Bangun Pagi di Tengah Waduk Darma, Pengalaman Floating Camping yang Tak Terlupakan

Floating Camping Jagara
Poster Floating Camp Jagara (Foto: Dok. Penulis)

Di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas sehari-hari, banyak orang mencari tempat untuk beristirahat sejenak dan menikmati suasana alam yang tenang.

Salah satu pilihan menarik yang bisa dicoba adalah Floating Camping di Waduk Darma, Desa Wisata Jagara, Kabupaten Kuningan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sesuai dengan namanya, floating camping merupakan aktivitas berkemah di atas platform terapung yang berada di perairan Waduk Darma.

Konsep yang ditawarkan adalah pengalaman yang berbeda dari camping pada umumnya.

Wisatawan dapat merasakan menginap di tengah waduk darma dengan pemandangan alam yang indah dan suasana yang menenangkan.

Saat sore hari, pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbenam yang memantul di permukaan air. 

Keheningan Kabut pagi, dan Siluet Ciremai

Ketika malam tiba, suasana menjadi semakin syahdu dengan udara yang sejuk dan langit yang dipenuhi bintang.

Jauh dari kebisingan kota, floating camping menjadi tempat yang cocok untuk bersantai bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Namun, momen yang paling dinantikan adalah saat pagi hari, bayangkan bangun pagi di tengah hamparan Waduk Darma yang tenang.

Udara segar pegunungan menyapa, kabut tipis masih menggantung di atas permukaan air, dan matahari perlahan muncul dari balik perbukitan hijau.

Dari kejauhan, siluet Gunung Ciremai mulai tampak, perlahan membelah langit yang berubah dari biru gelap menjadi ungu, lalu jingga muda.

Tidak ada suara kendaraan maupun notifikasi gawai yang mengganggu, hanya kecipak air, sesekali kepakan sayap burung yang terbang rendah mencari sarapan pertamanya, dan suara mesin perahu dari kejauhan milik warga lokal yang telah memulai aktivitas sejak sebelum matahari benar-benar terbit.

Suasana ini membuat istilah “healing” terasa sangat pas untuk disematkan pada pengalaman Floating Camp Jagara, bukan sekedar istilah populer di media sosial, melainkan benar-benar dapat dirasakan secara langsung.

Floating Camping Jagara
Foto: Dok. Penulis
Floating Camping Jagara
Foto: Dok. Penulis

Sarapan di Atas Air

Begitu langit mulai terang, pengelola lokal akan membawa sarapan, kopi panas, mie rebus, dan cemilan ringan yang diantarkan langsung ke dermaga apung tempat tenda-tenda berjajar.

Wisatawan dapat duduk di tepi platform sambal menikmati sarapan, kaki menggantung beberapa senti di atas permukaan air yang tenang, sembari menyaksikan kabut yang pelan-pelan menghilang dan pemandangan perbukitan hijau di sekeliling waduk.

Wisatawan lain yang menginap di tenda berdekatan biasanya akan keluar pada jam yang hamper bersamaan, kamera ataupun ponsel akan terangkat ke berbagai arah untuk mengabadikan momen matahari terbit. 

Sensasi yang Berbeda dari Glamping Biasa

Dibandingkan dengan lokasi glamping di lereng Gunung Ciremai yang menawarkan kenyamanan dan pemandangan kabut khas dataran tinggi, Floating Camp Jagara menghadirkan sesuatu yang berbeda, seperti rasa terisolasi yang menenangkan karena posisinya benar-benar berada di tengah air, yang dikelilingi danau di segala penjuru.

Tidak adanya tenda lain yang lalu Lalang seperti pada area campground konvensional, hanya suara air yang menyertai.

Dari segi fasilitas floating camp Jagara tidak menawarkan kemewahan setara glamping berbintang.

Tenda yang disewakan tergolong sederhana.

Kesederhanaan ini yang membuat pengalaman akan terasa lebih otentik, bukan hanya rekayasa kenyamanan, melainkan pengalaman langsung mengapung semalam di danau yang aktif menjadi sumber kehidupan warga desa Jagara.

Refleksi di Tengah Danau

Aktivitas nelayan yang mencari ikan tidak jauh dari area camping menjadi pengingat penting, bahwa danau yang menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang indah juga berfungsi sebagai sumber irigasi dan perikanan bagi sembilan desa di sekitarnya.

Floating camp Jagara yang dinikmati wisatawan semalam berdiri di atas air yang fungsinya jauh lebih besar dari pada sekedar latar foto matahari terbit.

Harga Sewa dan Kapasitas

Jagara Floating Camp menawarkan sewa tenda berukuran sedang seharga 50.000 dengan semprotan penuh warna, serta seukuran tenda dinding, yang berbatasan dengan pemandangan selatan dan pemandangan tenda sebelah utara.

Tenda dinding yang dapat dibuka cukup menampung 3 orang, dan untuk tenda dinding yang berukuran besar dapat menampung 4 orang dengan harga 70.000. 

Lebih dari sekedar tempat wisata, floating camping Jagara menjadi bagian dari pengembangan ekowisata di Desa Wisata Jagara.

Ekowisata sendiri adalah kegiatan wisata yang mengutamakan pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat lokal, dan edukasi lingkungan.

Dengan konsep ini, wisatawan diajak menikmati keindahan alam dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan waduk darma dan desa wisata Jagara.

Dengan keberadaan floating camping Jagara memberikan manfaat bagi masyarakat desa Jagara.

Warga terlibat dalam pengelolaan wisata, penyediaan kuliner, penyewaan perahu, hingga penjualan UMKM.

Dengan demikian, pariwisata tidak hanya memberikan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa jagara. 

Melalui kegiatan floating camping Jagara, wisatawan diajak untuk dekat dengan lingkungan waduk darma.

Wisatawan dapat merasakan secara langsung pentingnya menjaga kebersihan air, mengurangi sampah plastik, dan menghormati ekosistem yang ada di sekitar waduk.

Pengalaman ini secara tidak langsung menumbuhkan kesadaran bahwa alam yang indah harus dijaga agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Floating camping Jagara membuktikan bahawa desa wisata dapat berkembang melalui inovasi yang tetap menghormati alam, tidak harus mewah untuk memberikan pengalaman yang luar biasa.

Dengan memanfaatkan keindahan alam secara bijak dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya, Desa Wisata Jagara berhasil menghadirkan destinasi wisata yang menarik sekaligus berkelanjutan.

Pada akhirnya pengalaman bangun pagi di tengah waduk darma lebih dari sekedar aktivitas wisata.

Pengalaman tersebut menghadirkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam, merasakan kehangatan budaya lokal, mencicipi kuliner khas seperti tutut kuah kuning dan saos padang, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan.

Semua elemen tersebut berpadu menjadi sebuah pengalaman wisata yang utuh dan bermakna.

Floating Camping Jagara
Foto: Dok. Penulis

Penulis: Diana Rahmi Aisah
Mahasiswa Magister Pariwisata, Universitas Pendidikan Indonesia


Dosen Pengampu:
1. Ahmad Hudaiby Galihkusumah, S.ST., M.M.
2. Dr. Ega Tagwali Berman, S.Pd., Eng.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses