Sosialisasi Perawatan Preventif Mesin Sepeda Motor untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Desa Harjamukti

perawatan preventif sepeda motor
Foto: Dok. MMI

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi teknis, keterampilan praktis, serta kesadaran keselamatan warga Desa Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, dalam melakukan perawatan preventif mesin sepeda motor.

Minimnya pemahaman masyarakat mengenai komponen kendaraan dan pentingnya servis berkala berdampak pada tingginya angka kerusakan, pengeluaran ekonomi, dan risiko keselamatan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Program ini dilaksanakan melalui pendekatan penyuluhan, demonstrasi langsung, dan diskusi partisipatif bekerja sama dengan Bengkel Mandiri Motor.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, khususnya pada aspek pemeriksaan oli, sistem pengereman, kondisi busi, dan tekanan udara ban.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu membangun kebiasaan perawatan berkala yang berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi mobilitas.

Kata Kunci: Perawatan preventif, sepeda motor, produktivitas, keselamatan berkendara, pengabdian masyarakat

Pendahuluan

Sepeda motor merupakan moda transportasi yang paling dominan digunakan di Indonesia. Perannya yang vital menjadikan kendaraan ini sangat bergantung pada kondisi mesin yang prima.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan memadai terkait perawatan preventif, sehingga kendaraan sering mengalami kerusakan mendadak yang berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat kendaraan tidak layak jalan.

Perawatan preventif pada kendaraan bermotor meliputi serangkaian proses pengecekan dan perawatan rutin yang bertujuan mencegah terjadinya kerusakan fatal melalui pemeriksaan komponen kunci, seperti oli, filter udara, busi, rantai, dan sistem pengereman.

Menurut berbagai studi, literasi perawatan teknik dasar menjadi salah satu penentu penting dalam menjaga performa kendaraan dan mengurangi biaya perbaikan jangka panjang.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan langsung kepada masyarakat Desa Harjamukti agar mampu melakukan perawatan dasar secara mandiri.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan teknis, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan berkendara dan kesadaran preventif dalam jangka panjang.

Metode

Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis dengan mengintegrasikan pendekatan edukatif dan praktik lapangan. Tahapan kegiatan meliputi:

1. Penyusunan Materi Edukasi: Tim menyusun materi berbasis literatur mengenai komponen mesin, prinsip kerja, jenis perawatan preventif, dan aspek keselamatan berkendara.
2. Penyuluhan Kelas: Penyampaian materi dilakukan dengan slide presentasi, video edukasi, dan poster visual yang mempermudah pemahaman peserta.
3. Demonstrasi Teknis: Peserta diperlihatkan cara mengecek oli, memeriksa kampas rem, mengevaluasi kondisi busi, menyetel rantai, dan memeriksa tekanan ban.
4. Diskusi Interaktif: Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman, hambatan, dan pertanyaan terkait perawatan motor sehari-hari.
5. Evaluasi Pre-test dan Post-test: Digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan efektivitas program.

Pendekatan ini dipilih untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil dan Pembahasan

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi dan kesadaran teknis warga secara signifikan.

Berdasarkan hasil kuesioner:

  • Pengetahuan warga meningkat sebesar ±80% setelah mengikuti sosialisasi.
  • 75% peserta mampu melakukan pengecekan rutin secara mandiri.
  • 90% warga menyadari pentingnya perawatan preventif sebagai bagian dari keselamatan berkendara.

Selain peningkatan pengetahuan, terjadi pula perubahan sikap masyarakat terhadap perawatan motor.

Banyak peserta yang sebelumnya hanya melakukan perbaikan ketika kendaraan sudah mengalami kerusakan, kini mulai menjadwalkan pengecekan rutin.

Temuan ini selaras dengan penelitian‑penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan demonstrasi visual mampu meningkatkan keterampilan teknis secara signifikan.

Program ini juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi dan bengkel lokal mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Kesimpulan

Kegiatan sosialisasi perawatan preventif sepeda motor di Desa Harjamukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman, keterampilan praktis, dan kesadaran keselamatan warga.

Program ini terbukti efektif dalam membangun budaya perawatan mandiri yang dapat menekan biaya perbaikan, mengurangi risiko kecelakaan, serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Disarankan agar kegiatan ini dikembangkan menjadi program berkelanjutan melalui pelatihan tingkat lanjut, pembuatan modul digital berbasis video, serta kerja sama jangka panjang dengan bengkel mitra.


Penulis:
1. Arraafi Atila Sanjaya (2103035041)
2. Fadly Juandinar (2103035038)
3. Arif Mubin (2103035019)
4. Muhammad Alfatih (2103035047)
5. Rezha Apriansyah (2103035018)
6. Saddam Firly Mustarisiam (2103035042)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka


Dosen Pengampu: Yos Nofendri, S.Pd., MSME.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses