Depok – UI Biology Festival (UI BIOFEST) merupakan acara tahunan berbasis konservasi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi FMIPA UI. Setelah berjalan selama 13 tahun, kali ini UI Biofest 13th membawakan tema perubahan iklim dan dampaknya terhadap biodiversitas yang ada di bumi. (14/7/2025)
Kegiatan ini mengusung nilai-nilai kolektif, peduli, dan konservasi yang diterapkan dalam setiap rangkaian acara, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim.
Nilai-nilai tersebut diintegrasikan kedalam enam acara utama, yaitu: pre-event, grand opening, Olimpiade Biologi Nasional, Kompetisi Esai Nasional, Biologi dalam Dunia Anak (BADAK), serta closing ceremony.
Selama berjalannya acara, UI Biofest 13th juga berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Yayasan Gajah Sumatera (YAGASU) untuk memberikan pengetahuan terkait perubahan iklim dan perealisasian penanaman mangrove.
Yayasan Gajah Sumatera (YAGASU) berdiri sejak tahun 2001 dengan fokus utama pelestarian gajah Sumatera. Pada tahun 2005, YAGASU mulai bergerak untuk menjalani program restorasi ekosistem pesisir pantai serta mulai mengimplementasikan aksi mitigasi perubahan iklim dengan berbagai projek konservasi sebagai usaha untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Beberapa projek YAGASU yang telah dilakukan, antara lain: penanaman kembali ekosistem pesisir yang rusak, konservasi penyu, edukasi tentang perubahan iklim, serta pemberdayaan perempuan.
Pada bulan September 2024, tim UI Biofest 13th memulai kampanye penggalangan dana melalui laman kitabisa.com dengan tujuan memperoleh donasi untuk penanaman pohon mangrove serta edukasi masyarakat terhadap perubahan iklim.
Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada YAGASU untuk memulai projek restorasi mangrove di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Inisiatif ini bukan hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam dalam menghadapi perubahan iklim global.
Saat ini, sebanyak 1.500 pohon mangrove telah melalui proses pembibitan di Desa Pangkalan Siata, Kabupaten Langkat dengan mengikutsertakan masyarakat lokal dalam kegiatan tersebut.
Proses akan berjalan selama 3—4 bulan. Satu bulan dari masa pembibitan selesai, akan dilakukan proses memastikan agar ekosistem mangrove tetap terjaga dan terhindar dari penebangan liar.
Setelah 3 bulan berlalu, penanaman mangrove telah melalui masa monitoring pertama. Mangrove berperan besar bagi ekosistem dan iklim. Mangrove merupakan tempat tinggal hewan-hewan kecil seperti ikan dan burung, selain itu mangrove juga berperan sebagai media penyerapan karbon terbesar dengan kapasitas penyerapan 2–4 kali lebih banyak dari hutan tropis.
Hal ini disebabkan oleh adanya tingkat penyerapan karbon yang tinggi, pertumbuhan biomassa yang pesat, serta laju dekomposisi tanah yang lambat secara signifikan meningkatkan kemampuan mangrove untuk menyimpan dan mempertahankan karbon organik. Ditambah lagi, sistem akar yang rumit dan kondisi tanah yang jenuh air berperan menangkap material organik, yang menegaskan fungsi mereka sebagai penyerap karbon yang efektif.
Seluruh kegiatan UI Biofest 13th didukung oleh YAGASU, Garuda Indonesia, Jiera, dan PT Deria Cahaya Gemilang.
UI Biofest 13th: Climate Guardians, Protecting Animals, and Plants
Instagram: @uibiofest
Penulis: Tim UI Biofest 13th
Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi, Universitas Indonesia
Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI


















