ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meingeitahuii gambaran penerapan meitodei tuilis beirantai, gambaran keiteirampilan meinuilis siswa, dan uintuik meingeitahuii apakah ada peingaruih peineirapan meitodei tuilis beirantai teirhadap keiteirampilan meinuilis siswa di keilas IV SD Inpreis 12/79 Pattuikui Limpoei, Kabupaten Bone.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experiment dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe. Sampel dalam penelitian ini adalah 39 siswa kelas IVA 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB 19 siswa sebagai kelas Kontrol.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, tes keterampilan menulis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan metode tulis berantai berlangsung efektif hingga sangat efektif. Uji independent sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,003 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan keterampilan menulis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode tulis berantai berjalan dengan sangat efektif. Keterampilan menulis siswa menggunakan penerapan metode tulis berantai menujukkan adanya perbedaan.
Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan metode tulis berantai terhadap keterampilan menulis siswa kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone.
Kata Kunci: Metode, Tulis Berantai, Keterampilan Menulis, Kuantitatif.
PENDAHULUAN
Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang penting dikembangkan pada jenjang sekolah dasar karena membantu siswa mengungkapkan ide, pengalaman, dan gagasan secara tertulis. Namun, hasil observasi di UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa masih rendah.
Pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses menulis. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan mengembangkan isi gagasan, menyusun alur cerita secara runtut, menggunakan struktur kalimat dan kosakata yang tepat, serta menerapkan ejaan dan tanda baca sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Salah satu metode yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah metode tulis berantai. Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menulis secara kolaboratif dan bergiliran sehingga dapat merangsang munculnya ide, meningkatkan keaktifan, serta melatih kemampuan menyusun cerita secara sistematis.
Dalam penelitian ini, penerapan metode tulis berantai dikembangkan dengan penggunaan musik sebagai penanda pergantian giliran dan pemberian identitas pada setiap bagian tulisan untuk meningkatkan tanggung jawab siswa terhadap hasil kerjanya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode tulis berantai efektif meningkatkan hasil belajar dan keterampilan menulis siswa. Maharani dkk. (2025) menemukan bahwa metode tulis berantai meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar.
Selain itu, Sukma dan Oktaviani (2021) serta Saharuddin (2024) membuktikan bahwa metode tulis berantai mampu meningkatkan keterampilan menulis narasi dan karangan siswa. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa metode tulis berantai layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu tersebut, dapat diketahui bahwa metode tulis berantai efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis dan mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa. Oleh karena itu, penelitian ini secara khusus mengkaji pengaruh penerapan metode tulis berantai terhadap keterampilan menulis siswa dengan mengembangkan langkah-langkah pelaksanaan metode tulis berantai.
Pengembangan tersebut yaitu penggunaan musik, serta pemberian identitas nama pada setiap bagian tulisan yang dibuat siswa sebagai bentuk tanggung jawab terhadap hasil tulisannya.
Penggunaan musik dipilih sebagai penanda pergantian giliran menulis karena memberikan isyarat yang mudah dipahami oleh seluruh siswa secara bersamaan. Selain berfungsi sebagai pengatur waktu, musik juga membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan kondusif sehingga siswa dapat lebih fokus dalam mengembangkan ide selama proses menulis.
Ketika musik berhenti, siswa secara otomatis menghentikan kegiatan menulis dan meneruskan hasil tulisannya kepada teman berikutnya. Selain itu, penelitian ini juga menekankan proses diskusi dan koreksi bersama untuk menghasilkan alur cerita yang lebih padu.
Selain mengembangkan langkah-langkah metode, penelitian ini juga dilaksanakan pada siswa kelas IV UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe yang memiliki karakteristik berbeda dengan penelitian sebelumnya sehingga diharapkan dapat memperluas bukti empiris mengenai efektivitas metode tulis berantai.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode tulis berantai terhadap keterampilan menulis siswa kelas IV UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone, dengan melibatkan dua kelas, yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen (20 siswa) dan kelas IV B sebagai kelas kontrol (19 siswa). Kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan metode tulis berantai, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional.
Data penelitian dikumpulkan melalui tes keterampilan menulis cerpen yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest). Penilaian hasil tulisan menggunakan rubrik yang mencakup lima aspek, yaitu isi gagasan, organisasi isi, gramatikal, kosakata, serta ejaan dan tanda baca. Selain tes, observasi digunakan untuk menilai keterlaksanaan pembelajaran, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung.
Penelitian dilaksanakan dalam empat pertemuan, yang meliputi pretest, dua kali pemberian perlakuan, dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan bantuan SPSS versi 32.
Sebelum pengujian hipotesis dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk dan uji homogenitas menggunakan Levene’s Test. Selanjutnya, hipotesis diuji menggunakan Independent Samples t-test pada taraf signifikansi 0,05 untuk mengetahui pengaruh penerapan metode tulis berantai terhadap keterampilan menulis siswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. HASIL
a. Gambaran Penerapan Metode Tulis Berantai Pada Proses Pembelajaran Siswa di Kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe
Penerapan metode tulis berantai dilaksanakan di kelas IV UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe selama empat pertemuan, yang meliputi pretest, dua kali pemberian perlakuan, dan posttest. Kelas IVA ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan metode tulis berantai, sedangkan kelas IVB sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional.
Hasil observasi menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan metode tulis berantai mengalami peningkatan. Pada pertemuan pertama, keterlaksanaan pembelajaran memperoleh persentase sebesar 70,45% dengan kategori efektif, sedangkan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 95,45% dengan kategori sangat efektif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode tulis berantai dapat diterapkan dengan sangat baik dalam pembelajaran menulis di kelas IV.
b. Gambaran Keterampilan Menulis Siswa di Kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe
Keterampilan menulis siswa dianalisis menggunakan statistik deskriptif berdasarkan hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas relatif setara.
Nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 67,75, sedangkan kelas kontrol sebesar 62,63. Sebagian besar siswa pada kedua kelas berada pada kategori cukup, sehingga menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa sebelum perlakuan masih perlu ditingkatkan.
Setelah pembelajaran, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis pada kedua kelas, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 81,75, sedangkan kelas kontrol 69,74.
Selain itu, sebanyak 40% siswa pada kelas eksperimen mencapai kategori sangat baik, sedangkan pada kelas kontrol tidak terdapat siswa yang mencapai kategori tersebut dan sebagian besar siswa (63%) masih berada pada kategori cukup.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode tulis berantai memberikan peningkatan keterampilan menulis yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Melalui kegiatan menulis secara bergiliran, siswa lebih aktif mengembangkan ide, menyusun alur cerita, serta menghasilkan tulisan yang lebih baik.
Temuan ini sejalan dengan pendapat Saharuddin dan Azwar (2025) yang menyatakan bahwa metode tulis berantai dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam mengembangkan gagasan dan menyusun karangan secara kolaboratif.
c. Pengaruh Penerapan Metode Tulis Berantai Terhadap Keterampilan Menulis Siswa Di Kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone
Sebelum uji hipotesis dilakukan, data terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal dan homogen (Sig. > 0,05), sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji Independent Samples t-test.
Hasil uji Independent Samples t-test pada nilai pretest menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (Sig. = 0,248 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal keterampilan menulis siswa pada kedua kelas relatif sama.
Selanjutnya, hasil uji Independent Samples t-test pada nilai posttest menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (< 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode tulis berantai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis siswa kelas IV UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone.
PEMBAHASAN
a. Gambaran Penerapan Metode tulis berantai di kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone
Penerapan metode tulis berantai di kelas IV UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe terlaksana dengan sangat efektif. Metode ini mendorong siswa berpartisipasi aktif, bekerja sama, dan bertanggung jawab dalam menyusun cerita secara bergantian sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.
Pada pertemuan awal, siswa masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan langkah-langkah pembelajaran. Namun, setelah guru memberikan arahan yang lebih jelas, proses pembelajaran berlangsung dengan baik. Temuan ini sejalan dengan Simamora (2019) yang menyatakan bahwa pengelolaan waktu menjadi salah satu tantangan dalam penerapan metode tulis berantai.
Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan musik sebagai penanda pergantian giliran menulis dan pencantuman nama siswa pada setiap bagian tulisan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap hasil kerja.
b. Gambaran Keterampilan Menulis Siswa di Kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa pada kelas eksperimen meningkat lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil pretest menunjukkan kemampuan awal kedua kelas relatif sama, sedangkan hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan yang lebih tinggi pada kelas eksperimen setelah diterapkan metode tulis berantai.
Peningkatan tersebut terjadi karena metode tulis berantai melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, serta berkolaborasi selama proses menulis. Sebaliknya, pembelajaran pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional cenderung berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengembangkan keterampilan menulis.
Temuan ini sejalan dengan Sari (2020) serta Saharuddin dan Azwar (2025) yang menyatakan bahwa metode tulis berantai efektif meningkatkan keterampilan menulis melalui keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, penerapan metode tulis berantai terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dibandingkan pembelajaran konvensional.
c. Pengaruh Penerapan Metode Tulis Berantai Terhadap Keterampilan Menulis Siswa Di Kelas IV SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa penerapan metode tulis berantai berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis siswa. Hasil uji Independent Samples t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003 (< 0,05), sehingga terdapat perbedaan keterampilan menulis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selain itu, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode tulis berantai mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun cerita, dan berkolaborasi selama proses pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan penelitian Ujiyanti dkk. (2025) dan Maharani dkk. (2025) yang menyatakan bahwa metode tulis berantai efektif meningkatkan keterampilan menulis siswa. Dengan demikian, metode tulis berantai terbukti berpengaruh terhadap keterampilan menulis siswa kelas IV UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone.
KESIMPULAN
Penerapan metode tulis berantai pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV UPT SD Inpres 12/79 Pattuku Limpoe terlaksana dengan baik dan mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Hasil uji hipotesis juga menunjukkan bahwa metode tulis berantai berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis siswa. Dengan demikian, metode tulis berantai dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa sekolah dasar.
Penulis: Mutmainnah
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar
Dosen Pengampu:
- Dr. Muhammad Faisal, M.Pd.
- Drs. Latri, S.Pd., M.Pd.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Maharani, A., & Deiwi Riang Tati, A. (N.D.). Peingaruih Peingguinaan Meitodei Tuilis Beirantai Teirhadap Hasil Beilajar Ipas Siswa Keilas Iv Di Sdn 218 Inpreis Duilang Kabuipatein Maros. In Juirnal Leimpui.
Saharuiddin, S., & Azwar, A. (2024). Peingaruih Peineirapan Meitodei Meinuilis Beirantai Teirhadap Peiningkatan Keimampuian Meinuilis Karangan Siswa Sdn Mannuiruiki Kota Makassar: Thei Eiffeict Of Impleimeintation Of Thei Chain Writing Meithod On Improving Thei Writing Ability Of Stuideints At Sdn Mannuiruiki, Makassar City. Tarbiyah: Juirnal Peindidikan Dan Peimbeilajaran, 1(1), 1-25.
Sari, S. P., Suimarwati, S., & Anindyarini, A. (2020). Meitodei Meinuilis Beirantai Uintuik Meiningkatkan Motivasi Dan Keiteirampilan Meinuilis Pantuin Siswa. Basastra: Juirnal Bahasa, Sastra, Dan Peingajarannya, 8(1), 1.
Sukma, H. H., & Oktaviani, F. (2021). Metode Menulis Berantai dengan Permainan Tebak Kata untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Pandes. Jurnal Mitra Swara Ganesha, 8(2), 1–11.
Simamora, L. (2019). Peingaruih Meitodei Eistafeit Writing Teirhadap Keiteirampilan Siswa Meinuilis Ceirpein Keilas Xi Sma Neigeiri 2 Sidikalang Tahuin Ajaran 2019/2020.
Uijiyanti, L. N., & Hanif, M. (2025). Eivaluiasi Aspeik Afeiktif, Kognitif, Psikomotorik dalam Peimbeilajaran Peindidikan Agama Islam: di SMP Neigeiri 3 Keiduingbanteing. IQRO: Jouirnal of Islamic Eiduication, 8(1), 319–331. https://doi.org/10.24256/iqro.v8i1.7026
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















