Indonesia Menjadi Negara Donor: dari Negara “Penerima” menjadi Negara “Pemberi”

Indonesia negara donor
Ilustrasi Artikel. (Gambar: MMI Arts)

Masih terasa jelas dalam ingatan kita bagaimana Indonesia kewalahan menghadapi krisis moneter tahun 1998, di mana bantuan dari lembaga internasional berperan sebagai penyelamat sementara bagi perekonomian negara. Saat itu, Indonesia menjadi contoh negara yang sangat rentan karena nilai tukar rupiah turun tajam, bank-bank runtuh, dan bantuan dari luar negeri termasuk bantuan dari IMF (Internasional Monetary Fund) menjadi faktor penting yang mencegah kehancuran lebih besar bagi negara. Ketergantungan itu bukan hanya soal uang, tapi juga menunjukkan kemampuan bernegosiasi yang kurang di tingkat dunia dan kebutuhan yang sangat mendesak akan perubahan di tingkat sistem.

Selama puluhan tahun, label “negara penerima bantuan” (aid recipient) terus melekat pada Indonesia. Namun, kini di tengah dinamika politik global yang cepat berubah, Indonesia perlahan melepaskan stigma tersebut dan mulai menunjukkan kekuatannya sebagai negara “pemberi” (donor) melalui Lembaga Indonesian Aid atau Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) yang dikelola oleh kementerian keuangan. LDKPI didirikan pada bulan Oktober 2019 berdasarkan PP No. 57 tahun 2019 untuk mengelola hibah pemerintah ke negara asing secara terpusat. Perubahan status ini menunjukkan kemajuan ekonomi dan meningkatnya kapasitas Indonesia dalam berperan aktif di dunia internasional.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Mungkin muncul pertanyaan di pikiran masyarakat: “Mengapa kita begitu sibuk membantu negara lain, padahal di dalam negeri masih banyak masalah?”

Jawabannya cukup jelas: bantuan internasional bukan hanya soal beramal atau saling kasih uang tanpa tujuan yang jelas, ini merupakan bentuk investasi yang bisa membuka banyak pintu peluang untuk Indonesia di negara tujuan. Bantuan internasional adalah instrumen diplomasi untuk memperkuat posisi tawar kita di dunia internasional. Melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI), Indonesia sedang mencoba membantu negara-negara berkembang lainnya, mulai dari wilayah Pasifik hingga Afrika.

Baca juga: Dinamika Peran Indonesia sebagai Emerging Donor dalam Isu Kemanusiaan Global: Kasus Palestina dan Myanmar

Keistimewaan Indonesia sebagai donor baru (emerging donor) terletak pada pendekatan yang dianggap setara. Kita tidak datang dengan cara memaksa atau memberi syarat yang begitu berat seperti yang dilakukan donor dari barat. Sebaliknya, kita datang sebagai saudara-saudara negara berkembang yang memiliki pengalaman sukses bersama, seperti dalam bidang pertanian atau pengelolaan bencana. Ini adalah contoh nyata dari kerja sama antar negara berkembang yang lebih manusiawi dan saling menguntungkan.

Selain mendorong kebaikan bagi manusia, langkah ini juga menjadi cara yang lembut untuk membuka pasar bagi produk-produk buatan dalam negeri. Ketika Indonesia membantu membangun infrastruktur di negara-negara tetangga, maka kesempatan untuk mengekspor komoditas dan jasa dari perusahaan dalam negeri menjadi lebih besar. Ini disebut sebagai diplomasi “tangan di atas” yang tidak hanya bernilai moral yang baik, tetapi juga memberi manfaat ekonomi jangka panjang.

Indonesia sudah banyak mengirimkan bantuan kepada negara lain, terutama bantuan kemanusiaan. Sebagai contoh tahun 2024 lalu, Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan Pemerintah Republik Indonesia (RI) di Yaman, Palestina, dan Sudan dengan nilai bantuannya sekitar 1 juta USD untuk setiap negara yang saat itu mengalami bencana dan krisis kemanusiaan.

Menjadi emerging donor menunjukkan bahwa Indonesia sudah naik level dalam hierarki politik dunia. Kita tidak lagi sekedar menunggu bantuan dari negara lain, tetapi sudah menjadi bagian aktif yang menawarkan jalan keluar. Dengan terus membantu sesama, Indonesia sedang memberi pesan kuat kepada dunia bahwa kita siap menjadi pemimpin dan bersama-sama mengambil tanggung jawab demi masa depan dunia yang lebih adil dan termasuk bagi semua. Saatnya dunia memandang kekuatan Indonesia di tingkat internasional dan kontribusi nyata yang di berikan Indonesia pada global.


Penulis: Hadzianti Fitri Wulandari (23044010097)
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur


Dosen Pengampu: Walda Okvi Juliana Ningsih, S.I.P., M.A.


Editor: Rahmat Al Kafi

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses