Implementasi Strategi UMKM Kebuli Abuya Menggunakan SWOT-BMC

Kebuli Abuya
UMKM Kebuli Abuya

Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2022 sampai dengan 2023. Pada tahun 2023, pelaku usaha UMKM telah mencapai sekitar 66 juta unit (Kadin Indonesia, 2023). Di tengah ketatnya persaingan ini dan dinamika pasar yang terus berkembang, UMKM perlu menerapkan strategi yang tepat untuk mencapai kesuksesan dan keberlanjutan usahanya.

Namun, terdapat kelemahan yang ditemukan dari Kebuli Abuya Dramaga Bogor yaitu outlet yang tidak luas, area parkir yang tidak luas, fasilitas yang kurang memadai, dan lokasi yang tidak tertutup dan dekat dengan jalan raya sehingga bising. Artikel ini akan mengupas bagaimana faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhi analisis strategi Kebuli Abuya Cabang Dramaga Bogor sebagai UMKM dapat bertahan dan mencapai kesuksesannya di tengah tantangan-tantangan yang dihadapinya.

Tantangan dan kelemahan yang dihadapi oleh UMKM dapat dianalisis melalui analisis SWOT dan Business Model Canvas (BMC). Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh organisasi sedangkan BMC digunakan untuk menggambarkan model bisnis organisasi secara visual. Dengan mengkombinasikan analisis SWOT, BMC, dan memberikan rekomendasi strategis berdasarkan hasil analisis yang dilakukan.

Bacaan Lainnya
DONASI

Analisis SWOT UMKM Kebuli Abuya Dramaga

Penggunaan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) diharapkan agar UMKM Kebuli Abuya Dramaga dapat lebih menyadari terkait dengan kekuatan dan kelemahan yang ada, apa-apa saja yang menjadi ancaman, serta peluang apa saja yang dapat diambil dan dimanfaatkan oleh UMKM Kebuli Abuya Dramaga.

Gambar 1. Analisis SWOT UMKM Kebuli Abuya Dramaga
Sumber: Hasil Wawancara

Berdasarkan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) yang didapat dilakukan perhitungan dengan metode IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) dan juga  EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary). Dari perhitungan IFAS diperoleh bahwa faktor yang menjadi kekuatan utama UMKM Kebuli Abuya cabang Dramaga yaitu pelayanannya yang baik dengan skor sebesar 0,75.

Sedangkan faktor yang menjadi kelemahan utama UMKM Kebuli Abuya cabang Dramaga yaitu fasilitas yang kurang memadai dengan perolehan skor sebesar 0,38. Sedangkan hasil dari perhitungan EFAS diperoleh bahwa faktor yang menjadi peluang utama UMKM Kebuli Abuya cabang Dramaga yaitu jumlah mahasiswa yang meningkat dengan skor 0,66. Sedangkan faktor yang menjadi ancaman utama UMKM yaitu penjualan berkurang jika kegiatan kampus libur dengan skor sebesar 0,66.

Baca Juga: Analisis Strategi Bisnis pada UMKM XYZ Menggunakan Metode SWOT dan Lean Canvas

Oleh karena itu, UMKM Kebuli Abuya cabang Dramaga berada di posisi grow and build pada Matriks Internal dan Eksternal (IE). Pada posisi tersebut hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu UMKM ini agar dapat terus mempertahankan eksistensinya dan juga agar dapat berkembang pesat yaitu antara lain dengan cara backward/forward/horizontal integration, market penetration, market development, dan product development.

Gambar 2. Analisis Matriks IE UMKM Kebuli Abuya Dramaga Sumber: Olahan Penulis.

Analisis Business Model Canvas UMKM Kebuli Abuya

UMKM Kebuli Abuya Dramaga menargetkan semua gender dan kalangan di Dramaga, Bogor, dan sekitarnya, terutama mahasiswa IPB dan masyarakat umum. Produk mereka menawarkan bahan berkualitas, harga terjangkau, aroma rempah khas Timur Tengah, dan pelayanan ramah. Bisnis ini menjangkau pelanggan melalui kedai fisik, media sosial, dan platform e-commerce seperti Shopee Food dan Grab Food. Hubungan pelanggan dijaga dengan promosi word-of-mouth, penawaran khusus, dan banyaknya cabang.

Untuk sumber daya utama dari UMKM Kebuli Abuya Dramaga mencakup SDM, alat produksi, brand, dan sumber daya finansial, sementara aktivitas utama mencakup penjualan B2B dan B2C. Kemitraan dengan pemasok bahan baku, instansi terkait, dan event tertentu mendukung operasional. Struktur biaya mencakup alat produksi, hak paten, pemasaran, distribusi, dan operasional, dengan pendapatan berasal dari penjualan offline dan online, royalti, serta subsidi dari kerja sama. Business Model Canvas ini menggambarkan bagaimana Kebuli Abuya merancang, mengoperasikan, dan mengembangkan bisnisnya untuk menciptakan dan memberikan nilai kepada pelanggan.

Gambar 3. Analisis Business Model Canvas di UMKM Kebuli Abuya
Sumber: Hasil Wawancara.

