskusi dua arah juga dilakukan untuk membahas peluang usaha rumahan, strategi pemasaran sederhana, serta potensi pengembangan produk olahan ikan di tingkat desa.
- Peserta KKNT beserta ibu-ibu, Kepala Desa Tonrong Rijang, dan masyarakat setempat yang ikut pelatihan pembuatan nugget. (Foto: Dok. Penulis)
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Beberapa peserta secara aktif mencoba langsung proses pembuatan nuget ikan nila dan mengajukan pertanyaan terkait variasi rasa serta daya simpan produk.
“Biasanya anak-anak kurang suka makan ikan, tapi dengan dibuat nuget jadi lebih menarik dan mudah dikonsumsi,” ujar salah seorang peserta kegiatan.
Hal ini menunjukkan bahwa inovasi pengolahan pangan lokal dapat menjadi solusi atas permasalahan jajanan kurang sehat di kalangan anak-anak.
Baca juga: Pendinginan dan Pembekuan Pangan: Teknik, Prinsip, Perbedaan, dan Penerapannya
Melalui kegiatan pelatihan pembuatan nuget ikan berbasis potensi lokal ini, diharapkan masyarakat Desa Tonrong Rijang semakin sadar akan pentingnya pemanfaatan sumber daya desa untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan anak-anak, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Dengan begitu, usaha ini mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Penulis: Insani Nur Khamilah
Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Hasanuddin
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













