Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswi Psikologi Universitas Negeri Malang Gelar Psikoedukasi Terkait Risiko dan Dampak Pernikahan Dini

Cegah Pernikahan Dini
Kegiatan Psikoedukasi Mahasiswa (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pernikahan dini merupakan permasalahan yang patut dikhawatirkan dan memerlukan perhatian serius di kota Batu. Hal ini disebabkan oleh tingginya angka pernikahan di wilayah tersebut.

Pada tahun 2020 terdapat 74 kasus pernikahan dini di Kota Batu dan meningkat pada tahun 2021 sebanyak 77 kasus.

Pernikahan dini sedikit menurun di tahun 2022 yaitu sebanyak 74 kasus dan pada tahun 2023 hingga bulan Mei terdapat 39 kasus pernikahan dini yang terjadi di Kota Batu.

Bacaan Lainnya
DONASI

Mengetahui permasalahan yang terjadi, selaku mahasiswi psikologi yang menyadari dampak buruk pernikahan dini, berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan pernikahan dini dengan melaksanakan program psikoedukasi mengenai risiko dan dampak dari pernikahan dini.

Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan pada Rabu (15/11/2023) di SMP Negeri 4 Batu yang terletak di kecamatan Bumiaji. Kecamatan Bumiaji sendiri merupakan kecamatan dengan angka pernikahan tertinggi di Kota Batu selama tiga tahun berturut-turut.

Psikoedukasi mengenai pernikahan dini dihadiri oleh seluruh siswa kelas 3 SMP yang berjumlah 138 orang. Tidak hanya siswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah guru yang ada di SMP Negeri 4 Batu.

“Ya memang sangat penting untuk memberikan pengetahuan terkait risiko dan dampak pernikahan dini. Apalagi sebagaimana yang sampean tahu di daerah sini banyak anak-anak yang lulus SMP langsung menikah. Sebagai guru saya khawatir” ujar Pak Rendi selaku perwakilan guru yang mendampingi kegiatan psikoedukasi.

Psikoedukasi dengan judul “Hidupmu, Keputusanmu: Pernikahan Dini Bukan Jawaban” ini dipaparkan oleh Salsabilla Aulia Nazmi dari program studi Psikologi Universitas Negeri Malang yang juga merupakan bagian dari tim psikologi di Puskesmas Batu.

Selain pemaparan materi, dilakukan juga diskusi interaktif, sesi tanya jawab, kuis dan pembagian doorprize kepada peserta yang aktif.

Pemateri membahas mengenai pengertian pernikahan dini, prevalensi pernikahan dini di Kota Batu, faktor pendorong dan dampak pernikahan dini di berbagai aspek kehidupan seperti aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, psikologi dan sosial.

Para peserta sangat antusias dan memperhatikan materi yang disampaikan sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif.

“Materi yang disampaikan oleh Kak Salsa sangat menarik dan bermanfaat untuk kita karena memang banyak kakak kelas saya yang sudah menikah tetapi usianya dibawah 19 tahun. Saya menjadi tahu bahwa menikah dini itu sangat berbahaya” Ujar salah satu siswi, Monika.

Pernyataan tersebut didukung oleh hasil evaluasi dari para siswa. Data evaluasi menunjukkan bahwa 85,5% siswa menilai materi yang disampaikan sangat baik dan 79% siswa menilai pemateri dapat menyampaikan materi dengan sangat baik.

Sebelum diberikan psikoedukasi, evaluasi awal menunjukkan terdapat 62 siswa dengan pengetahuan rendah, 49 siswa dengan pengetahuan sedang, dan hanya 27 siswa dengan pengetahuan tinggi mengenai pernikahan dini.

Setelah para siswa mendapatkan psikoedukasi mengenai risiko dan dampak pernikahan dini, terjadi perubahan signifikan. Terdapat 137 siswa dengan pengetahuan tinggi, 1 siswa dengan pengetahuan sedang, dan tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan rendah mengenai pernikahan dini.

Kalo dilihat dari hasil evaluasinya, alhamdulillah menunjukkan ada peningkatan pengetahuan para siswa ya. Berarti psikoedukasi yang saya lakukan cukup bermanfaat.

Semoga angka pernikahan dini di Kota Batu bisa menurun ya” Ujar Salsabilla Selaku pemateri   yang sejak awal bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dari siswa SMPN 4 Batu mengenai risiko dan dampak dari pernikahan dini.

Penulis: Salsabilla Aulia Nazmi
Mahasiswa Psikologi, Universitas Negeri Malang

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI