Surabaya, MMI – Menjawab tantangan percepatan literasi digital di tingkat pendidikan dasar, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sebuah terobosan platform edukasi bernama GenKiddo Academy.
Melalui platform ini, mereka memperkenalkan sistem pembelajaran terintegrasi yang memadukan Learning Management System (LMS) dengan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) guna menghadirkan pengalaman belajar yang personal dan interaktif bagi anak.
Urgensi di balik inovasi ini berakar pada kurangnya adopsi pembelajaran keterampilan digital esensial dalam kurikulum formal, padahal laporan World Economic Forum memproyeksikan kebutuhan akan keterampilan pemrograman meningkat hingga 64% pada tahun 2030.
Inisiatif ini sejalan dengan penekanan dari Partnership for 21st Century Learning mengenai pentingnya penguasaan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan berpikir komputasional.
Langkah ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah melalui Kemendikdasmen (2024) yang menjadikan coding dan AI sebagai mata pelajaran sejak dini, yang semakin menegaskan peran krusial digitalisasi dalam menciptakan solusi pembelajaran yang lebih mudah diakses oleh anak-anak.
Inovasi utama dari GenKiddo Academy adalah pengembangan Learning Management System (LMS) yang dirancang untuk anak-anak, yang diintegrasikan dengan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan, bernama Kiko.
Platform yang dikembangkan oleh tim mahasiswa ITS ini berfungsi sebagai pusat kendali pembelajaran, di mana siswa dan orang tua dapat memantau kemajuan belajar. Seluruh materi dan tugas disajikan dalam alur terstruktur di dalam LMS untuk menciptakan lingkungan belajar yang terorganisasi.
Adapun kehadiran asisten virtual AI berperan sebagai mentor digital personal yang siap membantu siswa kapan pun mereka menghadapi kesulitan dengan memberikan petunjuk dan menjawab pertanyaan secara instan, sehingga proses belajar dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Secara resmi, platform ini telah diluncurkan dalam sebuah acara luring yang bertempat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tanggal 13 September 2025 yang lalu.
Pengembangan dan peluncuran GenKiddo Academy ini berhasil terwujud berkat dukungan pendanaan yang diperoleh tim melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta ITS.
“Visi kami adalah membentuk generasi pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna. Kami ingin setiap anak, apa pun latar belakangnya, bisa menguasai keterampilan masa depan,” ungkap Aliffia Isma, selaku ketua tim GenKiddo Academy.
Kombinasi antara LMS dan asisten AI ini menjawab salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran daring, yaitu kurangnya bimbingan personal. Melalui teknologi ini, setiap anak dapat belajar sesuai dengan kecepatan pemahamannya sendiri (self-paced learning).
Kurikulum berbasis gamifikasi berbasis Scratch yang diimplementasikan melalui LMS dapat menjaga agar motivasi dan antusiasme belajar tetap tinggi. Dengan metode ini, tim mahasiswa mengubah paradigma belajar coding dan AI yang sering dianggap rumit menjadi sebuah petualangan digital yang menyenangkan dan penuh tantangan kreatif.
Platform ini merepresentasikan langkah konkret dalam upaya demokratisasi pendidikan teknologi. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model dalam mengakselerasi penguasaan keterampilan digital di kalangan generasi muda, mempersiapkan mereka dengan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Penulis: Tim GenKiddo Academy
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












