KLAMPISAN, MMI — Upaya kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 96 melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Bertempat di Balai Desa Klampisan pada Kamis (22/1/2026), mahasiswa KKN menginisiasi pelatihan pengolahan limbah kulit jeruk bali menjadi produk bernilai jual, yang disambut antusias oleh warga, khususnya ibu-ibu desa.
Program berjudul “Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Bali sebagai Inovasi Produk Lokal UMKM” ini berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah organik, terutama sampah kulit jeruk Bali yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, mahasiswa berupaya mengubah limbah tersebut menjadi peluang usaha yang berpotensi meningkatkan perekonomian warga.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Anita Zulfiani, S.H., M.Hum., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya inovasi berbasis potensi lokal. Menurutnya, langkah sederhana seperti ini dapat menjadi solusi konkret dalam dua aspek sekaligus, yakni pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Inovasi yang berangkat dari potensi sekitar adalah strategi yang efektif. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ujarnya.
Tidak sekadar memberikan materi, mahasiswa KKN mengajak peserta terlibat langsung dalam proses produksi. Kegiatan diawali dengan pengenalan kandungan dan manfaat kulit jeruk bali, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan manisan melalui beberapa tahapan.
Proses pertama difokuskan pada penghilangan rasa pahit. Kulit jeruk yang telah dipisahkan dari bagian luarnya diiris dan direndam dalam larutan garam, kemudian diperas berulang kali untuk mengurangi getah dan rasa getir. Tahap berikutnya adalah pengolahan tekstur, di mana kulit jeruk direbus bersama gula batu hingga menghasilkan tekstur kenyal dengan lapisan kristal yang khas.
Selain teknik produksi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengemasan produk. Mahasiswa menekankan pentingnya penggunaan kemasan kedap udara serta desain label yang menarik agar produk memiliki daya saing di pasar. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya produk UMKM yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga layak jual.
Kepala Desa Klampisan, Bapak Suratno, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN. Ia menilai program tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang selama ini terabaikan.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Harapannya, keterampilan yang sudah diberikan bisa terus dikembangkan menjadi produk unggulan desa,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan praktik konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab. Pemanfaatan limbah kulit jeruk bali menjadi produk olahan menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan bahan mahal, melainkan kreativitas dalam melihat peluang.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Klampisan diharapkan mampu melanjutkan produksi secara mandiri dan menjadikannya sebagai salah satu sumber pendapatan baru. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini berpotensi menjadi komoditas yang menjanjikan bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Penulis: Evani Chilvi Almaisyaroh
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sebelas Maret
Dosen Pengampu: Dr. Anita Zulfiani S.H., M.Hum., CLA
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












