Merokok Seharusnya Tidak di Tempat Umum

Bahaya Asap Rokok
Ilustrasi Bahaya Asap Rokok (Sumber: MMI)

Saat ini, banyak orang yang mengalami kematian akibat merokok entah karena perokok aktif maupun perokok pasif. Merokok adalah aktivitas membakar tembakau atau bahan lain, lalu menghisap dan menghembuskan asapnya melalui mulut atau hidung. Rokok mengandung banyak zat, beberapa diantaranya yaitu nikotin, karbon monoksida, dan tar. Kandungan-kandungan ini akan berdampak bagi kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

Kebiasaan masyarakat sekarang adalah merokok di tempat umum tanpa melihat kondisi, bahkan saat di tempat makan yang terbuka mereka tetap merokok. Tidak hanya itu, beberapa orang juga merokok pada saat berkendara dan masih banyak tempat umum lainnya yang dimana seharusnya mereka tidak merokok. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena tidak hanya memengaruhi yang merokok, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Merokok bisa menyebabkan penyakit yang serius seperti kanker, penyakit hati, penyakit jantung, dan lain-lainnya. Angka kematian di Indonesia mencapai ribuan jiwa akibat asap rokok dari perokok aktif dan pasif. Data ini menunjukkan bahwa zat yang terkandung dalam rokok sangat berbahaya sampai bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Waspada Bahaya Merokok! Panduan, Dampak, Statistik, dan Cara Berhenti

Seseorang yang tidak merokok namun secara tidak sengaja menghirup asap rokok dari orang lain disekitarnya disebut perokok pasif. Perokok pasif dapat lebih berbahaya karena menghirup asap dari ujung rokok yang tidak terbakar sempurna, mengandung konsentrasi zat beracun, dan mengandung karsinogen yang lebih tinggi dibandingkan asap yang dihisap perokok aktif melalui filter.

Keberadaan asap rokok bisa membahayakan siapa saja, tidak hanya bagi orang merokok. Seseorang yang menjadi perokok pasif pastinya karena menghirup asap rokok di tempat umum.

Merokok di tempat umum seharusnya dilarang karena bisa berdampak bagi kesehatan orang lain. Banyak orang yang sudah berusaha menghindari untuk tidak terpapar asap rokok, namun keberadaan orang yang merokok di tempat umum sembarangan bisa membuat mereka yang tidak merokok menjadi perokok pasif dan pada akhirnya berujung kematian. Selain itu, bau asap rokok dapat mengganggu kenyamanan orang lain dan seringkali batuk karena tidak nyaman saat menciumnya.

Upaya pencegahan dan pengendalian perlu dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan orang-orang disekitar dengan cara edukasi dampak bahaya saat merokok, dan merokok di area yang telah disediakan. Namun, upaya dan pengendalian akan lebih efektif jika ada kesadaran dan kemauan dari diri sendiri karena banyak orang yang keras kepala jika selalu diingatkan dari orang lain. Jadi setiap orang harus memahami bahwa rokok tidak hanya berbahaya bagi mereka sendiri, tetapi juga bisa berdampak buruk kepada orang lain.

Pemerintah juga memiliki peran dalam melindungi masyarakat dari asap rokok. Pemerintah harus lebih menegaskan bahwa merokok di tempat umum dapat merugikan orang lain. Area khusus juga bisa disediakan untuk orang yang merokok agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Sanksi bisa diberikan jika ada yang melanggar peraturan tentang merokok di tempat umum.

Kesimpulannya, merokok di tempat umum dapat mengganggu kenyamanan orang-orang disekitar dan juga dapat membuat seseorang menjadi perokok pasif yang dimana lebih berbahaya dari perokok aktif. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, jumlah perokok pasif akan berkurang.

Jika belum bisa melepas kebiasaan buruk, setidaknya jangan membuat orang lain yang sudah berusaha menjaga kesehatannya terkena dampak akibat kebiasaan buruk sendiri karena setiap orang berhak untuk menghirup udara segar.

 


Penulis: Marsha Audyna
Mahasiswa Kedokteran, Universitas Yarsi 


Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S.Pd., M.Pd.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses