Sebagai mahasiswa semester dua, aku mulai ngerasa kalau dunia perkuliahan itu nggak sesimpel yang dulu aku bayangin, apalagi kalau sudah mulai terlibat di organisasi. Awalnya mikir kuliah itu ya belajar di kelas, dapet nilai bagus, terus lulus tepat waktu tanpa banyak hambatan.
Tapi setelah dijalanin beberapa bulan ini, ternyata lebih kompleks dari itu. Kuliah itu bukan cuma soal akademik, tapi juga soal gimana kita ngatur diri sendiri, apalagi ketika harus bagi waktu antara tugas kuliah dan kegiatan organisasi.
Banyak orang bilang kampus itu tempat buat “membentuk” mahasiswa. Tapi menurutku, kampus lebih kayak tempat yang ngasih peluang, termasuk peluang buat ikut organisasi. Mau berkembang atau nggak, itu balik lagi ke kitanya masing-masing.
Soalnya aku juga lihat sendiri, ada teman-teman yang cuma fokus ke kelas, ngerjain tugas, tapi kurang eksplor hal lain. Di sisi lain, ada juga yang aktif di organisasi, ikut rapat, bikin program kerja, dan justru kelihatan lebih berkembang, bukan cuma dari nilai tapi juga dari cara mereka ngomong, berpikir, dan berani ambil tanggung jawab.
Hal yang paling kerasa adalah soal kemandirian dan manajemen waktu. Di kuliah, nggak ada lagi yang bakal terus-terusan ngingetin kita tentang tugas atau deadline. Di organisasi juga sama, kita dituntut buat tanggung jawab sama peran yang kita ambil.
Jadi kalau kita nggak bisa ngatur waktu dengan baik, ya bakal keteteran sendiri. Jujur, aku sendiri kadang masih kewalahan, apalagi kalau tugas lagi numpuk barengan sama agenda organisasi. Tapi dari situ juga mulai belajar buat nyusun prioritas, mana yang harus didahulukan.
Selain itu, aku juga mulai ngerasa kalau organisasi itu ngasih pengalaman yang nggak didapet di kelas. Di kelas kita lebih banyak belajar teori, tapi di organisasi kita langsung praktik, mulai dari kerja tim, komunikasi, sampai menghadapi masalah di lapangan. Kadang capek, iya, apalagi kalau jadwal padat. Tapi ada juga rasa puas ketika bisa nyelesain suatu kegiatan bareng tim.
Dari pengalaman sejauh ini, aku ngerasa kalau kuliah dan organisasi itu sebenarnya saling melengkapi. IPK memang penting dan tetap jadi target, tapi pengalaman di organisasi juga nggak kalah penting. Keduanya sama-sama ngasih pelajaran, cuma dengan cara yang berbeda.
Jadi, buatku sekarang menjalani perkuliahan sambil ikut organisasi itu memang nggak selalu mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil. Selama kita bisa ngatur waktu dan tetap sadar sama tanggung jawab utama sebagai mahasiswa, keduanya masih bisa dijalanin bareng.
Masih banyak hal yang belum aku pahami sampai sekarang, dan kadang juga masih merasa kewalahan. Tapi mungkin itu memang bagian dari proses yang harus dijalani sebagai mahasiswa.
Penulis: Reyhanata Nurcholis Atmajaya (1152500131)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus Surabaya
Dosen Pengampu: Dheny Jatmiko, S. Hum, MA.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













