Dari Sampah Jadi Manfaat: Upaya Mahasiswa KKN UAD Mengelola Sampah bersama Warga

Mengelola Sampah
Kegiatan Penyaluran Sampah Anorganik Warga Melalui Bank Sampah (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Yogyakarta, MMI – Di tengah persoalan sampah masih menjadi tantangan di Kota Yogyakarta. Meskipun berbagai program telah digulirkan, termasuk Masyarakat Jogja Olah Sampah (MasJOS), kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya masih membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN bersama warga Warungboto berupaya menghadirkan langkah konkret melalui pengelolaan sampah yang terhubung langsung dengan kebutuhan lingkungan dan warga.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan yang tergabung dalam KKN 102 Unit II.C.2 melaksanakan kegiatan pengelolaan lingkungan bersama warga RW 8 RT 31 dan RT 32, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan ini berlangsung selama periode KKN November hingga Desember 2025 sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga.

Program yang dijalankan terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu Gerakan Shodaqoh Sampah dan Lorong Sayur. Kedua kegiatan ini dirancang saling berkaitan, dimulai dari pemilahan sampah rumah tangga hingga pemanfaatannya kembali untuk kepentingan masyarakat, sehingga tercipta alur pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan.

Baca juga: Tumpukan Sampah di Ciputat: Lemahnya Pengelolaan dan Kurangnya Kesadaran Warga dalam Darurat Sampah

Pada Gerakan Shodaqoh Sampah, fokus kegiatan diarahkan pada pengelolaan sampah anorganik, khususnya botol plastik yang selama ini masih banyak bercampur dengan sampah rumah tangga.

Mahasiswa KKN 102 Unit II.C.2 memfasilitasi keberadaan Omah Botol sebagai tempat pengumpulan sampah anorganik milik warga, yang berfungsi sebagai pusat pemilahan sekaligus penampungan sementara sebelum sampah tersebut dikelola lebih lanjut.

Kehadiran Omah Botol diharapkan dapat memudahkan warga dalam menyalurkan sampah botol plastik secara terpusat dan terorganisir, sekaligus membiasakan masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah.

Kegiatan Penyerahan Omah Botol Kepada Warga (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Sebagai penguatan kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi melalui pertemuan warga yang didampingi oleh tim ahli di bidang pengelolaan sampah. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah anorganik, tata cara pengelolaan botol plastik yang benar, serta potensi manfaat lingkungan dan ekonomi yang dapat diperoleh.

Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya diajak untuk mengumpulkan sampah, tetapi juga memahami nilai dari pengelolaan sampah yang dilakukan secara bersama-sama. Botol plastik yang terkumpul kemudian dijual, dan hasil penjualannya dikembalikan kepada warga sebagai kas warga, sebagai bentuk manfaat langsung yang dapat dirasakan dari pengelolaan sampah anorganik.

Kegiatan Sosialisasi Gerakan Shodaqoh Sampah Bersama Tim Ahli (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pengelolaan sampah tidak hanya difokuskan pada sampah anorganik, tetapi juga menyasar sampah organik yang berasal dari sisa olahan dapur rumah tangga warga. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melibatkan ibu-ibu PKK sebagai perantara pendataan dan pengumpulan sampah organik dari warga. Keterlibatan ibu-ibu PKK dinilai efektif karena memudahkan koordinasi serta memastikan proses pengumpulan berjalan lebih teratur dan merata.

Sampah organik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan melalui pembuatan biopori. Mahasiswa KKN menggunakan ember cat bekas untuk wadah biopori yang ditanam di dalam tanah hal ini dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan barang bekas, menyesuaikan dengan keterbatasan lahan di lingkungan warga.

Pemanfaatan wadah tersebut juga bertujuan untuk meminimalkan bau pembusukan. Sampah organik dimasukkan ke dalam media biopori untuk mengalami proses penguraian secara alami hingga menghasilkan kompos. Kompos yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dalam program Lorong Sayur.

Kegiatan Pengecheckan Biopori (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Sebagai tindak lanjut pemanfaatan kompos hasil biopori, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan penanaman sayuran menggunakan media tanam polybag yang melibatkan anak-anak warga setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan edukasi lingkungan sejak dini sekaligus mengenalkan praktik sederhana pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk. Melalui kegiatan menanam bersama, anak-anak diajak memahami proses pertumbuhan tanaman serta pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan Menanam bersama Anak-Anak Warungboto (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain penanaman menggunakan media polybag, mahasiswa KKN juga mengembangkan budidaya sayuran melalui sistem hidroponik sebagai bagian dari program Lorong Sayur. Kegiatan hidroponik ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari proses penyemaian benih sayuran, perawatan bibit, hingga peremajaan tanaman sebelum dipindahkan ke instalasi hidroponik. Seluruh tahapan dilakukan dengan pendampingan mahasiswa KKN agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.

Kegiatan Panen Selada Hidroponik (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Setelah tanaman dipindahkan ke instalasi hidroponik, perawatan dilakukan secara rutin dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi, kebersihan media tanam, serta kondisi pertumbuhan tanaman. Proses perawatan ini berlangsung hingga tanaman memasuki masa panen.

Hasil panen hidroponik diharapkan tidak hanya mendukung ketersediaan pangan skala lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga mengenai praktik budidaya tanaman yang efisien, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap keterbatasan ruang permukiman.

Baca juga: Pengaruh Sistem Hidroponik terhadap Lingkungan dan Efisiensi Penggunaan Air

Program Lorong Sayur tidak hanya berfungsi sebagai upaya penghijauan dan penataan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga. Hasil panen sayuran dijual dan selanjutnya dikelola sebagai kas warga. Dengan demikian, manfaat dari pengelolaan sampah organik dapat dirasakan secara langsung sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan lingkungan yang telah dijalankan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 102 Unit II.C.2 berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, memperkuat semangat gotong royong, serta mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang lebih bersih dan berdaya.

Program ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan sampah yang masih dihadapi Kota Yogyakarta.

Dokumentasi Kegiatan Budidaya Lorong Sayur (Sumber: Dokumentasi Penulis)

 


Penulis:

1. Muhammad Zaky Anwar (2100005273)
2. Muhammad Zubet Bati Susanto (2100022025)
3. Freda Kartika Zuhri (2200001069)
4. Nanda Apriliani Saputri (2200009023)
5. Zahra Agustina (2200016106)
6. Gita Zhahra Puspita (2200026195)
7. Alfyana Umala (2200030343)
8. Hanif Setiawan (2200031034)
9. Harumi Harfi Hutami (2200034049)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Dosen Pengampu: Yahya Hanafi, M.Sc


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses