FOMO dan Kehidupan yang Berisik

kunci menjaga kesehatan mental
Ilustrasi Fenomena FOMO (Gambar: Dok. MMI)

Pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial yang selalu diperbarui sangat menunjang teknologi pada masa ini untuk terus berkembang dan memudahkan kita untuk melihat dunia dengan lebih luas lagi.

Tren terbaru, makanan viral, tempat viral, barang branded, dan seluruh aktivitas teman kita dapat dengan mudah kita lihat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Namun, adanya kemudahan ini membuat kita tidak lepas dari fenomena yang namanya FOMO (Fear Of Missing Out), terutama pada generasi muda seperti Gen Z, di mana ada rasa takut tertinggal informasi, pengalaman, dan tren yang ramai dibicarakan di media sosial.

FOMO muncul akibat adanya penggunaan media sosial yang berlebihan.

Unggahan di media sosial selalu menarik perhatian banyak orang dan penuh dengan kehidupan yang tampak sangat menyenangkan, seperti hidup estetik, pencapaian akademik, liburan, produktivitas, dan lainnya.

Saat melihat hal seperti itu, tanpa disadari kita mulai membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain dan muncul rasa tidak puas terhadap kehidupan kita sendiri karena merasa hidup tidak seideal yang ada di media sosial.

Selain itu, media sosial selalu membuat kehidupan di sekeliling kita terasa berisik dan sibuk.

Di malam hari, kita akan tetap mendengar berbagai notifikasi yang berdatangan.

Hal inilah yang membuat seseorang merasa bahwa jika tidak membuka gadget dalam satu hari, maka kita akan tertinggal dari banyak hal, dan ini membuat hidup akhirnya dipenuhi rasa terburu-buru.

FOMO juga dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental kita.

Rasa terburu-buru dan takut tertinggal dapat membuat orang stres, takut atau cemas, bahkan bisa sampai mengalami kelelahan mental.

Dengan membandingkan diri kita dengan semua pencapaian orang-orang di luar sana, dapat membuat kita merasa tidak percaya diri dengan apa yang kita punya.

Namun, media sosial sebenarnya memiliki dampak positif dan manfaat yang banyak jika kita menggunakannya dengan bijak.

Media sosial dapat memperluas relasi, mempermudah komunikasi, dan tentunya mendapatkan informasi dengan sangat mudah.

Tetapi, hal inilah yang harus kita perhatikan karena sebagai pengguna kita harus mampu membatasi diri agar tidak terlalu bergantung dengan gaya hidup yang terlihat ideal di media sosial.

Tidak semua yang diunggah di media sosial itu menggambarkan kejadian yang sebenarnya, dan seseorang cenderung akan membagikan sisi baik dirinya saja di media sosial.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial, mengurangi durasi layar, dan mengurangi penggunaan gadget.

Mulailah menikmati waktu bersama keluarga, fokus pada kehidupan nyata kita, dan tidak membandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain yang tampak indah di media sosial.

Hal-hal tersebut dapat membantu kita terlepas dari FOMO.

Pada akhirnya, FOMO (Fear Of Missing Out) adalah fenomena yang muncul karena pesatnya perkembangan teknologi.

Era digital ini membuat seseorang selalu takut merasa tertinggal dan tidak menghargai diri sendiri.

Tanpa disadari, hal itulah yang membuat seseorang kehilangan percaya diri dan kehilangan ketenangan.

Maka dari itu, kita sebagai generasi yang hidup di era teknologi canggih harus bijak dalam menggunakan media sosial agar kita dapat menikmati kehidupan kita dengan sehat.


Penulis: Annisa Thania Orienna
Mahasiswa Prodi Kedokteran, Universitas Yarsi


Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S.Pd., M.Pd


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses