Bogor, MMI – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjadi tantangan besar bagi peternakan Indonesia (17/9/2025).
Setelah dinyatakan bebas PMK selama lebih dari tiga dekade, pada tahun 2022 penyakit ini muncul kembali dan menyebar ke berbagai provinsi di Indonesia.
PMK yang sangat menular ini tidak hanya menyebabkan luka pada mulut dan kuku hewan ternak, tetapi juga berdampak luas pada produktivitas dan kesejahteraan peternak.
Kembalinya PMK di Indonesia menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan: penurunan berat badan dan produksi susu, kematian anak sapi, gangguan reproduksi, hingga terhambatnya perdagangan hewan dan produk hewan Indonesia.
Upaya pembebasan PMK kembali menjadi prioritas nasional agar arus perdagangan dapat dibuka kembali secara optimal.
“PMK bukan hanya penyakit mulut dan kuku. Dampak patologisnya menyeluruh pada tubuh sapi,” jelas drh. Diah Nugrahani, peneliti IPB.
“Pasca infeksi, sapi sering kali tidak mampu mencapai pertambahan bobot badan normal. Beberapa bahkan menunjukkan penurunan performa reproduksi hingga infertilitas. Kurang optimalnya pertumbuhan bobot badan sapi pasca-PMK dikarenakan tubuh sapi tersebut memprioritaskan energi dan nutrien yang masuk untuk proses penyembuhan dan pemeliharaan organ vital daripada memenuhi fungsi reproduksi, yang mana menjadi kebutuhan tersier,” tambahnya.
Dalam menghadapi kondisi ini, salah satu upaya yang kini mendapat perhatian adalah pemberian pakan berimunoglobulin.
Imunoglobulin membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan jaringan setelah infeksi.
Salah satu sumber imunoglobulin yang relatif murah dan mudah diperoleh adalah telur, terutama kuning telurnya yang kaya protein, vitamin, lemak sehat, dan antibodi (IgY).
Banyak penelitian menunjukkan bahwa suplementasi pakan dengan imunoglobulin dari telur dapat mendukung pemulihan kesehatan hewan.
Kuning telur menyediakan zat gizi esensial yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak, sementara IgY di dalamnya berpotensi membantu menahan infeksi sekunder.
Baca Juga: Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 41 UMBY Latih Pembuatan Silase dan Kenalkan Mesin Pencacah Pakan Ternak
Lebih jauh lagi, senyawa aktif curcuminoid (turunan kunyit/Curcuma) diketahui memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang mampu menekan sitokin proinflamasi dan mempercepat regenerasi jaringan luka.
Studi pada hewan menunjukkan curcumin mempercepat penutupan luka dan pembentukan jaringan baru.
Kombinasi keduanya (telur dan curcuminoid) diyakini dapat memberikan efek sinergis: imunoglobulin dan zat gizi memperkuat tubuh, sedangkan curcuminoid mempercepat penyembuhan dan mengurangi peradangan.
Inovasi imbuhan pakan sapi pedaging (feedlot) berbasis telur dan curcuminoid ini dicetuskan oleh tim peneliti IPB pada tahun 2025, yang terdiri dari drh. Wining Astini, M.Si., dan rekan-rekan.
“Kami melihat kombinasi kuning telur dan curcuminoid sebagai solusi lokal yang murah, mudah diaplikasikan, dan punya dasar ilmiah kuat untuk membantu percepatan recovery sapi pasca PMK,” ujar drh. Wining Astini, M.Si.
Program ini telah disampaikan dalam rangkaian “Dosen Pulang Kampung” IPB tahun 2025, yang dilaksanakan oleh Dr. drh. Diah Nugrahani Pristihadi, M.Si.; drh. Wining Astini, M.Si.; Ririh Sekar M., S.P., M.Si.; dan Luvy Dellarosa, S.T., M.T.
Kegiatan ini berlangsung pada 4–7 Agustus 2025 di Desa Karangpakis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Baca Juga: KKN UMBY Edukasi Peternak Bantul Ubah Jerami Jadi Pakan Ternak Bergizi
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan seminar inovasi pakan berimunoglobulin yang dilanjutkan dengan praktik langsung pencampuran pakan bersama peternak lokal.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata mendukung percepatan pemulihan sapi pasca PMK.
Penulis:
1. Diah Nugrahani Pristihadi
2. Wining Astini
3. Ririh Sekar M.
4. Luvy Dellarosa
Tim Peneliti Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (1) dan Sekolah Vokasi (2-4), IPB University
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












