Benarkah Daun Salam dapat Menurunkan Kadar Asam Urat?

asam urat

Pengertian Penyakit Asam Urat 

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian.

Semua sendi di tubuh berisiko terkena asam urat, tetapi sendi yang paling sering terserang adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kadar normal asam urat dalam darah adalah 2-6 mg/dL untuk perempuan dan 3-7,2 mg/dL untuk laki-laki. Konsentrasi asam uratserum tinggi (hiperurisemia) jika lebih dari 7 mg/dl pada laki-laki dan lebih dari 6mg/dl pada perempuan.

Kadar asam urat serum rendah (hipourisemia) apabila kadar asam urat serum kurang dari 2,5 mg/dl pada laki-laki dan kurang dari 2 mg/dl pada perempuan.

Hiperurisemia adalah keadaan terjadinya peningkatan kadar asam urat darah di atas normal lebih dari 7 mg/dl (>420 mmol/L).

Hiperurisemia dapat disebabkan karena peningkatan metabolisme asam urat (overproduction), penurunan ekskresi asam urat urin (underexcretion), atau kombinasi keduanya.

Baca juga: Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan

Gejala Penyakit Asam Urat 

Ada beberapa gejala penyakit asam urat yang umum terjadi, di antaranya:

  • Sendi mendadak terasa sangat sakit.
  • Kesulitan untuk berjalan akibat sakit yang mengganggu, khususnya di malam hari.
  • Nyeri akan berkembang dengan cepat dalam beberapa jam dan disertai nyeri hebat, pembengkakan, rasa panas, serta muncul warna kemerahan pada kulit sendi.
  • Saat gejala mereda dan bengkak pun mengempis, kulit di sekitar sendi yang terkena akan tampak bersisik, terkelupas dan terasa gatal.
  • Meski gejala penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya, harus tetap dilakukan pengobatan untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat gejala yang meningkat

Penyebab Penyakit Asam Urat

Berikut adalah faktor yang menjadi penyebab penyakit asam urat, antara lain:

  • Makan makanan yang berzat purin tinggi yang dikonsumsi, seperti jeroan hewan, hidangan laut, dan daging merah.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman dengan gula tinggi dan minuman beralkohol.
  • Menggunakan obat-obatan dengan jenis tertentu, seperti obat pengencer darah, obat penghambat enzim, dan obat-obatan kemoterapi.
  • Memiliki riwayat penyakit asam urat pada anggota keluarga

Tumbuhan Obat untuk Penyakit Asam Urat

Tumbuhan obat yang digunakan sebagai anti hiperurisemia sangat banyak. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar asam urat adalah tanaman salam (Syzygium polyanthum Wight). Jadi, daun salam dapat menjadi obat asam urat dan nyeri sendi.

Berikut ini adalah taksonomi dari tanaman salam.

Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Myrtales
Familia : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Species :Syzygium polyanthum(Wight)

Bagian tanaman yang digunakan adalah daun yang masih segar atau yang sudah dikeringkan. Tanaman salam mengandung tanin, flavonoid, alkaloid, dan minyak atsiri yang terdiri dari sitrat dan eugenol.

Daun salam mampu memperbanyak produksi urin (diuretik) sehingga dapat menurunkan kadar asam urat darah. Tanaman salam mengandung tanin, flavonoid, saponin, triterpen, polifenol, alkaloid, dan minyak atsiri.

Kandungan flavonoid pada daun salam juga mempunyai aktifitas sebagai antioksidan yang dapat menghambat kerja enzim xantin oksidase sehingga pembentukan asam urat terhambat.

Suatu penelitian menyatakan bahwa ekstrak daun salam dapat menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α serum penderita hiperurisemia yang ditunjukkan dengan nilai delta ekstrak daun salam penurun asam urat lebih besar dibandingkan allopurinol, meskipun secara statistik masih belum menunjukkan perbedaan yang bermakna.

Penurunan nilai TNF-α ini sesuai keadaan klinis yaitu ekstrak daun salam penurun asam urat dapat mengurangi nyeri pada penderita dengan hiperurisemia.

Hal ini sesuai dengan penelitian lainnya, dimana ekstrak daun salam penurun asam urat mengurangi nyeri pada penderita hiperurisemia simtomatik pada hari ke-28 secara bermakna dibandingkan kelompok plasebo dengan p=0,004.

Berkurangnya nyeri pada penderita hiperurisemia diduga akibat penurunan pelepasan sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6, dan IL-1β).

Cara Penggunakan Salam Untuk Penyakit Asam Urat

1. Alat dan Bahan

a) Daun salam 0,5 gram (3 lembar daun salam basah)
b) Panci
c) Air mineral 750 cc
d) Gelas

2. Prosedur

  1. Mencuci tangan sebelum tindakan
  2. Siapkan alat
  3. Masukkan air 750 cc kedalam panci, masak hingga mendidih
  4. Cuci daun salam hingga bersih
  5. Masukkan kedalam air yang mendidih, tunggu sampai air tersisa 250 cc
  6. Masukkan air rebusan daun salam ke dalam gelas.
  7. Sajikan 1x sehari selama 1 minggu dengan dosis 250 cc setiap harinya

Penulis: Alisa Kholisah
Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Binawan

Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S.Pd., M. Pd.

Referensi:

Fadli,Rizal. 2021. Penyakit Asam Urat. Halodoc. Diakses dari https://www.halodoc.com/kesehatan/penyakit-asam-urat

Amelia,Rifqi. 2019. APLIKASI PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM UNTUK MENURUNKAN ASAM URAT PADA KELUARGA DENGAN GOUT ARTHRITIS. Universitas Muhammadiyah Mgelang

Ningtiyas,Intan Fajar., M. Ricky Ramadhian. 2016. Efektivitas Ekstrak Daun Salam untuk Menurunkan Kadar Asam Urat pada Penderita ArtritisGout. Majority. 5 (3)

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses