Masalah gizi pada balita masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Salah satu bentuk masalah gizi yang sering dijumpai di pelayanan kesehatan dasar seperti puskesmas adalah balita dengan status gizi underweight, yaitu kondisi ketika berat badan anak lebih rendah dari standar normal sesuai usianya.
Kondisi ini dapat terjadi karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama dan sering kali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang tua, khususnya ibu, tentang gizi seimbang dan cara pemberian makan yang tepat sesuai usia anak.
Faktor penyebab underweight di antaranya yaitu asupan gizi yang tidak tercukupi karena anak tidak mengkonsumsi makanan anak kurang beragam, tidak sesuai kebutuhan serta pola makan yang tidak teratur atau tidak sesuai usia.
Selain itu, sanitasi dan kebersihan lingkungan yang kurang dan infeksi penyakit berulang seperti Diare, ISPA, TBC, atau cacingan juga merupakan salah satu faktor penyebab underweight pada balita.
Dampak dari kondisi underweight pada balita apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti tinggi badan dan berat badan yang tidak sesuai usia, penurunan daya tahan tubuh sehingga anak mudah sakit, gangguan perkembangan otak dan kognitif, dan risiko tinggi yaitu anak mengalami stunting dan wasting.
Ibu memegang peran penting dalam mengatur asupan makanan balita. Namun, masih banyak ibu yang belum memahami apa itu gizi seimbang, menu sehat sesuai usia anak, dan cara memberikan makan yang baik dan benar. Akibatnya, makanan yang diberikan kepada balita sering kali tidak mencukupi kebutuhan.
Mengingat pentingnya peran ibu dalam mengatur asupan makan anak, sementara masih banyak ibu balita yang belum memahami konsep gizi seimbang serta cara pemberian makan yang tepat, maka dilaksanakanlah kegiatan SEGO ”Sosialisasi Edukasi Gizi Optimal”.
Kegiatan SEGO ”Sosialisasi Edukasi Gizi Optimal” merupakan kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai masalah gizi, khususnya terkait balita underweight, konsep gizi seimbang serta prinsip pemberian makan bagi anak.
Kegiatan ini dilakukan di posyandu wilayah Puskesmas Cibodasari, Kota Tangerang oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul.
Metode penyuluhan dilakukan degan metode ceramah interaktif, sesi tanya jawab, serta pengisian pre-test dan post-test oleh ibu balita guna untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.
Media edukasi yang digunakan yaitu berupa lembar balik yang berisi materi visual dan informatif mengenai gizi seimbang serta prinsip pemberian makan sesuai tahapan usia anak.
Selain itu, para peserta juga diberikan tumblr edukatif yang memuat informasi mengenai serta prinsip pemberian makan bagi anak sesuai usia.
Melalui kegiatan SEGO (Sosialisasi Edukasi Gizi Optimal) ini, diharapkan para ibu balita dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta pemberian makan yang sesuai dengan tahapan usia anak.
Dengan pengetahuan yang lebih baik, ibu diharapkan mampu menerapkan praktik pemberian makan yang tepat, sehingga status gizi balita, khususnya yang underweight, dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.
Penulis: Iik Hikmawati, S. Gz.
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












