Kabupaten Bantul, MMI — Mahasiswa Mengabdian Masyarakat Kelompok 24 Universitas Mercu Buana Yogyakarta angkatan 47 menggelar sosialisasi pelatihan budidaya maggot dan aquaponik bersama para warga, mulai dari pengusaha UMKM, karang taruna, hingga ibu rumah tangga di Dusun Ngunut, Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini berlangsung dalam dua kali pertemuan program kerja, yaitu diawali dari program kerja budidaya maggot pada tanggal 30 Juli 2025 dan dilanjut dengan program aquaponik pada 2 Agustus 2025, mulai pukul 15.00 hingga 17.00.
Program ini didasari oleh kebiasaan masyarakat Dusun Ngunut dalam pengolahan sampah yaitu dengan cara dibakar.
Dengan itu, budidaya maggot bisa menjadi solusi pengurangan sampah rumah tangga, selain itu maggot juga bisa dipanen menjadi pakan ternak warga ataupun bisa dikeringkan dan dijadikan sebagai komoditas UMKM yang memiliki potensi besar.
“Dengan adanya pelatihan budidaya maggot ini diharapkan para warga dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah organik dengan menggunakan maggot, selain itu, maggot dapat dipanen untuk dijadikan pakan ternak ataupun dikeringkan untuk dijual,” ujar Zhidan selaku penanggung jawab program budidaya maggot dalam sosialisasi yang dilaksanakan bersamaan sebelum praktik langsung.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan program aquaponik. Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan dan pemanfaatan lahan yang tidak terlalu luas.
Aquaponik dibuat dengan memanfaatkan barang bekas yaitu galon bekas pakai dan cup plastic bekas. Aquaponik ditanami dengan kangkung dan lele sebagai pangan yang umum dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
“Dengan program ini diharapkan masyarakat dapat mengurangi pengeluaran untuk makan sehari-hari dengan memakan apa yang ditanam atau diternakan sendiri dan memanfaatkan lahan yang tersedia,” ujar Aprido dan Zalfais selaku penanggung jawab dari program aquaponik.
Kedua program ini berjalan dengan beriringan dan terintegrasi. Mulai dari pemberian pakan maggot dari limbah kangkung sisa masak, lalu maggot dijadikan sebagai pakan lele, dan amoniak dari kotoran lele menjadi pupuk alami bagi kangkung. Sehingga dapat disebut sebagai integrated farming atau pertanian terpadu.
Tak hanya menjawab permasalahan sampah, namun juga dapat sebagai solusi kemandirian pangan bahkan peningkatan ekonomi UMKM yang berkelanjutan dan dapat dipraktikan dengan mudah oleh masyarakat.
Dengan kegiatan ini, mahasiswa UMBY kelompok 24 pengabdian masyarakat di Dusun Ngunut diharapkan dapat meninggalkan dampak positif yang sustainable dan menaikan taraf hidup masyarakat di Dusun Ngunut.
Penulis: Zhidan Sindu F.
Mahasiswa Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Eka Aryani, S.Pd., M.Pd.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













