Tim KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Pelatihan Pembuatan Kompos dari Limbah Gergaji bagi ibu-ibu PKK Padukuhan Salam. Kegiatan ini bertujuan mengajarkan pengolahan limbah gergaji menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja unggulan Tim Pengabdi KKN-PPM UMBY yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2025.
Padukuhan Salam, Kalurahan Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, dikenal sebagai salah satu sentra industri mebel di wilayah Bantul. Aktivitas produksi mebel yang padat di daerah ini menghasilkan limbah berupa serbuk dan potongan gergaji kayu dalam jumlah yang cukup besar setiap harinya.
Selama ini, sebagian besar limbah tersebut hanya dibuang begitu saja atau bahkan dibakar, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan mengganggu kesehatan warga.
Potensi limbah gergaji sebenarnya sangat besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna, seperti bahan bakar alternatif, media tanam, atau kerajinan kreatif. Namun, masih minimnya pengetahuan dan keterampilan warga, khususnya ibu-ibu PKK, membuat peluang ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Persiapan kegiatan dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Serbuk gergaji terlebih dahulu direndam selama 24 jam untuk menghilangkan zat tanin yang dapat menghambat proses fermentasi, lalu dijemur hingga kering. Sehari sebelum pelatihan, tim juga menyiapkan kotoran sapi kering.
Pelatihan dilaksanakan di Balai Dusun Salam, dengan peserta lebih dari 30 orang ibu PKK. Atas rekomendasi Ketua PKK Padukuhan Salam, Ibu Sumiyati, praktik pembuatan kompos dilakukan di halaman samping balai. Pemateri menjelaskan definisi kompos, manfaatnya, serta bahan-bahan yang digunakan, yaitu serbuk gergaji, kotoran sapi, tanah pekarangan, dan larutan campuran EM4 serta gula merah.
Dalam sesi praktik, peserta diajak mencampurkan serbuk gergaji, kotoran sapi, dan tanah, lalu menyemprotkan larutan EM4 secara perlahan sambil diaduk. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan, mulai dari proses perendaman serbuk gergaji hingga jenis EM4 yang digunakan. Tim pengabdi juga menjelaskan bahwa selain sebagai pupuk, serbuk gergaji dapat diolah menjadi briket arang, meski prosesnya lebih lama.
Baca Juga: Tradisi dan Kebersamaan: KKN UMBY Kelompok 70 di Merti Dusun Srunggan Morogaten
Melalui kegiatan ini, para peserta kini memahami teknik pembuatan kompos dari limbah gergaji serta manfaatnya bagi pertanian rumah tangga. “Diharapkan pelatihan ini dapat membantu ibu-ibu PKK memanfaatkan limbah menjadi produk bermanfaat sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan,” ujar tim pengabdi KKN-PPM UMBY.
Tim Penulis:
1. Amrul Fadlan Fianto
2. Genoveva Seniyati Moruk
3. Fransiska Amelia
4. Maharani Navila Salsa Bela
5. Sayla Ayu Yashinta
6. Esterlina Melati Dessan Putri
7. Putri Patimatul Zahra
8. Ahmad Irwansyah
9. Nuryati
10 Achmad Fajri Pramudian
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pembimbing: Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













