Dari Dapur Desa ke Layar TikTok: Perjalanan UMKM Sari Mina Segara Menjemput Pasar Digital

Pasar Digital
Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Buleleng, MMI – Di sebuah rumah produksi sederhana di Desa Sangsit, aroma gurih abon ikan tercium sejak pagi. Di sanalah para perempuan tangguh anggota UMKM Sari Mina Segara sibuk menyiapkan olahan ikan andalan mereka. Namun hari ini, bukan sekadar mengolah, mereka belajar cara baru memperkenalkan karya mereka ke dunia: melalui TikTok dan kemasan yang memikat (10/08/2025).

Pelatihan bertema “Transformasi Digital UMKM Sari Mina Segara: Pelatihan TikTok Marketing dan Inovasi Pengemasan Produk” ini dipimpin oleh Prof. Ir. Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, ST, M.Sc, Ph.D., IPU., dengan dukungan penuh dari Ketua Kelompok UMKM Made Ginastri.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Bagi banyak anggota UMKM, aplikasi TikTok awalnya hanyalah hiburan anak muda. Namun hari itu, persepsi mereka berubah. Ni Made Classia Sukendar, S.Arsl., M.Agb memandu peserta mengubah gawai mereka menjadi etalase digital. Dari cara merekam video yang menarik, memahami tren musik, hingga menulis caption yang mengundang rasa penasaran pembeli.

Sementara itu, Luh Dian Rna Fajarini, S.TP., M.Sc mengajak peserta melihat produk mereka dari sisi lain—kemasan. “Kemasan itu seperti baju untuk produk. Kalau bajunya cantik, orang akan ingin membelinya,” ujarnya sambil menunjukkan contoh desain kemasan eye catching yang relevan untuk pasar modern.

Baca juga: Transformasi Digital UMKM Sari Mina Segara: Pelatihan TikTok Marketing dan Inovasi Pengemasan Produk di Desa Sangsit

Made Ginastri, Ketua Kelompok, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Dulu kami hanya fokus membuat abon yang enak, tapi tidak tahu cara memasarkan dengan baik. Sekarang, kami paham bahwa cerita, gambar, dan kemasan bisa membuat produk kami melangkah lebih jauh,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Prof. Ary Esta Dewi, inilah inti pengabdian—membawa ilmu dari kampus ke dapur desa, dari teori ke praktik nyata. “Kami ingin UMKM di desa ini berani melangkah, memanfaatkan teknologi digital agar produk mereka bisa bersaing, bahkan sampai pasar nasional,” tuturnya.

Hari itu ditutup dengan tawa, dan foto bersama. Abon dan olahan ikan yang dulunya hanya dikenal di sekitar desa, kini punya peluang untuk dikenal dunia. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan tiktokers lokal dengan 2 juta pengikut dengan harapan perjalanan UMKM Sari Mina Segara menuju pasar digital akan dimulai, tetapi semangat mereka sudah melampaui batas desa.

Terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun Anggaran 2025 sebagai pemberi dana kegiatan Pengabdian Berbasis Masyarakat.

Penulis: ⁠Ni Made Classia Sukendar, S.Arsl., M.Agb
Dosen Teknologi Pangan, Universitas Udayana

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses