Tumpukan Sampah di Ciputat: Lemahnya Pengelolaan dan Kurangnya Kesadaran Warga dalam Darurat Sampah

tumpukan sampah tangsel
Tumpukan Sampah di Ciputat: Lemahnya Pengelolaan dan Kurangnya Kesadaran Warga dalam Darurat Sampah. Sumber: MMI.

Ciputat, sebagai salah satu kawasan padat penduduk di Kota Tangerang Selatan, dalam beberapa bulan terakhir ini dihadapkan dengan permasalahan klasik perkotaan yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan, yaitu masalah sampah.

Penumpukkan sampah ini sudah terlihat mulai dari pinggir jalan, area pemukiman warga, hingga pasar tradisional. Bau yang menyengat dan mengganggu kebersihan warga kini menjadi keluhan masyarakat sekitar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Fenomena ini bukan hanya sekadar persoalan teknis, tetapi juga menggambarkan masalah dalam sistem pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Ada faktor penyebab utama terjadinya penumpukkan sampah di Ciputat yaitu:

1. Penutupan TPA Cipeucang

TPA Cipeucang ditutup karena sampah melebihi volume harian yang mencapai 1.000 ton, sedangkan kapasitasnya hanya sekitar 300 hingga 400 ton seharinya.

2. Volume sampah yang meningkat

Seiringnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Ciputat terutama di area pasar tradisional, menyebabkan produksi sampah yang terus meningkat pesat. Sayangnya, peningkatan ini tidak dibarengi dengan adanya kapasita pengelolaan yang memadai.

3. Kurangnya kesadaran masyarakat

Banyak warga setempat yang masih membuang sampah sembarangan atau tidak memilah sesuai sampah organik ataupun anorganik. Juga kesadaran untuk membayar kebersihan masih rendah, sehingga pendanaan operasional pengangkutan menjadi terbatas.

4. Minimnya fasilitas pembuangan

Di beberapa wilayah Tangerang Selatan kurangnya tempat penampugan sementara (TPS) yang layak.

Dampak pengelolaan sampah yang buruk sangat terasa, secara lingkungan sampah dapat mencemari tanah dan air, merusak ketatanan kota, juga mengganggu ekosistem.

Baca Juga: Tumpukan Sampah Mengancam Kehidupan Masyarakat Lahan Basah: Apa Dampaknya?

Secara kesehatan, tumpukkan sampah menjadi sarang lalat, tikus, hingga hewan-hewan penyakit yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi masyarakat, seperti diare, demam berdarah, hingga infeksi saluran pernapasan akibat udara yang tercemar. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap penyakit.

Selain itu, dari sisi sosial dan ekonomi, tumpukan sampah juga berdampak pada menurunnya kenyamanan hidup warga serta citra kawasan Ciputat itu sendiri.

Lingkungan yang kotor dan berbau dapat menurunkan nilai estetika kota, mengganggu aktivitas perdagangan di pasar tradisional, serta berpotensi mengurangi minat masyarakat luar untuk berkunjung atau berinvestasi di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, permasalahan sampah di Ciputat perlu segera ditangani secara serius dan menyeluruh. Pemerintah daerah perlu meningkatkan sistem pengelolaan sampah, mulai dari penambahan fasilitas TPS, optimalisasi armada pengangkut, hingga mencari solusi jangka panjang pasca-penutupan TPA Cipeucang.

Baca Juga: Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah

Sebagai penutup, masalah sampah di Ciputat menunjukkan bahwa pengelolaan yang ada belum maksimal dan kesadaran masyarakat masih rendah. Penumpukan sampah yang terus terjadi tentu berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan warga.

Karena itu, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah perlu memperbaiki sistem dan fasilitas, sementara warga juga harus lebih peduli dalam mengelola dan membuang sampah. Dengan upaya bersama, kondisi ini masih bisa diperbaiki.


Penulis:
1. Aufa Faiq Za’ari (251010501056)
2. Febry Salsabila (251010503415)
3. Muhammad Agung Hasbiyallah(251010504369)
4. Rizka Rahmadhani (251010501016)
5. Zahara Nazwa Noor ( 251010503536)
Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Yeni Septiani, S.E., M.M.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses