Sastra

Cerpen: Ingat Mati

“Main meninggal-meninggalan, yuk!” Ucap bocah lelaki yang memakai peci miring kesamping seperti pedagang sate madura, salah satu celananya digulung ke atas dan di tangan kanannya […]

Risak? Derana

Pada bentala, binar arunika menyorot. Pendarnya menyebar ke pelosok. Laksana lukisan niskala, bedanya ini nampak kasat pada netra, amat raya, selesa. Kehidupan seorang wanodya, bermastatuin […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.