Perbedaan Perilaku Impulsive Buying antara Gen Z Laki-Laki dan Perempuan di Jabodetabek pada Penggunaan TikTok Shop

dampak penggunaan tiktok
Perbedaan Perilaku Impulsive Buying antara Gen Z Laki-Laki dan Perempuan di Jabodetabek pada Penggunaan TikTok Shop. Sumber: MMI.

Benarkah Perempuan Lebih Impulsif saat Belanja di TikTok Shop? Ini Hasil Penelitiannya!

Di era digital seperti sekarang, belanja online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi Generasi Z. Hanya dengan beberapa kali sentuhan layar, seseorang dapat membeli barang yang diinginkan tanpa harus keluar rumah.

Berbagai promo menarik seperti diskon, gratis ongkir, flash sale, hingga live streaming penjualan membuat pengalaman berbelanja semakin menyenangkan. Namun, kemudahan tersebut juga dapat memicu perilaku impulsive buying atau pembelian impulsif.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Impulsive buying merupakan perilaku membeli barang secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya. Banyak orang pernah mengalaminya, misalnya ketika awalnya hanya berniat melihat-lihat produk di TikTok Shop, tetapi akhirnya membeli barang karena tergoda promosi atau rekomendasi yang muncul di beranda.

Selama ini, perempuan sering dianggap lebih impulsif dalam berbelanja dibandingkan laki-laki. Perempuan dinilai lebih mudah dipengaruhi oleh emosi, suasana hati, maupun tren yang sedang populer.

Sebaliknya, laki-laki dianggap lebih rasional dalam mengambil keputusan pembelian. Namun, apakah anggapan tersebut masih relevan di era social commerce seperti TikTok Shop?

Baca Juga: Dampak Aplikasi TikTok terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Anak

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan penelitian terhadap 100 responden Generasi Z di wilayah Jabodetabek yang pernah berbelanja melalui TikTok Shop.

Jumlah responden terdiri dari 50 laki-laki dan 50 perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perilaku impulsive buying antara laki-laki dan perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan temuan yang cukup menarik. Setelah dilakukan analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney U, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,793 (p > 0,05).

Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku impulsive buying laki-laki dan perempuan pada Generasi Z pengguna TikTok Shop.

Dengan kata lain, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kecenderungan yang relatif sama dalam melakukan pembelian impulsif. Temuan ini berbeda dengan pandangan umum yang menganggap perempuan lebih impulsif dibandingkan laki-laki.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah karena Generasi Z tumbuh dalam lingkungan digital yang sama. Mereka sama-sama terpapar berbagai bentuk promosi digital, konten media sosial, influencer, ulasan produk, serta fitur-fitur menarik yang tersedia di TikTok Shop.

Baca Juga: Kajian Psikologis tentang Dampak Negatif Penggunaan Media Sosial TikTok pada Kondisi Mental Remaja

Baik laki-laki maupun perempuan memiliki akses yang setara terhadap informasi dan stimulus pemasaran yang dapat mendorong pembelian spontan.

Selain itu, algoritma TikTok memungkinkan pengguna menerima rekomendasi produk yang sesuai dengan minat masing-masing. Akibatnya, peluang munculnya dorongan untuk membeli secara impulsif menjadi hampir sama pada kedua kelompok.

Temuan ini menunjukkan bahwa pada era digital, jenis kelamin bukan lagi faktor utama yang menentukan perilaku impulsive buying.

Faktor lain seperti promosi penjualan, penggunaan media sosial, live streaming, online customer review, Fear of Missing Out (FoMO), serta karakteristik individu kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keputusan pembelian.

Bagi Generasi Z, hasil penelitian ini dapat menjadi pengingat untuk lebih bijak dalam berbelanja online. Kemudahan transaksi dan berbagai promo menarik memang menguntungkan, tetapi tetap diperlukan kontrol diri agar keputusan pembelian didasarkan pada kebutuhan, bukan sekadar keinginan sesaat.

Pada akhirnya, bukan soal laki-laki atau perempuan yang lebih impulsif, melainkan bagaimana setiap individu mampu mengelola dirinya saat menghadapi berbagai godaan belanja di dunia digital.


Penulis:
1. Aufar Khairina Kharmen (2308015030)
2. Malva Zafirah Putri (2308015186)
3. Syifa Safitri (2308015006)
Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)


Dosen Pengampu: Desi Ariyani, S.Psi., M.Si.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses