Membangun Generasi Hebat lewat Edukasi Pola Asuh dan Pencegahan Pernikahan Dini

Edukasi Pola Asuh dan Pencegahan Pernikahan Dini.
Membangun Generasi Hebat lewat Edukasi Pola Asuh dan Pencegahan Pernikahan Dini.

Jakarta — Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Peduli Negeri (KPN) dengan mengusung tema “Membangun Generasi Hebat: Edukasi Pola Asuh dan Pencegahan Pernikahan Dini”.

Kegiatan ini berlangsung secara langsung di Posyandu Kenanga, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Fenomena pernikahan dini di Indonesia masih menjadi isu serius, khususnya di daerah pedesaan. Berdasarkan data BPS dan UNICEF, sekitar 23 persen pernikahan di Indonesia terjadi di bawah usia 18 tahun, dengan prevalensi tertinggi terjadi di pedesaan.

Risiko pernikahan usia muda tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berdampak sosial seperti meningkatnya angka putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, hingga stunting.

Melihat urgensi tersebut, Sahabat Nusantara menginisiasi edukasi berbasis komunitas sebagai upaya pencegahan jangka panjang terhadap pernikahan usia dini, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pola asuh anak oleh para ibu muda.

Kegiatan ini menyasar 20–30 ibu muda di sekitar Posyandu Kenanga. Sosialisasi dikemas dalam bentuk edukasi interaktif yang terdiri dari:

  1. Penyampaian materi mengenai pola asuh positif yang mendorong anak untuk berpikir kritis dan percaya diri;
  2. Edukasi tentang dampak negatif pernikahan dini secara biologis, psikologis, dan sosial;
  3. Sesi diskusi terbuka sebagai wadah berbagi pengalaman dan tanya jawab.

Baca Juga: Pencegahan Pernikahan Dini di Era Pandemi oleh Mahasiswa UMM bersama Pemuda Karang Taruna

Kegiatan dipandu oleh para mahasiswa yang juga berperan sebagai narasumber. Dalam sesi ini, peserta aktif menyampaikan pandangan mereka mengenai peran orang tua dalam mencegah pernikahan dini serta tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan.

Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa edukasi semacam ini efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu muda tentang pentingnya pola asuh dan bahaya pernikahan dini. Beberapa indikator capaian dari kegiatan ini antara lain:

  1. Peningkatan pemahaman peserta mengenai pola asuh yang efektif;
  2. Meningkatnya kesadaran tentang dampak pernikahan dini;
  3. Terbangunnya komunitas belajar antar ibu muda di desa sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk terus menyuarakan pentingnya perlindungan anak dan peningkatan kualitas pengasuhan di lingkungan keluarga.

Adapun rundown acara dimulai dari registrasi peserta hingga sesi edukasi dan diskusi, lalu ditutup dengan penyerahan plakat dan dokumentasi bersama.

Melalui kegiatan Kuliah Peduli Negeri, mahasiswa Universitas Mercu Buana tidak hanya menjalankan fungsi akademik tetapi juga peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Edukasi tentang pola asuh dan pencegahan pernikahan dini ini menjadi bentuk nyata kontribusi intelektual dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia.

Penulis:
1. Ayu Nandhira Dewi 44222120015
2. Yohana Gita Simanjuntak 44321010020
3. Redita Ayu Prananta 44221110014
4. Ambarwati 44321120002
5. Renaldia Harianto 4424110011
6. Priscilla Olvylia 44221010142
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana

Dosen Pengampu: Rika Yessica Rahma, M.Ikom.

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses