Wonogiri, 8 Juli 2025, MMI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University meluncurkan program bertajuk SIJITU (Siap Digital Siap Cuan) di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.
Program ini difokuskan untuk mendampingi pelaku UMKM desa dalam memanfaatkan teknologi digital seperti QRIS dan Google Maps untuk mengembangkan usaha mereka.
Latar Belakang: Minim Titik UMKM di Google Maps dan Rendahnya Akses Pembayaran Digital
Berdasarkan hasil survei dan observasi awal yang dilakukan oleh tim mahasiswa KKNT, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Desa Kembang belum memiliki titik lokasi usaha yang terdaftar di Google Maps. Hal ini membuat usaha mereka sulit dijangkau oleh pelanggan dari luar desa, terutama wisatawan atau pembeli musiman.
Selain itu, penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS juga masih sangat terbatas. Banyak pelaku UMKM yang masih bergantung pada transaksi tunai, yang dinilai kurang efisien dan menyulitkan konsumen yang ingin bertransaksi secara non-tunai.
Rangkaian Kegiatan: Penyuluhan di 5 Dusun
Sebagai solusi, program SIJITU dirancang dengan pendekatan langsung melalui penyuluhan dan pendampingan intensif selama empat hari, dari tanggal 5 hingga 8 Juli 2025. Kegiatan ini menyasar lima dusun di Desa Kembang, yaitu: Dusun Kembang, Dusun Sendang, Dusun Ngernak, Dusun Golo, Dusun Sapatan.
Dalam setiap dusun, mahasiswa menggelar sesi edukasi, pelatihan langsung pembuatan akun QRIS, serta mendaftarkan usaha pelaku UMKM di Google Maps. Tak hanya itu, pelatihan pembuatan konten promosi seperti foto produk dan desain media sosial juga diberikan agar UMKM mampu tampil lebih menarik di platform digital.
Respon Positif Para Pelaku UMKM
Program SIJITU yang mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan QRIS dan ekonomi digital mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM di lima dusun. Salah satunya adalah Mbak Arin, seorang pelaku usaha katering snack makanan di Dusun Ngernak.
“Saya sebelumnya hanya menerima pembayaran tunai, karena belum tahu cara pakai QRIS. Setelah ikut penyuluhan ini, saya jadi paham cara daftarnya, manfaatnya, dan sekarang malah sudah langsung coba pasang QRIS di usaha saya,” ujar Mbak Arin sambil tersenyum.
Ia mengaku dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih cepat dan tidak perlu repot mencari uang kembalian. Selain itu, pencatatan keuangan juga menjadi lebih rapi karena semua transaksi terekam otomatis.
Selain penyuluhan QRIS, program SIJITU juga memberikan edukasi mengenai cara membuat konten digital yang menarik. Materi ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM yang sebelumnya belum memahami pentingnya promosi di media sosial.
“Sekarang kami jadi tahu cara membuat konten yang menarik. Kalau dulu kami bikin postingan asal-asalan, sekarang sudah tahu cara menyusun konten yang bisa menarik perhatian orang untuk melihat dan membeli,” ungkap Ibu Suti, pemilik UMKM kerajinan kayu.
Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami dasar-dasar visual yang efektif, pembuatan logo, penulisan caption yang persuasif, hingga strategi jadwal posting di media sosial. Harapannya, pelaku UMKM dapat memaksimalkan potensi digital untuk meningkatkan pemasaran produknya.
Harapan Mahasiswa: UMKM Desa Siap Masuki Era Digital
Koordinator program, salah satu mahasiswa KKNT IPB, mengatakan bahwa SIJITU dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku UMKM desa.
“Kami ingin memberi solusi yang aplikatif, bukan sekadar teori. QRIS dan Google Maps adalah hal sederhana tapi punya dampak besar jika dimanfaatkan dengan benar.”
Kesimpulan: Langkah Nyata UMKM Menuju Digitalisasi
Program SIJITU menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa dalam mendorong transformasi digital.
Melalui pendekatan yang sederhana namun berdampak besar, SIJITU membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk berkembang di era digital. Diharapkan program ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memperkuat perekonomian lokal berbasis teknologi.
Penulis: Kelompok Wonogirikab14 KKNT IPB University
Mahasiswa IPB University
Dosen Pengampu: Dr. Setyanto Tri Wahyudi, M.Si.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














