Bandung Lautan Literasi: Cerita di Balik Riuhnya Bandung Book Party

Bandung Book Party
Foto Bersama Seluruh Peserta dan Panitia (Foto: Nayza Qurrota’aini)

Bandung, MMI – Minggu pagi di Taman Film Bandung terasa berbeda. Ruang publik yang biasanya dihuni para pejalan atau komunitas hobi itu kini dipenuhi hamparan tikar, lautan buku, dan percakapan hangat para peserta Bandung Book Party.

Di bawah jalur layang Pasupati, beberapa peserta dari berbagai usia dan latar berkumpul, seperti siswa sekolah, mahasiswa, pekerja, orang tua, bahkan anak-anak yang datang dengan penuh rasa ingin tahu.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Riuhnya kegiatan hari itu bukan sekadar aktivitas membaca. Ada atmosfer kebersamaan yang kuat, seperti perayaan kecil akan kecintaan pada pengetahuan.

Buku-buku terhampar, beberapa dibawa sendiri, beberapa saling dipinjamkan. Sementara itu, terdengar suara diskusi ringan dari kelompok-kelompok kecil yang terbentuk secara natural.

Di sela keramaian, Nadzya Arifa, salah satu panitia Bandung Book Party, menjelaskan bahwa kegiatan mingguan ini tidak dibuat hanya sebagai ajang berkumpul, tetapi membawa misi besar.

“Dengan adanya tema ‘Bandung Lautan Literasi, Selami Makna Membangun Karya’ menjadikan sebuah harapan untuk seluruh warga Kota Bandung dapat meningkatkan minat membaca dan literasinya sehingga menciptakan karya baru,” jelasnya.

Taman Film yang berada di pusat kota itu seolah menjadi jembatan baru bagi masyarakat Bandung untuk saling terhubung melalui literasi.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Buku untuk Mahasiswa dari Berbagai Bidang Ilmu

Tak peduli usia atau profesi, semua diundang masuk dalam ruang belajar yang lebih cair dan menyenangkan. Panitia sendiri tidak menyangka bahwa antusias peserta akan setinggi itu.

“Respon masyarakat selalu positif dan selalu ramai pengunjung baik anak-anak, dewasa, maupun orang tua. Itu membuat panitia semakin semangat,” tambah Nadzya.

Dari minggu ke minggu, kegiatan ini tidak hanya mempertahankan jumlah peserta tetapi juga memperluas ragam latar belakang orang yang datang. Sebuah tanda bahwa minat literasi dapat tumbuh ketika diberi ruang yang ramah.

Wadah Literasi untuk Semua: Dari Diskusi Hangat hingga Kids & Moms Book Party

Bandung Book Party
Perkumpulan dari Berbagai Usia (Foto: Faaiz Azhaaruddin/Rekan Membaca)

Bandung Book Party tidak hanya menawarkan diskusi terbuka. Ada rangkaian kegiatan lain yang tumbuh dari semangat untuk merangkul semua kalangan.

Di antara pengunjung yang hadir, terlihat anak-anak yang mengikuti Kids Book Party, sebuah kegiatan yang ditujukan untuk mengenalkan literasi sejak dini melalui cerita visual, permainan, dan pembacaan buku bersama.

Bagi ibu rumah tangga, ada Moms Book Party, ruang santai yang memberi kesempatan para ibu untuk berbagi cerita, mengulas buku, dan berdiskusi tanpa tekanan.

Kegiatan ini sering kali menjadi momen berharga bagi ibu-ibu untuk mendapatkan ruang personal yang jarang mereka miliki di rumah.

Baca Juga: Menyala dan Penuh Semangat: MOONTON STUDENT LEADER USU Esports Berhasil Gelar M6 Tournament dan Watch Party #1 dan #2 di Hobas Coffee Guna Dukung Team Esports Indonesia

Semua kegiatan itu dibuat bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari komposisi acara yang ingin menghadirkan literasi sebagai kebutuhan bersama, bukan hanya milik komunitas tertentu.

Seorang peserta bernama Ariffuddin Muzhaffar mengungkapkan bagaimana ia merasakan manfaat dari kegiatan mingguan tersebut.

“Seru banget ya pastinya, selain kita dapat belajar dengan hobi yang kita sukai, di sini juga kita belajar memahami berbagai pemikiran dari teman-teman,” ungkapnya.

Kesan yang sama juga terasa dari banyak peserta lain yang datang setiap minggu tanpa absen. Ada yang mencari rekomendasi buku, ada yang ingin melatih kemampuan public speaking, ada pula yang datang karena ingin merasa “ditemani” oleh orang-orang yang suka dunia yang sama dunia yang penuh kata dan cerita.

Selain itu, special activity yang digelar dalam setiap acara terbukti mampu menciptakan boundaries antar bookmates, seperti yang disebutkan panitia.

Aktivitas-aktivitas ini membuat Bandung Book Party bukan sekadar acara membaca, tetapi komunitas yang hidup dan terus bergerak.

Harapan dan Masa Depan Literasi Kota Bandung

Bandung Book Party
Beberapa Kumpulan Buku yang Dibawa oleh Peserta (Foto: Nayza Qurrota’aini)

Ketika kegiatan mulai mereda menjelang siang, beberapa peserta terlihat masih enggan beranjak. Mereka menutup hari dengan berbincang santai, bertukar buku, atau mengambil foto sebagai kenang-kenangan.

Bagi banyak dari mereka, Bandung Book Party bukan hanya kegiatan akhir pekan, melainkan ritual yang memperkaya hidup. Harapan agar ruang ini tetap hidup juga disampaikan langsung oleh Ariffuddin.

“Ya harapannya semoga acara ini terus berjalan dengan baik dan dapat terus didukung oleh pemerintah Kota Bandung,” tuturnya sebelum beranjak pulang.

Baca Juga: Panduan Membuat Buku Stok Barang Harian untuk Pemula

Dalam setiap pertemuan, terlihat bahwa literasi bukan lagi istilah akademik yang kaku. Ia menjelma menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan.

Dan Bandung Book Party berhasil membuktikan bahwa minat membaca dapat tumbuh ketika masyarakat diberi ruang yang hangat, inklusif, dan bebas dari tekanan.

Lebih dari sekadar komunitas membaca, acara ini adalah gerakan kecil yang mampu membangun budaya literasi baru lebih terbuka, lebih cair, dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Jika terus berkembang, tidak menutup kemungkinan bahwa Bandung akan menjadi kota yang dikenal bukan hanya ramah wisata dan kreativitas, tetapi juga kota dengan denyut literasi yang kuat.

 

Penulis: Nayza Qurrota’aini
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Jurnalistik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Dosen Pengampu: Ratu Arti Wulan Sari, S.Sos, M.I.Kom

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses