Besi Tua yang Beryawa: Kisah Motor Klasik dan Kastem

Budaya Motor Klasik dan Kastem
Motor Klasik dan Kastem (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Kadang orang lihat motor tua cuma sebagai rongsokan—berkarat, usang, dan kayaknya udah nggak ada gunanya. Tapi buat sebagian orang, justru di situlah letak “nyawanya”. Motor klasik dan kustom itu bukan sekadar kendaraan, tapi punya cerita, punya karakter, dan sering kali punya nilai yang nggak bisa diukur dengan uang.

Motor klasik biasanya datang dari zaman dulu, di mana desainnya masih simpel tapi berkarakter banget. Suara mesinnya khas, tampilannya beda dari motor sekarang, dan ada sensasi tersendiri waktu dikendarai. Buat yang suka, naik motor klasik itu rasanya kayak lagi nostalgia, walaupun mungkin nggak hidup di zamannya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Nah, dari motor-motor tua itu juga lahir dunia kustom. Di sinilah kreativitas main. Motor yang tadinya kelihatan “capek” bisa disulap jadi keren banget sesuai selera pemiliknya. Mau gaya simpel, sangar, atau unik sekalian—semuanya bebas. Nggak ada aturan baku, yang penting cocok sama karakter yang punya.

Baca juga:Apa itu Modifikasi Motor: Definisi, Jenis, Regulasi, dan Estimasi Biaya

Proses bikin motor kustom juga nggak instan. Kadang harus bongkar sana-sini, cari spare part yang susah didapat, belum lagi kalau ada yang harus dibuat dari nol. Tapi justru di situ serunya. Ada rasa puas yang beda ketika motor itu akhirnya jadi dan bisa dipakai jalan.

Yang menarik lagi, dunia motor klasik dan kustom ini punya komunitas yang solid. Orang-orang yang awalnya nggak kenal bisa langsung akrab cuma gara-gara sama-sama suka motor. Ngobrol soal mesin, sharing pengalaman, sampai touring bareng,semuanya jadi bagian dari gaya hidup.

Jadi, “besi tua yang bernyawa” itu bukan cuma kiasan. Buat para pecintanya, motor-motor ini benar-benar hidup.karena di balik setiap baut dan suara mesin, ada cerita, usaha, dan rasa cinta yang nggak main-main.

 


Penulis: Fadilah (251012400306)
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Ibu Yunita Kwartarani, S.Pd., M.Pd


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses