Algoritma Kebangsaan sebagai Solusi Penguatan Nilai Pancasila di Era Disrupsi Teknologi

strategi memperkuat nilai Pancasila
Foto: Dok. MMI

Semakin berkembangnya zaman, teknologi semakin canggih dan hampir seluruh negara menggunakannya.

Semua negara bersaing dalam pembuatan teknologi yang lebih unggul, karena hampir semua aktivitas menggunakan teknologi guna mempercepat serta mempersingkat waktu.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sehingga di zaman sekarang tidak lepas dalam pemakaian teknologi sehingga disebut sebagai era disrupsi teknologi.

Era disrupsi adalah periode di mana teknologi, inovasi dan perubahan sosial secara signifikan mengganggu atau mengubah industri, bisnis dan cara hidup manusia secara keseluruhan.

Adapun juga faktor yang berkontribusi pada era disrupsi yaitu perkembangan teknologi, inovasi, perubahan dalam kebutuhan konsumen, globalisasi, ketidakpastian ekonomi.

Cara menangani hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan algoritma kebangsaan, karena bisa menyeimbangkan antara teknologi dan nilai Pancasila agar tidak memudar serta kehilangan jati diri sebagai warga Indonesia.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, media sosial, dan digitalisasi menimbulkan kecemasan terhadap lunturnya nilai Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila mulai hilang di masyarakat, akibat adanya teknologi yang mempermudah segala hal.

Adapun bentuk ancaman teknologi yang perlu diwaspadai seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, individualism.

Permasalahan tersebut seharusnya segera diperbaiki karena mempengaruhi nilai-nilai Pancasila, tindakan yang harus dilakukan adalah dengan menyeimbangkan teknologi dengan Pancasila agar nilai-nilainya tidak memudar dengan cara mengimplementasikan algoritma kebangsaan.

Algoritma bangsa merupakan konsep strategi dan terstruktur untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hal-hal yang mempengaruhi bangsa Indonesia dengan memanfaatkan teknologi, guna memperkuat rasa cinta tanah air, nasionalisme dan nilai-nilai Pancasila di ruang siber.

Tujuannya adalah untuk membuat ruang digital Indonesia yang dipenuhi oleh konten positif, tentang persatuan dan kesatuan bangsa serta optimisme kebangsaan, selain itu juga meminimalisir konten hoaks dan perpecahan.

Tantangan algoritma dapat dimusnahkan dengan nilai kebangsaan, seperti ancaman toksisitas dan anonimitas dapat dimusnahkan dengan menciptakan nilai Pancasila berupa persatuan dengan cara berempati dan bertanggung jawab melampaui layar.

Ancaman echo chambers dan polarisasi dapat dimusnahkan dengan mengimplementasikan nilai persatuan dengan cara melakukan dialog inklusif dan pengelolaan perbedaan.

Ancaman mobilisasi afektif dan ketimpangan dapat dimusnahkan dengan mengimplementasikan nilai Pancasila kerakyatan dan keadilan dengan cara deliberasi rasional dan akses yang setara. 

Algoritma kebangsaan ini sangatlah penting untuk diterapkan di era digital karena dapat mengatur serta mengarahkan nilai-nilai kebangsaan agar diterima dunia maya.

Mengapa algoritma kebangsaan ini penting karena dapat menjaga bangsa dari kerusakan, untuk memperkuat literasi digital dan kesadaran nasional, dapat mengubah perpecahan menjadi persatuan dengan menyeimbangkan antara digital dan nilai pancasila.

Maka dari itu, penerapan algoritma kebangsaan menjadi penting dalam upaya mengembangkan dan memajukan bangsa agar mampu mengikuti perkembangan zaman serta tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi.

Di Indonesia, konsep algoritma kebangsaan sering digunakan dalam konteks membangun narasi digital yang positif, mengamankan ruang siber dan menyelaraskan inovasi teknologi dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Maka dari itu algoritma kebangsaan itu penting karena dapat menyeimbangkan antara nilai-nilai Pancasila dan perkembangan teknologi. Adapun juga manfaat algoritma kebangsaan sebagai berikut:

  • Dapat membantu memperbanyak konten edukatif dan inspiratif yang memuat nilai-nilai Pancasila guna menguatkan identitas dan persatuan bangsa.
  • Dirancang untuk mendeteksi, membatasi serta menurunkan penyebaran hoaks. Algoritma juga dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kritis terhadap konten yang dibaca.
  • Sebagai “filter etis” kebijakan berbasis data tetap selaras dengan nilai kesejahteraan bersama, keadilan dan keberlanjutan
  • Dasar sebagai kampanye digital, kurikulum literasi media dan program edukasi yang menumbuhkan “agen perubahan” di era digital seperti mahasiswa, pelajar, guru.

Algoritma kebangsaan memiliki banyak manfaat di era digital ini guna mengantisipasi kehilangan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan.

Selain manfaat algoritma juga memiliki dampak positif dan negatif yang ditimbulkan, dampak positif algoritma dapat menyeimbangkan antara teknologi dan nilai-nilai pancasila, mendukung kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan data atau AI, adanya literasi digital yang sudah praktis, serta dapat mengetahui budaya Indonesia melalui teknologi, memperluas pengetahuan melalui web online.

Penggunaan algoritma kebangsaan dengan benar serta terkontrol akan menghasilkan hal positif bagi diri sendiri, sedangkan jika tidak digunakan dengan benar akan menimbulkan dampak negatif seperti penyalahgunaan media untuk memposting berita hoaks, berkomentar negatif, minimnya interaksi secara langsung karena sudah bisa berkomunikasi lewat handphone. 

Maka dari itu, algoritma kebangsaan sangat penting diterapkan dalam kehidupan agar nilai-nilai Pancasila tetap tertanam dalam diri setiap individu maupun dalam kehidupan bernegara.

Perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, memperluas pengetahuan tentang bangsa sendiri, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap Indonesia melalui media sosial, misalnya dengan membagikan informasi dan artikel yang berkaitan dengan tanah air.

Dengan demikian, bangsa Indonesia dapat menerima perkembangan dan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri serta nilai-nilai kebangsaan.


Penulis: Abdilla Rosyida (NIM 255020107111007)
Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi, Universitas Brawijaya


Dosen Pengampu: Novy Setia Yunas


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses