Padang, MMI – Komitmen perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat kembali diwujudkan oleh dosen Universitas Syedza Saintika Padang melalui program pengabdian masyarakat inovatif bertajuk “SIGAP-Fe Gurun Laweh: Model Pemberdayaan Berbasis Keluarga untuk Mencegah Anemia Ibu Hamil pada Situasi Banjir Berulang di Kota Padang.” Program ini dilaksanakan di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, dengan melibatkan kader posyandu sebagai ujung tombak penguatan kesehatan ibu hamil di wilayah rawan banjir.
Kegiatan ini merupakan program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) Tahun Anggaran 2026. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bukti nyata kepercayaan pemerintah terhadap peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi inovatif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Program SIGAP-Fe dipimpin oleh Febby Herayono, M.Keb bersama tim dosen multidisiplin Universitas Syedza Saintika. Program ini hadir sebagai respon terhadap tingginya risiko gangguan kesehatan ibu hamil saat banjir, terutama meningkatnya risiko anemia akibat terganggunya akses pelayanan kesehatan, ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD/Fe), hingga keterbatasan pemenuhan gizi selama kondisi darurat.
Kelurahan Gurun Laweh diketahui menjadi salah satu wilayah di Kota Padang yang kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada terganggunya pemantauan kesehatan ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus dan berkelanjutan.
Melalui program SIGAP-Fe, kader posyandu mendapatkan penguatan kapasitas melalui edukasi tentang bahaya anemia pada kehamilan, strategi pemenuhan gizi ibu hamil saat banjir, optimalisasi penggunaan Buku KIA, hingga pelatihan skrining risiko anemia sederhana berbasis komunitas. Tim pengabdian juga menghadirkan berbagai media edukasi dan alat bantu pemantauan untuk mendukung pendampingan ibu hamil secara berkelanjutan di masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan, Febby Herayono, M.Keb. menyampaikan bahwa kader posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan ibu hamil, terutama ketika akses layanan kesehatan formal mengalami hambatan akibat bencana.
“Kader posyandu adalah garda terdepan di masyarakat. Melalui SIGAP-Fe, kami ingin memperkuat peran kader agar mampu menjadi pendamping aktif bagi ibu hamil dalam mencegah anemia, meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe, serta membantu deteksi dini risiko kesehatan meskipun dalam situasi banjir,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, simulasi, dan praktik langsung. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif kader dalam penggunaan Buku KIA, simulasi skrining risiko anemia, hingga strategi pendampingan ibu hamil berbasis komunitas.
Program SIGAP-Fe juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3 yaitu Good Health and Well-Being, khususnya dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan mencegah anemia pada kehamilan. Lebih dari sekadar kegiatan pengabdian, program ini menjadi langkah nyata Universitas Syedza Saintika dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat berbasis kader dan kesiapsiagaan bencana.
Melalui kegiatan ini, Universitas Syedza Saintika berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, memperkuat kesiapsiagaan keluarga, serta menjaga kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan di wilayah rawan banjir Kota Padang.
Penulis:
- Febby Herayono, M.Keb
- Dr. Rahmi Novita Yusuf, M.Biomed
- Aurora Alifa, MPH
Dosen UNSYKA
Editor: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