Analisis SWOT pada BMC UMKM Kebuli Abuya Dramaga

Ditinjau dari faktor internalnya, model bisnis ini memiliki lebih banyak kekuatan (24) daripada kelemahan (8). Namun, dengan skor total 47,0 dari 160, model ini hanya mencapai sekitar 29,4% dari potensi maksimalnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa area yang kuat, masih banyak ruang untuk perbaikan, terutama dalam revenue streams dan cost structure. Perusahaan perlu fokus mengatasi kelemahan ini dan mengoptimalkan kekuatan yang ada untuk meningkatkan performa keseluruhan model bisnis. Berikut adalah hasil perhitungan skor kekuatan dan kelemahan BMC di UMKM Kebuli Abuya Dramaga.

Gambar 4. Skor Kekuatan dan Kelemahan BMC Sumber: Olahan Penulis.

Ditinjau dari faktor eksternalnya, model bisnis ini memiliki lebih banyak peluang (22) daripada ancaman (10). Namun, dengan skor total 46,0 dari 160, model ini hanya mencapai sekitar 28,75% dari potensi maksimalnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun banyak peluang, ancaman yang ada cukup signifikan dan dapat menghambat perkembangan jika tidak ditangani dengan baik, terutama dalam key partners, value propositions, dan key resources. Dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan peluang, mengurangi ancaman, dan meningkatkan performa serta daya saing model bisnisnya. Berikut hasil perhitungan skor peluang dan ancaman terkait BMC di UMKM Kebuli Abuya Dramaga.

Baca Juga: Penerapan Lean Manufacturing pada UMKM: Peningkatan Efisiensi dan Kualitas

Gambar 5. Skor Kekuatan dan Kelemahan BMC Sumber: Olahan Penulis.

Secara keseluruhan, perusahaan memiliki lebih banyak kekuatan dan peluang dibandingkan kelemahan dan ancaman. Meskipun demikian, ada area yang memerlukan perbaikan signifikan, terutama dalam revenue streams dan key partners. Perusahaan dapat memanfaatkan peluang dalam revenue streams dan customer relationships untuk meningkatkan kinerja dan daya saingnya. Perbaikan pada komponen yang memiliki skor negatif atau rendah akan sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas model bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Gambar 6. Skor Akhir Analisis SWOT pada BMC di Kebuli Abuya Dramaga Sumber: Olahan Penulis.

Untuk meningkatkan kinerja, Kebuli Abuya Dramaga perlu diversifikasi sumber pendapatan, optimasi harga, dan peningkatan promosi. Hubungan dengan mitra utama harus diperbaiki melalui evaluasi, kemitraan baru, dan komunikasi yang lebih baik.

Baca Juga: Optimalisasi Gen-Z dalam Pengembangan UMKM dan Upgrading SDM Pakisrejo

Sumber daya utama perlu dioptimalkan melalui pelatihan karyawan, pemeliharaan infrastruktur, dan efisiensi operasional. Peluang dalam hubungan pelanggan bisa dimanfaatkan dengan personalisasi layanan, pengumpulan umpan balik, dan peningkatan engagement di media sosial. Kemudian efisiensi biaya harus ditingkatkan melalui analisis, negosiasi dengan pemasok, dan automasi proses bisnis.

Penutup

Berdasarkan hasil penelitian diatas, menunjukkan bahwa UMKM Kebuli Abuya Cabang Dramaga memiliki kekuatan seperti cita rasa makanan ala Timur Tengah, lokasi mudah dijangkau, pelayanan yang baik, dan pemasaran online yang aktif. Namun, terdapat kelemahan seperti outlet dan area parkir yang tidak luas, serta fasilitas kurang memadai perlu diperbaiki. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama adalah pelayanan, sementara kelemahan utama adalah fasilitas. Peluang utama adalah peningkatan jumlah mahasiswa dan ancaman utama adalah penurunan penjualan saat libur kuliah.

Berdasarkan matriks IE, Kebuli Abuya berada di posisi “grow and build” untuk integrasi pasar dan pengembangan produk. Analisis Business Model Canvas (BMC) menunjukkan pemanfaatan e-commerce, media sosial, dan penawaran produk berkualitas dengan harga terjangkau. Dengan SWOT dan BMC, Kebuli Abuya diharapkan dapat menyusun strategi efektif untuk mencapai tujuan bisnis dan keberlanjutan usaha.

Penulis:
1. Muhamad Fadili 
2. Dila Rosalia Amanda
3. Hafiz Syaikhul Musthafa
4. Rizka Maulidia Husna
5. Fairuz Jinan Lam’a
Mahasiswa Jurusan Manajemen IPB University

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Daftar Pustaka

KADIN Indonesia. (2023). UMKM Indonesia. URL: https://kadin.id/data-dan-statistik/umkm-indonesia/. Diakses tanggal 19 Juni 2024.

Rindha, diwawancarai oleh Muhamad Fadili, Mei 2024, Kebuli Abuya, Dramaga Bogor, Indonesia.

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI