Bantuan Militer Jerman untuk Ukraina sebagai Langkah Kanselir Merz dalam Meningkatkan Kepemimpinan Jerman di Eropa

Bantuan Militer Jerman untuk Ukraina sebagai Langkah Kanselir Merz dalam Meningkatkan Kepemimpinan Jerman di Eropa
Kanselir Jerman, Friedrich Merz dan Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen saat melaksanakan pertemuan untuk membahas negosiasi penyelesaian perang Rusia di Ukraina (Sumber: RAND, 2025).

Sudah tiga tahun berselang sejak invasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina.

Konflik antara kedua negara ini bermula setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014 yang memicu pemberontakan pro-Rusia di wilayah timur Ukraina yakni Donetsk dan Luhansk.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat hingga pada tahun 2022, Rusia melakukan invasi ke Ukraina dengan tujuan untuk mencegah Ukraina mendekat kepada sekutu barat.

Invasi tersebut menyebabkan banyaknya korban yang berjatuhan baik dari prajurit militer maupun penduduk sipil.

Sejak Januari 2025 setidaknya ada 400.000 prajurit Ukraina yang terbunuh dan terluka serta 14.383 penduduk sipil yang terbunuh.

Selain itu, sebanyak 9,5 juta penduduk sipil Ukraina harus menjadi pengungsi karena invasi tersebut.

Sebagai salah satu kekuatan utama di Eropa, Jerman memainkan peran penting dalam mendukung dan memberikan bantuan kepada Ukraina.

Baca Juga: Thomas Mueller, Pemain Sepak Bola Bayern Munich Ingin Segera Melupakan Musim Buruk Selama Kompetisi di Liga Jerman Musim Ini

Tak hanya itu, Jerman juga menjadi donor terbesar bagi Ukraina di Eropa. Jerman termasuk salah satu negara yang konsisten memberikan bantuan militer ke Ukraina.

Terhitung sejak tahun 2022, Jerman telah memberikan bantuan militer ke Ukraina sebesar 17,67 miliar euro dan total bantan lainnya senilai hampir 44 miliar euro.

Pada 16 Oktober 2025, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius menyatakan bahwasanya Jerman akan menyanggupi untuk memberikan bantuan militer sebesar USD 2 miliar dengan alokasi bantuan USD 500 juta untuk pembelian senjata dari Amerika Serikat dan serta menambah sistem pertahanan udara, seperti Iris-T, rudal pemandu, perangkat komunikasi dan senjata genggam juga akan diberikan kepada Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan mengenai Ukrainian Defense Contact Group di Brussels, Belgia.

Menurut Morgenthau, bantuan militer (military aid) merupakan salah satu cara tradisional yang digunakan oleh suatu negara untuk memperkuat aliansi dan mendapatkan posisi strategis dalam suatu hubungan diplomasi.

Bantuan militer tidak hanya berupa senjata namun juga dapat berupa pasukan, dana ataupun pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas militer suatu negara.

Bagi Morgenthau, pemberian bantuan militer juga mencerminkan adanya pembagian peran atau division of labor antara dua sekutu yang saling melengkapi seperti satu pihak menyediakan senjata dan satu pihak lainnya memberikan tenaga dalam proses operasi militer.

Selain itu, bantuan militer juga memberikan prestise tersendiri bagi negara donor dan penerima.

Dalam konteks pemberian bantuan militer ke Ukraina, Jerman menunjukkan bahwasanya mereka memiliki peran penting dalam konflik Rusia dan Ukraina.

Selain itu, pemberian bantuan militer kepada Ukraina juga memberikan citra bahwa Jerman berperan dalam menjaga perdamaian kawasan Eropa dan membantu Ukraina dalam meningkatkan kapabilitas Ukraina dalam menghadapi Rusia.

Baca Juga: Perlombaan Senjata Kapal Penempur (Arms Races Dreadnought) antara Negara Jerman dan Inggris

Tak hanya itu, pembelian senjata ke Amerika Serikat juga merupakan salah satu bentuk yang dilakukan Jerman untuk menjaga hubungan strategis dan dukungan dari Washington.

Hal ini dikarenakan Jerman menganggap bahwasanya dukungan dari Amerika Serikat memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan Eropa.

Menurut Kanselir Marz, dengan pemberian bantuan militer ke Ukraina juga memberikan kesempatan bagi Jerman untuk memimpin misi perdamaian dan stabilitas kawasan di Eropa.

Bagi Merz, di masa pemerintahannya Jerman diharuskan untuk melakukan lebih banyak aksi perdamaian.

Dari peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwasanya pemberian bantuan militer oleh Jerman kepada Ukraina juga memiliki sisi politis yakni sebagai upaya Jerman dalam memperkuat posisinya sebagai pionir perdamaian di Eropa, selain itu pemberian bantuan militer ini juga berfungsi untuk menjaga keberlangsungan hubungan diplomatiknya dengan Amerika Serikat.

Pemberian bantuan ini juga merupakan bagian dari prestise kedua negara, bagi Jerman bantuan ini meningkatkan citranya dalam kepemimpinan di Eropa dan bagi Ukraina bantuan militer ini merupakan bagian dari kepercayaan dan dukungan negara barat terhadap kondisi yang dihadapinya.

 

Penulis: Aisyah Maharani
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses