BATANG – Sebanyak tujuh puluh sembilan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan (Unikal) baru saja menyelesaikan pengabdian masyarakat selama dua bulan penuh, terhitung sejak April hingga Mei 2026.
Mengusung tema besar “Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat pada Siklus Hidup Melalui Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045”, Tim Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini diterjunkan ke dua kecamatan di Kabupaten Batang, yakni Kecamatan Wonotunggal dan Bandar. Salah satu fokus utama intervensi mereka berada di Desa Binangun, Kecamatan Bandar, yang sarat akan dinamika sosial-budaya masyarakat.
Kegiatan PBL ini dibagi menjadi 2 fase. Fase PBL I merupakan kegiatan pengambilan dan pengolahan data kesehatan yang diambil melalui wawancara dengan masyarakat Desa Binangun yang masuk dengan kriteria yang telah ditentukan. Kegiatan PBL I di tutup dengan kegiatan “Musyawarah Masyarakat Desa”. Sedangkan kegiatan PBL II merupakan kelanjutan dari asesmen masalah pada fase sebelumnya.
Berdasarkan data, Desa Binangun masih menghadapi tantangan literasi kesehatan, di mana ratusan penduduk usia produktifnya masih kurang Aware dalam menjaga kesehatan. Belum lagi, sebagian masyarakat masih memegang teguh adat istiadat kuno terkait kesehatan. Merespons hal tersebut, Tim PBL Unikal merancang program intervensi berbasis bukti (evidence-based intervention) yang menyasar seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari remaja, ibu hamil, balita, hingga lansia.
“Kami menyadari bahwa Indonesia Emas 2045 hanya bisa diraih jika setiap siklus hidup mendapatkan perhatian kesehatan yang optimal. Pendekatan siklus hidup ini yang kami bawa ke tengah masyarakat,” perwakilan tim PBL.
Sebelum melaksanakan intervensi pada seluruh siklus hidup masyarakat di Desa Binangun, Kecamatan Bandar, tim melakukan pemaparan hasil pengambilan dan pengolahan pada kegiatan “Musyawarah Masyarakat Desa” yang dilakukan dihadapan Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Desa Binangun, Bidan Desa, Kader-Kader Posyandu, Kepala Dusun, Hingga Masyarakat Umum pada akhir PBL 1.
Intervensi pemberdayaan komunitas pertama dilakukan pada 2 Mei 2026. Memanfaatkan momentum persiapan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi Desa Binangun, mahasiswa menginisiasi program Clean Kampanye Bersih Lingkungan. Kerja bakti massal ini sukses menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara langsung.
Untuk kelompok remaja, mahasiswa menggelar Outing Class Education di MTS dan SMK di salah 1 sekolah di Kecamatan Bandar pada 11 Mei 2026. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, meliputi Kesehatan Reproduksi, pencegahan ATM (AIDS, Tuberkulosis, Malaria), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Lalu Lintas, hingga bahaya narkoba. Para siswa tampak sangat antusias mengikuti sesi edukasi yang dikemas interaktif ini.
Sementara itu, untuk memutus mata rantai masalah gizi dan stunting, tim menyasar ibu hamil dan balita. Pada 9 Mei 2026, ibu-ibu balita diajarkan cara membuat snack pendamping MPASI berbahan pangan lokal yang ekonomis, mudah didapat, namun kaya akan gizi untuk meningkatkan asupan nutrisi anak. Pada 10 Mei 2026, digelar edukasi pencegahan Kurang Energi Kronis (KEK) disertai praktik senam hamil untuk menjaga kebugaran ibu hamil.
Perhatian juga diberikan secara khusus kepada kelompok lansia. Pada 16 Mei 2026, dilaksanakan deteksi dini penyakit tidak menular (cek tekanan darah, gula darah, dan asam urat) yang dipadukan dengan gerakan senam bersama. Program ini bertujuan untuk memantau kesehatan sekaligus menjaga produktivitas para lansia agar tetap bugar.
Antusiasme warga Desa Binangun terhadap rangkaian program ini sangatlah tinggi. Salah satu warga yang hadir dalam kegiatan posyandu mengungkapkan, “Kegiatan dari adik-adik mahasiswa sangat membuka wawasan kami. Apalagi demo masak MPASI dari bahan lokalnya sangat bermanfaat dan mudah dipraktikkan di rumah dan cocok dijadikan PMT saat posyandu.”
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara mahasiswa, perangkat desa, serta 25 kader kesehatan aktif di Desa Binangun. Meskipun beberapa agenda bersamaan dengan kegiatan rutin posyandu dan acara adat desa, seluruh program dapat berjalan kondusif tanpa kendala berarti berkat perencanaan waktu yang strategis.
Menutup rangkaian kegiatan, Tim PBL Unikal membuat “Festival PBL”. Kegiatan ini berisi lomba video edukasi dari kader, membuat kudapan sehat, hingga lomba kreatifitas stand, serta ceremony penutupan dan penarikan mahasiswa untuk kembali ke kampus. Tim PBL Desa Binangun berhasil memabawa pulang sertifikat dan trophy atas juara 3 lomba kreatifitas stand mahasiswa. Transformasi kesehatan telah dimulai dari desa, sebagai langkah kecil namun nyata menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis:
– Sukma Hidayanti
– Fadia Hami Putri
– Irene Suryakunisa
– Eva Risqiyanti
– Dyah Fauziah Fitriyani
– Tsania Anna Imania
– Dinar Rafi Saputra
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pekalongan
Dosen Pembimbing Lapangan: Drs. Imam Purnomo, M.Kes.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI




















