Peternakan kelinci kini makin efisien dengan pakan hijauan yang diolah menjadi pellet. Tidak hanya lebih awet, tapi juga sehat dan hemat. Kelinci hanya menyukai wortel? Faktanya, 70–80% kebutuhan makan kelinci berasal dari serat kasar yang banyak terdapat dalam hijauan seperti rumput, daun-daunan, dan jerami.
Pakan berserat ini penting untuk menjaga sistem pencernaan kelinci tetap sehat, terutama mencegah gangguan seperti kembung dan diare. Namun, tantangan muncul saat musim kemarau tiba. Persediaan hijauan bisa menipis, kualitasnya turun, bahkan cepat membusuk.
Di sinilah inovasi pakan pellet dari hijauan menjadi penyelamat bagi peternak kelinci. Pakan pellet adalah hasil pengolahan hijauan (misalnya daun lamtoro, daun pepaya, rumput lapang, dan limbah pertanian) yang dikeringkan, digiling, lalu dipadatkan menjadi butiran kecil menggunakan mesin.
Pellet untuk kelinci biasanya berukuran kecil (2–4 mm) agar mudah dikunyah dan dicerna. Dengan bentuk dan komposisi yang stabil, pellet jadi solusi cerdas yang bisa disimpan dalam waktu lama tanpa kehilangan nilai gizi.
Keunggulan pakan pellet bagi kelinci adalah praktis dan tahan lama serta nutrisi seimbang, diformulasikan sesuai kebutuhan kelinci: tinggi serat, cukup protein, dan rendah lemak. Tambahan vitamin dan mineral juga bisa dicampurkan saat proses pencetakan.
Proses Pembuatan Pellet Hijauan untuk Kelinci
Pengumpulan bahan hijauan (rumput, berbagai limbah pertanian misal daun singkong), pengeringan hijauan, penggilingan hijauan, pencampuran bahan baku nutrisi lain (dedak halus, tepung jagung, ampas tahu kering, sedikit molase, dan mineral mix sesuai formula). Pencetakan dengan mesin pellet lalu pellet keringkan dan kemas.
Peluang Bisnis
Tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, pellet pakan kelinci juga punya potensi bisnis rumahan. Banyak komunitas kelinci hias dan pedaging di kota-kota besar mencari alternatif pakan yang praktis dan bergizi. Modal awal bisa dimulai dari alat sederhana, lalu berkembang ke produksi kecil-menengah.
Membuat pellet dari hijauan lokal adalah solusi yang berkelanjutan bagi peternak kelinci. Selain meminimalkan limbah hijauan, pellet juga menjaga kualitas pakan sepanjang tahun. Kini, saatnya beralih ke pakan yang lebih modern dan efisien.
Baca Juga: Pengembangan Marketing dan Pelayanan Peternakan Kelinci
Tantangan dalam pengembangan pakan pellet kelinci adalah masih minimnya pengetahuan bahan baku hijauan yang bisa digunakan dalam pakan pellet serta akses yang cukup mahal tekait pengadaan mesin pellet dan akses perawatan terhadap mesin pellet.
Kendala tersebut masih bisa diselesaikan dengan pendekatan pengembangan inovasi kedepannya mengingat peluang bisnis pakan pellet kelinci ini cukup menjanjikan.
Penulis: Romi Zamhir Islami
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












