Cara Mencegah Demam Berdarah

Opini
Ilustrasi: istockphoto

Yuk Kenali Apa itu Demam Berdarah Dengue atau Biasa Disebut DBD!

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, yang sangat baik untuk pertumbuhan hewan maupun tumbuhan. Selain itu, Indonesia merupakan tempat berkembangnya penyakit, terutama penyakit yang dibawa oleh vektor yaitu organisme penyebar agen patogen dari inang ke inang, seperti nyamuk.

Salah satu penyakit yang dibawa oleh nyamuk yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang  disebabkan oleh virus dengue yang ditransmisikan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Setiap tahun, kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia cenderung meningkat pada pertengahan musim penghujan sekitar bulan Januari, dan cenderung turun pada bulan Februari hingga ke penghujung tahun.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Pertolongan Pertama pada Anak Demam

Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Program PSN, yaitu:

  1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain.
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
  3. Memanfaatkan kembali, atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.

Faktor Penyebab terjadinya DBD

1. Curah hujan tinggi

Hujan terus-menerus dapat menimbulkan genangan air di berbagai tempat, termasuk di sekitar pemukiman. Genangan-genangan air biasanya terbentuk di talang air, ban bekas, kaleng atau botol bekas, pelepah daun, hingga lubang pohon.

Genangan yang terbentuk akibat curah hujan tinggi ini akan menjadi tempat bagi nyamuk berkembang biak. Saat populasi nyamuk penyebab DBD meningkat, maka risiko penularan virus dengue di masyarakat akan meningkat pula.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menyingkirkan, menutup, dan menguras benda-benda di rumah yang berpotensi menimbulkan genangan air, seperti pot, drum, atau toren air sebelum hujan tiba, guna mencegah nyamuk berkembang biak dan menularkan penyakit.

2. Pernah menderita demam berdarah

Seseorang bisa terinfeksi virus dengue yang menyebabkan DBD sebanyak 4 kali selama hidupnya. Jika seseorang pernah mengalami demam dengue sebelumnya, maka ia berisiko tinggi terkena DBD apabila kembali terinfeksi virus dengue.

3. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah

Penelitian menunjukkan bahwa daya tahan tubuh memengaruhi respons tubuh terhadap infeksi virus dengue. Daya tahan tubuh yang kuat hanya akan menyebabkan gejala ringan saat seseorang terkena demam berdarah.

Sementara pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah, infeksi virus dengue dapat menyebabkan DBD dengan gejala yang parah, seperti kebocoran pembuluh darah dan peradangan hebat, terutama pada mereka yang memiliki penyakit penyerta.

4. Kebiasaan menggantung baju di kamar

Gantungan baju di kamar dapat menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. Hal ini karena setelah menggigit manusia, nyamuk Aedes Aegypti betina senang beristirahat di tempat gelap, seperti di sela-sela baju yang tergantung.

Baca Juga: Pengaruh Musim Pancaroba terhadap Kesehatan Manusia

Mari Kita Cegah dengan 3M, Ada Apa Aja sih?

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti:

  1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan;
  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk;
  3. Menggunakan kelambu saat tidur;
  4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk;
  6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Penulis: Firda Azkia Rahma
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Maju

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI