Wonosobo, MMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Desa Tracap menghadirkan inovasi pangan berbahan dasar jantung pisang sebagai pengganti daging ayam pada olahan abon (11/8/2025).
Inovasi ini diperkenalkan melalui kegiatan demo masak yang digelar bersama warga setempat di Balai Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo pada hari Senin, 11 Agustus 2025.
Dalam acara tersebut, para mahasiswa KKN mengajak warga setempat untuk memanfaatkan kekayaan lokal Tracap, yaitu pohon pisang, dan mengolahnya menjadi makanan tahan lama.
Tidak hanya pemaparan materi, warga juga diajak untuk mencoba setiap tahapan pengolahan, mulai dari pembersihan jantung pisang, perebusan, pengolahan bumbu, hingga proses pengeringan menjadi abon siap santap.

Dalam inovasi ini, mahasiswa KKN memilih menggunakan jantung pisang kepok. Jenis ini dipilih karena memiliki tekstur lebih padat dan rasa yang lebih cocok diolah menjadi abon, berbeda dengan jantung pisang ambon yang cenderung pahit sehingga kurang diminati sebagai bahan olahan makanan.
Penggunaan jantung pisang bertujuan sebagai alternatif pangan sehat sekaligus solusi pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini kurang diperhatikan.
Secara gizi, jantung pisang kaya akan serat yang baik untuk pencernaan, mengandung protein nabati, serta vitamin seperti vitamin A, C, dan E.
Selain itu, jantung pisang juga memiliki kandungan zat besi yang berperan penting dalam mencegah anemia, serta kalium dan magnesium yang baik untuk kesehatan jantung.
Dengan komposisi gizi tersebut, jantung pisang dapat menjadi sumber pangan bergizi tinggi dengan harga terjangkau dan mudah ditemukan di desa Tracap.
Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mencoba resep baru tersebut. Beberapa warga bahkan menyatakan ketertarikan mereka untuk menjadikan abon jantung pisang sebagai peluang usaha rumahan.
Dalam pembukaan kegiatan demo masak, Kepala Desa Tracap, Bapak Muh. Sholeh menyampaikan apresiasinya terhadap langkah kreatif mahasiswa KKN UMP.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Dengan adanya inovasi abon jantung pisang ini, diharapkan masyarakat Desa Tracap semakin sadar akan potensi pangan lokal dan mampu mengembangkannya menjadi produk yang bernilai jual tinggi.
Penulis: Kelompok KKN UMP 058 Tracap
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Dosen Pengampu: Ilham Nuryana Fatchan, S.E., M.Sc.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












