Bawang Merah sebagai Ikon di Kabupaten Brebes dan Menjadi Penghasilan Terbesar bagi Masyarakatnya

Bawang Merah Brebes
Sumber: Penulis

Brebes – Sumber daya alam yang terkenal di Kabupaten Brebes salah satunya adalah bawang merah karena Kabupaten Brebes merupakan penghasil bawang merah terbesar di Jawa Tengah, bahkan penghasil terbesar di tanah air pada tahun 2023.

Hal ini berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah dalam angka 2024, Brebes mencatat produksi bawang merah terbesar di tanah air pada tahun 2023 dengan total produksi mencapai 2,89 juta kuintal.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dilihat dari sisi astronomisnya dengan iklim tropis dan curah hujan rata rata 18,94mm per bulan, menjadikan Kabupaten Brebes memiliki potensi yang besar untuk pengembangan produk pertanian, seperti bawang merah, dan menjadikan Brebes sebagai sentra penghasil bawang merah terbesar di Indonesia dengan kontribusi sebesar 18,5% dari produksi nasional.

Tak hanya itu, bawang merah hasil petani di Kabupaten Brebes memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri yang menjadikan bawang merah sebagai sumber penghasilan terbesar bagi masyarakat di Kabupaten Brebes.

Bawang merah di Kabupaten Brebes memiliki potensi yang sangat besar bagi tanah air jika para petaninya sudah mahir dalam mengelola bawang merah yang semakin susah karena dipengaruhi beberapa faktor. Salah satu tantangannya adalah curah hujan yang semakin tidak stabil.

Selain itu banyak petani yang juga tidak memiliki akses ke teknologi modern sehingga tidak dapat mengetahui pupuk tanaman yang efisien memiliki karakteristik yang bagaimana, hal ini juga memicu pemalsuan pupuk tanaman oleh oknum tertentu dan petani tidak mengetahuinya karena keterbatasan teknologi.

Baca Juga: Langkah Cerdas Mahasiswa IPB dalam Pengolahan Limbah Pertanian menjadi Pupuk Kompos Organik bagi Pertanian Desa Sukamaju, Kabupaten Bandung

“Petani bawang merah di Brebes membudidayakannya pada satu musim dengan dua kali tanam, yaitu musim penghujan, tetapi ada juga yang menanamnya pada musim kemarau tergantung lahan dan ketersediaan air,” jelas Bapak Tarto, selaku narasumber.

Beliau mengatakan petani di Kabupaten Brebes terutama di Kecamatan Ketanggungan belum menemukan cara yang efektif untuk memproduksi bawang merah di musim kemarau karena kurangnya ketersediaan air. Hal ini masih menjadi tantangan untuk para petani tersebut.

Bawang merah Brebes memiliki karakteristik yang membedakannya dari varietas lain yaitu memiliki ukuran yang lebih besar dengan bentuk bulat dan berwarna merah keunguan, memiliki rasa yang lebih manis dan sedikit pedas, menjadikannya sangat populer sebagai bumbu masakan.

Tak hanya itu bawang merah Brebes memiliki keunggulan yang dikenal dengan kualitasnya tinggi, baik dari segi rasa, aroma maupun masa simpan yang lebih lama, menjadikannya memiliki harga yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan varietas lain.

Bawang merah dapat dipanen kurang lebih dalam waktu dua bulan tergantung bibit dan pertumbuhannya. Jika bibit yang ditanam sudah memiliki masa simpan yang cukup lama, maka pertumbuhannya maksimal dan mempercepat waktu panen.

Harga jual di pasar juga tidak menentu hal ini disebabkan karena beberapa faktor yaitu musim panen, permintaan dan penawaran pasar, kualitas dan ukuran, dan kebijakan pemerintah.

Maka dari itu banyak petani di kabupaten yang tidak menjual bawang merahnya ketika harga turun dan lebih memilih untuk dijadikan bibit di penanaman berikutnya.

Baca Juga: Pentingnya Peran Generasi Z di Pertanian Indonesia Saat Ini

Dengan pencapaian yang sudah di dapatkan oleh Kabupaten Brebes diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam sektor pertanian. Kabupaten Brebes tidak hanya menjadi kebanggan bagi Jawa Tengah tetapi juga seluruh Indonesia.

Dengan segala upaya yang telah dan akan dilakukan, diharapkan Kabupaten Brebes dapat terus memimpin produksi bawang merah dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakatnya.

 

Penulis: Anggi Maharani
Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses