Yogyakarta, 8 September 2025, MMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama ibu-ibu PKK RW 20 Desa Lowanu menggelar kegiatan kreatif berupa pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Lowanu, Yogyakarta, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sarana edukasi pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Vera Yuli Erviana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai cara sederhana mengolah minyak jelantah.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa minyak jelantah tidak harus menjadi limbah yang merugikan lingkungan. Jika diolah dengan benar, ia bisa menjadi produk yang bermanfaat bahkan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Dari Limbah Jadi Produk Bernilai
Dalam pelatihan ini, minyak jelantah yang sudah disaring kemudian dicampur dengan bahan tambahan dan pewangi untuk menghasilkan lilin aromaterapi.
Para ibu-ibu PKK dengan antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, hingga pencetakan lilin. Hasilnya, lahirlah produk sederhana yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha rumah tangga.
Salah satu ibu PKK mengungkapkan kegembiraannya. “Ternyata minyak jelantah bisa dimanfaatkan lagi. Biasanya saya hanya simpan dalam botol untuk dikumpulkan, atau ada juga yang menjual ke pengepul. Setelah tahu bisa dibuat lilin wangi seperti ini, kami jadi punya ide baru untuk menambah penghasilan,” tuturnya.
Warga Sudah Punya Kesadaran, Tapi Perlu Alternatif
Sebelumnya, sebagian warga Lowanu memang masih membuang minyak jelantah secara sembarangan, misalnya ke saluran air. Namun, tidak sedikit pula yang sudah mulai lebih peduli dengan cara menjualnya ke pengepul atau menyimpannya dalam botol plastik untuk kemudian diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Yogyakarta.
Kehadiran mahasiswa KKN UAD dengan program pembuatan lilin aromaterapi ini menjadi bentuk alternatif baru dalam pengelolaan minyak jelantah. Dengan cara tersebut, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari produk yang dihasilkan.
Baca Juga: Inovasi Mahasiswa PMM UMM Mengubah Limbah Minyak Jelantah dan Bunga Mawar Menjadi Lilin Aromaterapi
Edukasi dan Kebersamaan
Suasana hangat terlihat di Balai Desa saat mahasiswa dan ibu-ibu PKK bekerja sama membuat lilin. Selain praktik langsung, mahasiswa juga menyampaikan edukasi tentang dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan apabila dibuang sembarangan, seperti mencemari air, menyumbat saluran, dan merusak ekosistem.
“Kami berharap warga bisa semakin bijak dalam mengelola limbah rumah tangga. Membuat lilin aromaterapi adalah salah satu contohnya, dan ini juga bisa menjadi keterampilan baru untuk pemberdayaan masyarakat,” jelas salah satu mahasiswa KKN.
Menuju Desa Ramah Lingkungan
Kegiatan pembuatan lilin aromaterapi ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil. Dengan sinergi antara mahasiswa, ibu-ibu PKK, dan dukungan DPL, masyarakat RW 20 Desa Lowanu kini memiliki keterampilan tambahan dalam memanfaatkan limbah rumah tangga.
“Harapannya kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai pelatihan, tetapi juga bisa ditindaklanjuti sebagai usaha kecil berbasis lingkungan yang memberdayakan warga,” tutup Ibu Vera Yuli Erviana.
Penulis: KKN Alternatif 99 UAD, unit II.A.1
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan
Dosen Pengampu: Dr. Vera Yuli Erviana, M.Pd.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












