Mahasiswa IAT UIN Salatiga Pelajari Harmoni Islam dan Budaya Tengger di Kawasan Bromo

Mahasiswa IAT UIN Salatiga
Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora UIN Salatiga dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: Dok. Penulis)

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Salatiga melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di kawasan Gunung Bromo yang berada di Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik secara langsung melalui praktik, kunjungan, dan pengamatan lapangan terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kawasan Bromo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini.

Masyarakat Tengger dikenal sebagai komunitas yang mampu mempertahankan tradisi leluhur sekaligus menjaga kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman keyakinan dan budaya.

Kehidupan masyarakat di kawasan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana nilai agama dan budaya lokal dapat berjalan berdampingan tanpa menimbulkan konflik sosial di lingkungan masyarakat.

Mahasiswa melakukan berbagai kegiatan observasi untuk memahami pola kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Tengger.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Olah Limbah Kulit Jeruk Bali Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Klampisan

Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya toleransi, gotong royong, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Keharmonisan yang tercipta di kawasan Bromo menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.

Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan juga dimanfaatkan mahasiswa untuk berdialog dengan tokoh masyarakat dan warga setempat mengenai tradisi, adat istiadat, serta praktik kehidupan keagamaan yang berkembang di kawasan Tengger.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami realitas sosial masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang budaya dan tradisi yang beragam.

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.

Nilai moderasi beragama, toleransi, dan penghargaan terhadap budaya lokal menjadi pelajaran utama yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti kegiatan KKL di kawasan Gunung Bromo.


Penulis: Husni Rizqi Mubarokah
Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Salatiga
Aktif Juga sebagai Sekertaris Bidang Kaderisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses