Bagi banyak siswa, kegiatan belajar tidak berhenti ketika jam pelajaran di sekolah berakhir. Setelah pulang, mereka masih harus menyelesaikan berbagai tugas dari beberapa mata pelajaran sekaligus.
Tugas-tugas tersebut sering kali memiliki batas waktu yang berdekatan sehingga siswa harus pandai membagi waktu antara belajar, beristirahat, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan menjalankan aktivitas lainnya. Kondisi ini membuat sebagian siswa merasa bahwa tugas telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah.
Pada dasarnya, tugas diberikan untuk membantu siswa memahami materi yang telah dipelajari di kelas. Melalui tugas, siswa dapat melatih kemampuan berpikir kritis, mencari informasi secara mandiri, serta mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap proses belajarnya.
Guru juga dapat menggunakan tugas sebagai sarana untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Oleh karena itu, tugas memiliki peran penting dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Namun, banyaknya tugas yang diberikan dalam waktu yang bersamaan sering menimbulkan berbagai tantangan. Tidak sedikit siswa yang mengaku merasa lelah, stres, bahkan harus mengurangi waktu istirahat agar semua tugas dapat selesai tepat waktu. Dalam situasi seperti ini, sebagian siswa hanya berfokus pada penyelesaian tugas tanpa benar-benar memahami materi yang dipelajari. Akibatnya, tujuan utama pembelajaran, yaitu memperoleh pengetahuan dan keterampilan, menjadi kurang optimal.
Oleh karena itu, pertanyaan “Tugas Menumpuk, Ilmu Masuk?” perlu menjadi bahan refleksi bagi dunia pendidikan. Tugas yang diberikan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga pada kualitas dan manfaatnya bagi siswa.
Dengan tugas yang relevan, bermakna, dan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, proses belajar dapat berlangsung lebih efektif. Dengan demikian, tugas tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan.
Penulis: Selvi Nurhaiza
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP SILIWANGI)
Dosen Pengampu: dr. Asep Samsudin, M.Pd.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












