Dari Rumah untuk Bumi: Masyarakat Cimenyan Ubah Sampah Bungkus Kopi Menjadi Kerajinan yang Bernilai melalui Gerakan Peduli Sampah (GEULIS) PPK LEPPIM UPI

Gerakan Peduli Sampah
Hasil Karya Ibu-ibu RW 14; https://drive.google.com/file/d/1QSuC-yc3hRnesKkJ3jfRA4akLl6FzPnu/view?usp=drive_link (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Ibu-ibu desa Cimenyan, khususnya RW 14 kembali berkreasi dalam pembuatan produk daur ulang yang merupakan bagian dari program Geulis (Gerakan Peduli Sampah) yang digagas oleh PPK Leppim UPI pada (14/08/25). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Pak Didin ini melibatkan setiap kelompok ibu-ibu yang membuat berbagai kreasi dari bahan daur ulang seperti bungkus kopi menjadi tas, gantungan kunci, hingga vas bunga.

Dalam kegiatan ini, pematerian yang sangat bermanfaat diberikan oleh Bu Kokom Komaria, seorang ahli pengelolaan sampah dan pelatih keterampilan daur ulang bungkus kopi.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Bu Kokom menyampaikan teknik-teknik kreatif dalam mengubah limbah rumah tangga, khususnya bungkus kopi, menjadi produk bernilai jual yang menarik dan ramah lingkungan. Pematerian ini memotivasi para ibu untuk melihat sampah bukan sebagai limbah, melainkan sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat.

Hasil karya ibu-ibu RW 14 (https://drive.google.com/file/d/1AqQfHNva5mX1nD3wpY3r1RRa00rXAiEy/view?usp=drive_link)

Suatu hal yang menarik dari kegiatan ini adalah penilaian hasil karya yang dilakukan secara anonim oleh perangkat desa, di antaranya Ketua RW dan Karang Taruna, tanpa mengetahui nama pembuatnya. Metode ini diterapkan agar penilaian dapat berjalan adil dan objektif, menitikberatkan pada kualitas dan kreativitas produk tanpa bias personal.

Pemenang diumumkan pada 8 September 2025 di akhir rangkaian acara SOCIOPRENYAN oleh Tim Geulis. Dari penilaian tersebut, terpilih tiga karya terbaik dengan terbaik 1 diraih oleh Eva Fazriah, terbaik 2 diraih oleh Euis Kartini, dan terbaik 3 diraih oleh Noneng Cati. 

Pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada pemilik karya terbaik (https://drive.google.com/file/d/1AqQfHNva5mX1nD3wpY3r1RRa00rXAiEy/view?usp=drive_link)

Sebagai pemenang juara pertama dalam lomba pembuatan produk Geulis, Eva, berbagi pengalamannya mengikuti pematerian dan proses kreasi daur ulang sampah. Ia merasa materi yang disampaikan membuka wawasan baru mengenai potensi limbah rumah tangga, terutama bungkus kopi, yang selama ini dianggap sampah biasa namun sebenarnya memiliki nilai guna yang tinggi.

Baca juga: Pengelolaan Limbah Rumah Tangga: Program Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Goreng

“Alhamdulillah, kemarin dapat pematerian tentang pengolahan sampah. Dari bungkus kopi bisa dijadikan kreasi tas, gantungan kunci, tempat tisu, vas bunga. Di luar ekspektasi, dikira bungkus kopi hanyalah sampah, ternyata bisa didaur ulang dan menjadi benda-benda yang bermanfaat,” ungkap Eva.

Eva sebagai terbaik satu dalam membuat kerajinan tangan dari limbah rumah tangga (https://drive.google.com/file/d/1HyJ0OwXCOO6zpYAQ-R0-8quip1rUWDak/view?usp=drive_link)

Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kemenangan tersebut, “Yang pertama tentu alhamdulillah. Terima kasih sama pemateri, kalau tidak dapat pemateri tentunya tidak bisa dapat juara juga. Terima kasih juga kepada adik-adik PPK yang sudah membuat program Geulis ini. Ternyata memang belajar itu tidak harus di sekolah, dari teman dan lingkungan juga bisa. Selain berkebun, saya jadi ada kegiatan yang bisa dilakukan di rumah, saya senang, saya juga tidak menyangka bisa menang,”

Tidak hanya itu, Eva pun menyampaikan harapan besar agar kegiatan yang telah diikuti dapat dikembangkan bersama-sama oleh ibu-ibu warga lain hingga dapat menjadi bisnis yang produktif di kemudian hari. “Ingin mengembangkan, ingin ngajak ibu-ibu yang lain agar nantinya bisa bisnis bareng. Mudah-mudahan ke depannya bisa bekerja sama lebih baik lagi.” ucap Eva.

 

Penulis: Azila Fitria Ramadhani
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses