Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Pikir Remaja

pengaruh media sosial pada remaja
Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Pikir Remaja. Sumber: MMI.

Di era digital sekarang ini, media sosial sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi kalangan remaja karena hampir setiap remaja memiliki akun di media sosial dan menggunakannya di waktu yang cukup lama setiap harinya.

Fenomena ini memperlihatkan kalau sosial media ini bukan hanya alat komunikasi tapi juga menjadi ruang untuk mencari hiburan, informasi, dan juga pengakuan sosial, hal ini bisa saja menimbulkan masalah yaitu bagaimana pengaruh media sosial terhadap pola pikir dan cara pandang remaja-remaja pada diri sendiri ataupun lingkungan sekitar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Menurut saya, media sosial ini memiliki pengaruh besar pada pola pikir remaja secara positif dan negatif, jadi penggunaan media sosial ini harus dilakukan secara bijak dan bisa terkontrol, remaja sekarang harus bisa memilah serta membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Di era sekarang dunia digitalisasi media sosial itu banyak manfaatnya karena mendapatkan informasi yang cepat dan mudah diakses, para remaja sekarang bisa memperoleh pengetahuan baru mulai dari teknologi, pendidikan, isu sosial dan politik yang berkembang di negara kita.

Remaja di era ini memanfaatkan media sosial untuk membuat konten, karya seni, atau video yang bisa mengekspresikan diri sekaligus dapat mengetahui di mana tingkat pengetahuan mereka di berbagai bidang.

Baca Juga: Pengaruh Media Sosial terhadap Sosioemosi pada Remaja

Media sosial juga menjadi sarana penting untuk mengembangkan kreativitas para remaja itu sendiri hingga bisa mendapatkan peluang berkarier, itu semua merupakan dampak positif dari media sosial sementara dampak negatif media sosial cukup berbahaya dan serius karena akan memunculkan kebiasaan yaitu kecemburuan atau iri dengki hingga membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain yang mengakibatkan kurang percaya diri dan memicu masalah kesehatan mental diri sendiri.

Informasi yang tidak jelas dari media sosial juga berpengaruh kepada remaja yang belum mampu memilah informasi dengan baik karena terpengaruh berita-berita yang tidak benar, maka pola pikir para remaja kurang kritis karena opini yang menyesatkan.

Hal yang lain juga bisa berdampak pada prestasi pendidikan di kehidupan sosial, interaksi sosial secara langsung maupun tidak langsung karena lebih banyak berkomunikasi lewat layar handphone dan akhirnya membuat remaja itu kurang produktif.

Jadi, para remaja harus bijak dalam bermedia sosial baik dalam hal yang positif maupun negatif dan para remaja juga harus bisa menyaring serta mengolah informasi ataupun berita mana yang tepat agar tidak terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di media sosial.

Baca Juga: Ketika “Katanya di TikTok” Lebih Dipercaya daripada Data

Selain itu peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar juga sangat penting dalam membimbing remaja agar bisa memanfaatkan media sosial secara positif, dengan adanya pengawasan dan edukasi yang tepat, remaja akan lebih bisa memahami batasan dalam menggunakan media sosial.

Dengan penggunaan yang tepat, media sosial bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk perkembangan diri dan bukan menjadi penghambat dalam kehidupan mereka.


Penulis: Anggita Febriantika (1152500125)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya


Dosen Pengampu: Dheny Jatmiko, S.Hum., M.A.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses