Kedungmentawar, MMI – Upaya penurunan angka stunting di Desa Kedungmentawar mendapatkan energi baru melalui program kolaboratif antara mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Universitas Airlangga dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungmentawar.
Mengusung semangat “Cegah Stunting itu Penting!”, para mahasiswa tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga terjun langsung dalam aksi nyata pemberian PMT dari pemerintah Desa Kedungmentawar. Kegiatan ini diawali dengan penyambutan dari Bidan Desa dan Kepala Desa Kedungmentawar, kemudian dilanjut sesi penyuluhan yang dihadiri oleh para ibu yang memiliki balita di Desa Kedungmentawar.
Berbekal data bahwa 8 kasus stunting di desa, para mahasiswa BBK 6 menggunakan media presentasi untuk mengedukasi para ibu. Mereka menjelaskan secara rinci apa itu stunting, yakni kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Kami ingin para ibu paham bahwa dampak stunting ini bukan hanya soal tinggi badan anak yang lebih pendek, tapi juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan (IQ) , konsentrasi belajar , bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis saat dewasa,” jelas Rhara selaku pemateri.
Dalam sesi tersebut, dipaparkan pula berbagai penyebab stunting, mulai dari kurangnya asupan gizi , pola makan yang salah, hingga faktor lingkungan yang tidak bersih.
Baca Juga: Tingginya Angka Stunting di Indonesia yang Berdampak pada Perkembangan Kognitif Anak
Acara dilanjut dengan live cooking class yang didemokan oleh Nicos, anggota BBK 6 dengan menu bergizi tinggi protein untuk balita. Cooking class didampingi oleh para kader posyandu yang turut menjelaskan kepada ibu balita dengan bahasa yang mudah mereka pahami.
Puncak acara yang paling dinanti adalah realisasi dari salah satu langkah penting pencegahan stunting: Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini menjadi istimewa karena merupakan buah kolaborasi nyata. Sinergi antara Pemdes Kedungmentawar dengan Kader-kader Posyandu Desa membantu menyalurkan PMT yang anggarannya bersumber dari dana desa.

Para ibu dengan antusias menerima paket makanan tambahan yang telah disiapkan. Momen ini menjadi bukti bahwa perjuangan melawan stunting bukanlah tugas perorangan, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan gotong royong dari berbagai pihak, mulai dari kader, pemerintah, hingga masyarakat itu sendiri.
Baca Juga: Stunting Masih Menjadi Fokus Masalah Gizi di Indonesia
Melalui sinergi antara penyuluhan edukatif dan aksi pemberian gizi, program kerja unggulan ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda: meningkatkan pengetahuan para ibu sekaligus memberikan intervensi gizi secara langsung kepada balita. Inisiatif ini menjadi langkah konkrit untuk memastikan anak-anak di Kedungmentawar tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Penulis: BBK 6 Kedungmentawar
Mahasiswa Universitas Airlangga
Dosen Pengampu (DPL): Pujo Sakti Nur Cahyo S.Hum, M.Hum.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












