Warunge Inem Jogja Ruang Sederhana dengan Cita Rasa Istimewa

Warunge Inem Jogja
Foto: Dok. Penulis

Yogyakarta, MMI – Pada siang hari yang cerah setelah hujan reda, kami, mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, sedang melaksanakan kunjungan lapangan ke Warung Inem Jogja sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat.

Begitu kami memasuki Warunge Inem, kami disambut oleh senyum hangat yang terpancar dari setiap wajah karyawan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Mereka secara konsisten menerapkan konsep 3S yaitu Salam, Sapa, dan Senyum saat menyambut pelanggan.

Kami dapat merasakan ketulusan hati mereka dalam setiap sapaan, menjadikan momen penyambutan terasa sangat menyenangkan.

Warunge Inem mengusung konsep restoran yang ideal untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan pasangan, sekaligus menjadi tempat healing yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Suasananya terasa sejuk dan menenangkan, dikelilingi oleh hamparan sawah, sehingga sangat nyaman untuk bersantai.

Warunge Inem Jogja ini adalah milik Ibu Made Dyah Agustina, seorang TikToker terkenal yang akrab disapa Mbak Inem Jogja.

Dalam kunjungan ini, kami mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa berkesempatan bertemu langsung dengan Ibu Luh Anggraeni, selaku Manajer Warunge Inem Jogja.

Banyak sekali pelajaran berharga yang dapat kami petik, terutama terkait pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) selama kami berada di sana.

Warunge Inem Jogja mulai beroperasi pada akhir tahun 2023, bertepatan dengan masa puncak popularitas Mbak Inem Jogja di TikTok. Menu utama yang ditawarkan berfokus pada hidangan khas Nusantara.

Menurut Ibu Angga selaku Manajer, “Semua makanan diolah dari bahan yang segar, dan bumbunya benar-benar meresap.”

Salah satu menu yang paling diminati pelanggan adalah sambal matah khas Bali, yang sangat cocok dipadukan dengan berbagai pilihan lauk, seperti bebek, ayam kampung, ayam betutu, cakalang, lele, nila, dan menu favorit lainnya.

Warunge Inem Jogja
Foto: Dok. Penulis

Saat kami menanyakan mengenai kondisi karyawan, Ibu Angga dengan tegas menjelaskan bahwa suasana kerja di Warunge Inem dibangun melalui komunikasi yang terbuka.

Karyawan dinilai memiliki kualitas pelayanan yang unggul: ramah, cekatan, dan sopan dalam melayani pelanggan.

Ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini tidak pernah ada kasus serius terkait karyawan, budaya senioritas tidak diterapkan, dan relasi kerja dijaga tetap setara serta saling menghargai.

Hal ini menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat, di mana yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menghargai yang muda.

Hubungan baik dengan pelanggan pun menjadi prioritas, memastikan pengunjung yang datang merasa puas dengan pelayanan, kualitas makanan, tempat, fasilitas, serta kenyamanan yang ditawarkan Warunge Inem Jogja.

Sebelum kami pamit, kami sempat bertanya apa pesan Ibu Angga selaku manajer kepada kami.

Ibu Angga berpesan dengan senyum penuh optimisme bahwa, “Suatu saat kalian membuka usaha, mementingkan keharmonisan hubungan dengan sesama karyawan dan memberikan pelayanan tulus kepada pelanggan adalah kunci emas yang akan membawa usaha kalian menuju pada kesuksesan jangka panjang.

Kunjungan ini mengajarkan kami bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang strategi, tetapi juga tentang hati.

 

Penulis:
1. Ani Fitriani
2. Erisa Septiandari
3. Puspita Kartini
4. Davin Awaluyo
5. Ginanjar Suryo Panggalih
6. Dika Athorik
7. Kintan Puspitasari
8. Ignatius Sony Kurniawan
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Dosen Pengampu: Ignatius Sony Kurniawan (0704058004)

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses