Literasi Digital: Urgensi Menjadi Cerdas di Tengah Tsunami Informasi

pentingnya literasi digital
Di era digital seperti sekarang, literasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. (Ilustrasi: Dok. MMI)

Internet merupakan hasil peradaban yang seharusnya digunakan oleh manusia untuk membentuk aktivitas yang beradab pula. Tetapi pada kenyataannya, internet tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga dampak negatif. Dampak positif timbul apabila internet digunakan untuk sarana pembelajaran, inovasi, memberikan inspirasi, dan alat pemasaran hasil karya manusia. Sedangkan dampak negatif apabila internet digunakan sebagai alat propaganda negatif, intimidasi, sarana memecah belah Suku Agama Ras dan Antar-Golongan (SARA), bahkan terorisme, dan perdagangan narkoba. Dampak ini terpaut pada cara dan tujuan menggunakannya. Di jaman digital sekarang ini, jumlah informasi yang diterima setiap orang pada gawai yang digunakannya menjadi semakin banyak dan cenderung tidak terkontrol. Kemudian yang menjadi penting ialah kemahiran seseorang dalam memilih dan memilah informasi.

Untuk berinteraksi di jaman sekarang ini, dibutuhkan pemahaman literasi digital. Hal ini sama pentingnya dengan pemahaman ilmu lainnya. Karena generasi milenial yang tumbuh dengan akses tidak terbatas terhadap teknologi memiliki gaya berpikir yang tidak sama dengan generasi sebelumnya. Setiap orang harus memiliki tanggung jawab atas penggunaan teknologi untuk berinteraksi atau berkomunikasi dalam kehidupannya sehari-hari. Konten di media yang berisi berita bohong, bertipu daya, mengandung ujaran kebencian bahkan radikalisme dapat mengganggu ekosistem digital yang ada dengan menciptakan pemahaman dari tiap-tiap individu pengguna.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Literasi digital menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization adalah kemampuan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif, etika, sosial, emosional, dan aspek teknis atau teknologi.

Literasi digital adalah salah satu kemampuan yang mesti dikuasai oleh mahasiswa dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Revolusi Industri 4.0. Enam literasi dasar terdiri dari literasi baca-tulis, sains, numerasi, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Karena pesatnya kemajuan TIK, menyebabkan kemampuan literasi digital, informasi, dan teknologi sama pentingnya dengan kemampuan umum yang lain (Fatmawati & Safitri, 2020; Nurcahyo, 2020; Kemendikbud, 2017).

Baca juga: Revolusi Industri 4.0: Bagaimana Perusahaan Mengembangkan Kompetensi Digital Karyawan

Sekarang ini, hampir semua aktivitas kita tidak bisa lepas dari dunia digital. Dari mulai belajar, mencari hiburan, sampai komunikasi, semuanya pakai internet. Tapi, sayangnya tidak semua orang punya kemampuan literasi digital yang baik. Di zaman sekarang, teknologi berkembang cepat banget. Internet sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, apalagi buat pelajar. Tapi, meskipun sering pakai gadget, belum tentu kita paham cara menggunakan teknologi dengan benar. Banyak orang masih gampang percaya hoaks, asal share informasi, atau bahkan tidak sadar kalau perilakunya di dunia digital bisa berdampak besar. Nah, di sinilah pentingnya literasi digital.

Istilah literasi digital merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan piranti komputer untuk mengakses berbagai informasi di ruang digital (Gilster & Watson, 1999). Terdapat 8 komponen literasi digital, yaitu: (1) Functional skill and beyond yaitu komponen literasi digital yang berkaitan dengan keahlian menggunakan teknologi informasi; (2) Creativity yaitu komponen literasi digital yang terkait dengan cara berpikir kreatif memanfaatkan TIK dalam membangun pengetahuan; (3) Collaboration yaitu komponen literasi digital yang terkait dengan membangun pengetahuan melalui proses diskusi dan saling memberikan masukan di ruang digital; (4) Communication yaitu komponen literasi digital yang terkait kemampuan mendengar, memahami, dan menyampaikan gagasan; (5) The ability to find and select infomation (memilih informasi); (6) Critical thinking and evaluation (berpikir kritis dan melakukan evaluasi); (7) Cultural and social understanding (pemahaman kultur sosial); dan (8) E-safety (keamanan) (Hague & Payton, 2011)

Literasi digital itu bukan cuma bisa pakai telepon seluler atau laptop ya. Tapi lebih ke kemampuan kita dalam memahami, memilah, dan menggunakan informasi dari internet dengan bijak. Contohnya bisa membedakan antara berita yang benar dan berita yang hoaks, nggak asal komentar negatif di media sosial, dan tahu cara menjaga privasi di internet. Dan dampak dari kurangnya literasi digital itu bisa dengan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang salah, serta rentan jadi korban penipuan online.

Nah, bagaimana sih cara mengatasinya atau meningkatkan literasi digital ini? Ada beberapa cara sederhana yaitu biasakan cek sumber informasi terlebih dahulu dan tidak langsung percaya juga menjaga etika saat menggunakan sosial media. Jadi, literasi digital itu penting banget di era sekarang. Tidak cukup hanya memakai teknologi saja, tetapi juga harus paham cara menggunakannya dengan bijak. Dengan literasi digital yang baik, kita bisa lebih aman, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan internet.

Baca juga: Mengoptimalkan Potensi melalui Peran Data dalam Mengemban Era Revolusi Industri 4.0

Literasi digital itu sebenarnya punya beberapa bagian penting, bukan cuma satu kemampuan saja. Ada beberapa komponen di antaranya kemampuan keamanan digital ini penting banget untuk menjaga password, data, dan lain sebagainya. Ada kemampuan berpikir kritis yang membuat kita tidak langsung percaya adanya informasi yang masuk dan mencari tahu dahulu kebenaran dari informasi tersebut. Nah, adapun contoh-contoh yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, belajar menggunakan perangkat digital mencari informasi dan sumber yang terpercaya, saat mendownload aplikasi harus dilihat dahulu aman atau tidaknya untuk perangkat, lalu saat kita memosting sesuatu di sosial media harus tahu dampak dari postingan tersebut.

Adapun beberapa tantangan-tantangan dalam literasi digital, seperti kurangnya edukasi dalam bersosial media karena masih banyak orang yang belum diajarkan mengenai literasi digital ini, pengaruh bersosial media banyak orang yang ikut-ikutan dalam mengambil keputusan dan tidak berfikir panjang terlebih dahulu, dan hoaks semakin canggih jadi susah membedakan antara yang benar dan yang salah. Jumlah informasi yang tersedia dalam berbagai bentuk konten di banyak media membuat masyarakat kita kewalahan dalam menerima informasi.

Baca juga: Literasi Digital Sejak Dini untuk Generasi Cerdas di Dunia Maya

Segala sesuatu yang digital sebetulnya hanya merupakan alat, hasil peradaban, teknologi yang dibuat oleh manusia. Maka meski bagaimanapun gempuran konten digital yang terjadi saat ini, kita masih bisa melakukan tindakan yang bermakna, salah satunya dengan menjadi cerdas, kreatif, dan produktif dalam literasi media. Salah satunya ketika menggunakan media sosial, maka diperlukan etika berinternet yang menjunjung asas kehati-hatian serta selalu beritikad baik dalam kegiatannya.

Di era digital seperti sekarang, literasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Semua orang, terutama pelajar, harus punya kemampuan ini supaya bisa menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab. Kalau kita punya literasi digital yang baik, kita nggak cuma jadi pengguna, tapi juga bisa jadi orang yang cerdas dalam dunia digital.

Nah, selain itu ada juga peran sekolah dalam literasi digital ini. Sekolah punya peran penting dalam meningkatkan literasi digital, misalnya mengajarkan cara mencari informasi yang benar, memberikan pemahaman tentang etika digital, mengajarkan penggunaan teknologi secara bijak, melatih siswa berpikir kritis, dan guru bisa menggunakan teknologi digital ini dengan baik untuk mengajarkan atau memperkenalkan kepada pada murid.

Baca juga: Inovasi Perpustakaan Sekolah Dasar dalam Era Digital: Membangkitkan Minat Literasi dan Pembelajaran

Keterampilan literasi digital dapat mendorong masyarakat mengakses setiap informasi dari setiap aspek bidang seperti pendidikan, hukum, kemajuan teknologi, dan perkembangan dunia. Masyarakat juga dapat menyampaikan aspirasinya, jika literasi digital ini terus ditingkatkan. Peningkatan kualitas literasi digital dapat memberikan kesetaraan hak dan kewajiban perempuan dan lelaki dalam memperoleh pendidikan, pengetahuan, dan aspirasi di setiap aspek hukum, politik, sosial, dan ekonomi. Literasi digital juga dapat mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat.

Penerapan literasi digital dapat menyuarakan perspektif serta ikut berpartisipasi aktif tanpa terhalang faktor ekonomi, sosial, dan gender. Literasi digital juga dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan, seperti akses pendidikan secara daring, konten-konten pendidikan, serta kursus dan pelatihan yang membangun kualitas masyarakat desa. Literasi digital memiliki peranan penting menunjang kualitas pemahaman masyarakat pada era digital. Namun pada penerapan literasi digital memiliki beberapa tantangan dan kesenjangan.

Menangani beraneka informasi, kemampuan dalam menafsirkan pesan dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain merupakan berbagai kemampuan dalam literasi digital. Adanya proses menciptakan, mengolaborasi, mengomunikasikan berdasarkan etika, memahami kapan dan bagaimana menggunakan teknologi secara efektif merupakan kompetensi digital yang dibutuhkan saat ini. Pendidikan literasi digital perlu diupayakan seluruh lapisan pemangku kepentingan mulai dari orang tua, guru/pendidik, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam memberikan panduan, arahan dan petunjuk agar tercipta tatanan masyarakat dengan pola pikir dan cara pandang yang kritis dan kreatif sehingga membangun kehidupan sosial dan masyarakat yang kondusif.

Literasi digital pada umumnya terbatas pada penggunaan media yang ditunjang dengan teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan deskrispi di atas, Bawden menjelaskan, bahwa literasi digital mencakup banyak hal mulai dari pengorganisasian, penyajian informasi dan visualisasi, hingga evaluasi informasi. Literasi digital meliputi berbagai literasi sehingga menjadi lebih kompleks. Sama halnya dengan literasi media, literasi digital juga memerlukan kemampuan menganalisis dan evaluasi secara kritis sehingga memperoleh pemahaman yang berkualitas. Dalam literasi digital, pesan di media dikonstruksi sedemikian rupa sehingga mampu berfungsi maksimal dalam situasi komunikasi yang lebih kompleks sekalipun. Literasi digital memiliki skala yang lebih luas dan biasanya membahas isu penting.

Referensi:

Pitrianti, S., Sampetoding, E. A., Purba, A. A., & Pongtambing, Y. S. (2023, November). Literasi digital pada masyarakat desa. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Dan Sistem Informasi (Vol. 3, No. 1, pp. 43-49).

Restianty, A. (2018). Literasi digital, sebuah tantangan baru dalam literasi media. Gunahumas, 1(1), 72-87.

Dinata, K. B. (2021). Analisis kemampuan literasi digital mahasiswa. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 19(1), 105-119.


Penulis: Adinda Salwa Audi
Mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon


Dosen Pengampu: Wisnu Hatami, M. Pd.


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses