Sosialisasi Pengolahan Biji Durian Jadi Tepung: Wujudkan Konsep Zero Waste untuk Keberlanjutan

Wujudkan Konsep Zero Waste untuk Keberlanjutan.

Jombang, MMI – Biji durian yang selama ini dianggap limbah dan berakhir di tumpukan sampah, kini disulap menjadi bahan baku bernilai tinggi oleh warga Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Lewat program sosialisasi bertema “Pengolahan Biji Durian Jadi Tepung: Wujudkan Konsep Zero Waste untuk Keberlanjutan”, masyarakat diajak memanfaatkan limbah biji durian menjadi tepung yang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti kue, mi, dan camilan sehat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Program ini tidak hanya mengubah limbah menjadi produk bernilai jual, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung keberlanjutan.

Inovasi ini digagas oleh tim dosen dan mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur. Tim dipimpin oleh Nisa Hafi Idhoh Fitriana, SP., MP. sebagai ketua, didampingi dua dosen lainnya, Sutrisno Adi Prayitno, S.TP., M.P. dan Risqi Firdaus Setiawan, SP., MP., serta dibantu oleh dua mahasiswa.

Kegiatan ini juga melibatkan kelompok tani yang aktif mengumpulkan bahan baku biji durian. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan inovasi berkelanjutan yang berbasis sumber daya lokal.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, yang dikenal luas sebagai “Kampung Durian”. Daerah ini merupakan salah satu sentra produksi durian terbesar di Jawa Timur, dengan hasil panen mencapai ratusan ribu ton setiap tahun.

Melimpahnya hasil panen berarti melimpah pula limbah biji durian, sehingga lokasi ini sangat strategis untuk program pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Program ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 yang diselenggarakan oleh UPN “Veteran” Jawa Timur.

Pelaksanaannya mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyuluhan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat dan potensi pengolahan biji durian, pelatihan yang membekali peserta dengan keterampilan teknis, hingga praktik langsung pembuatan tepung agar masyarakat dapat menguasai prosesnya secara menyeluruh dan mampu mengaplikasikannya secara mandiri di kemudian hari.

Baca Juga: Pesona Festival Gunung Gemplah dan Kelezatan Bazar Durian: Menikmati Keunikan Desa Bedingin, Ponorogo

Selama ini, biji durian di Wonosalam umumnya hanya dibuang atau digunakan sebagai pakan ternak. Selain tidak memiliki nilai ekonomi optimal, limbah ini juga berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, bahkan menjadi sarang bakteri dan serangga.

Padahal, biji durian mengandung karbohidrat, serat, dan vitamin B kompleks yang bermanfaat bagi kesehatan, serta dapat diolah menjadi tepung dengan potensi pasar yang menjanjikan.

Program ini hadir untuk:

  1. Mengurangi limbah organik dengan konsep zero waste;
  2. Membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa;
  3. Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya nomor 2 (Zero Hunger) dan 3 (Good Health and Well-Being).

“Ke depan, kami berharap masyarakat bisa menjalankan usaha ini secara mandiri. Jadi, lingkungan tetap bersih, inovasi meningkat dan pendapatan bertambah,” kata penutup dari Nisa selaku ketua pengabdian.

Dengan semangat zero waste, Wonosalam kini tidak hanya terkenal sebagai surga pecinta durian, tetapi juga sebagai pionir inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis:
1. Nisa Hafi Idhoh Fitriana, S.P., M.P.
2. Risqi Firdaus Setiawan, S.P., M.P.
Dosen Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses