Resesi Ekonomi Akibat Wabah Pandemi Covid-19 Memicu Mahasiswa Memilih Cuti Kuliah

resesi ekonomi
Foto: Pixabay.com

Pandemi COVID-19 yang melanda tanah air sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. Industri yang terkena dampak di antaranya baik di sektor formal maupun informal, salah satu dampaknya adalah terjadinya PHK massal karena perusahaan tidak dapat membayar karyawannya.

Banyaknya dampak yang ditimbulkan dari perkembangan virus ini telah membawa kesedihan bagi banyak orang seperti Kesulitan keuangan dan perubahan besar pada kehidupan sehari-hari di masyarakat seperti sulitnya untuk mencari kerja dan menimbulkan kepanikan dari masyarakat itu sendiri.

Dampak ini juga sangat berpengaruh besar pada perekonomian Masyarakat yg sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi (Mahasiswa). Saat ini sebagian mahasiswa di berbagai perguruan tinggi dilanda kebingungan yang sangat luar biasa, Bagaimana tidak dengan adanya Pandemi Covid-19 ini proses belajar mengajar berubah menjadi daring dimana hal tersebut menyebabkan mahasiswa harus mengeluarkan uang lebih untuk tetap bisa mengikuti perkuliahan.

Hal ini juga menjadi ujian bagi mahasiswa akhir yang harus berjuang untuk tetap melanjutkan kuliahnya Mereka dilanda kecemasan untuk tetap bisa menyelesaikan pendidikan kuliahnya dikarenakan dampak perekonomian dari covid-19 ini.

Perekonomian masyarakat yang makin menurun membuat mereka semakin kesulitan untuk memikirkan hal tersebut. Dimana masyarakat yang terkena dampak dari corona harus menerima jika anaknya yang menempuh pendidikan dibangku perkuliahan juga harus terancam untuk berhenti sementara (Cuti) dikarenakan pendapatan mereka yang sangat menurun dan tidak dapat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya mahasiswa untuk memilih berhenti sementara (Cuti) apalagi didukung dengan kondisi yang belum normal  dan jadwal pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak lama lagi harus dibayarkan oleh mahasiswa untuk tetap melanjutkan kuliahnya. Hal inilah yang menjadi kecemasan sebagian mahasiswa saat ini.

Banyak orang tua dari mahasiswa yang sedih dan harus rela dengan situasi yang dihadapi,  mereka dilanda kecemasan yang bertubi-tubi,  selain memikirkan kebutuhan mereka sehari-hari yang kian semakin sulit, Padahal tidak sedikit dari mereka mempunyai impian untuk anaknya dapat kuliah dengan cepat dan mendapatkan nilai yang memuaskan bagi mereka.

Namun kini harapan mereka yang begitu mulia untuk anaknya bisa jadi tidak akan terkabulkan jika mereka masih tidak dapat membayar kewajiban mereka yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

Mereka yang sudah terlanjur berada di kondisi yang sangat sulit ini hanya bisa terus berharap dan berdoa untuk masa depan anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan. Bahkan ada sebagian dari orang tua mahasiswa dengan sepenuh hati berharap ada kebijakan dari tempat pendidikan anaknya (Kampus) mengenai Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sehingga dapat meringankan beban dan kecemasan yang dirasakan sebagian orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19.

Saya sendiri sebagai penulis juga merasakan hal tersebut, dimana saya sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Banyak sekali perubahan yang terjadi semenjak pendemi Covid-19, proses belajar yang dulunya harus datang ke kampus menerima materi dari dosen dan bertemu sapa dengan teman-teman kini belum bisa dirasakan lagi.

Bahkan saat ini tidak sedikit saya mendengarkan berbagai curhatan keluh kesah dari teman-teman mahasiswa yang mencemaskan diri mereka jika benar-benar harus berhenti kuliah untuk sementara waktu (Cuti) dikarenakan kondisi keuangan keluarga mereka yang sangat tidak mendukung.

Untuk makan sehari-hari mereka saja sangat susah, apalagi ada sebagian orang tua mahasiswa yang sebelumnya ayahnya bekerja kini harus berhenti bekerja karena di PHK dan ibu mahasiswa yang berdagang harus menerima kini jualannya tidak selaris dan ramai seperti dulu karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Mereka yang dulu tidak pernah mencemaskan dan mengeluh mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya kini harus memikirkan hal tersebut.

Sehingga terkadang muncul pertanyaan didalam benak saya, apakah salah sebagian orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19 yang pendapatan mereka tidak menentu menjadi mengeluh dan cemas dengan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya yang tidak lama lagi akan dibayar, dan apakah salah jika orang tua mahasiswa berharap ada kebijakan yang bisa meringankan beban mereka?

Hal  itulah yang dirasakan oleh orang tua mahasiswa dan mahasiswi sendiri dalam kondisi sulit saat ini, yang dimana diperkirakan saat ini akan terjadi peningkatan angka mahasiswa yang memilih berhenti kuliah sementara (Cuti) disaat Pandemi Covid-19.

Agusalim Untu
Mahasiswa UHO Kendari

Editor: Muhammad Fauzan Alimuddin

Baca juga:
Dampak “New Normal” Terhadap Roda Perekonomian Indonesia
Menganalisis Dampak New Normal terhadap Ekonomi dan Politik
New Normal dan Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI