Yogyakarta, MMI – Limbah rumah tangga terutama minyak goreng (minyak jelantah) menjadi salah satu sumber masalah mengenai pencemaran lingkungan. Unit KKN mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (KKN Alternatif-99, Unit I.D.1) melaksanakan program kerja dengan tema “Pengelolaan Sampah Rumah Tangga” yang dilaksanakan di balai RW 16, kampung Karanganyar, kel. Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta, yang digelar pada 24 Agustus 2025.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk pentingnya kesadaran lingkungan terutama pada tata kelola serta pemanfaatan limbah yang tepat, sehingga tetap ramah lingkungan. Dalam kegiatan ini, limbah yang dipilih sebagai objek pelatihan yakni limbah minyak goreng yang sudah tidak terpakai, atau biasa kita sebut minyak jelantah.
Limbah minyak goreng tersebut didaur ulang menjadi lilin aromaterapi yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung program pemerintah dalam hal pengelolaan sampah dan pembangunan desa berkelanjutan.
Tahap pertama dalam kegiatan ini berupa kegiatan sosialisasi mengenai manfaat dari minyak goreng yang telah tidak digunakan, yakni dengan menjadikannya bahan utama membuat lilin aromaterapi, sabun, bahkan biodiesel. Setelah itu mahasiswa KKN dalam kegiatan kali ini mengajak masyarakat untuk praktik membuat lilin aromaterapi.
Pembuatan lilin dilakukan dengan merendam arang dengan minyak jelantah untuk menjernihkan minyak, dan menyerap bau tidak sedap dari minyak jelantah itu sendiri. Setelah itu, minyak dicampur bleaching earth dan ditunggu hingga bleaching earth mengendap. Hal ini dilakukan agar minyak jelantah menjadi jernih. Lalu minyak direbus bersama dengan palm wax sebagai pengeras lilin.
Setelah itu, campuran minyak dan palm wax tersebut dicampur dengan minyak kayu putih lalu dicetak kedalam cetakan. Minyak kayu putih dipilih sebagai bahan aroma karena harganya terjangkau dan mudah didapat, sehingga masyarakat dapat membuat juga di rumah.
Baca juga: KKN Tematik Undip Bagikan Tips Olah Minyak Jelantah kepada Warga Sukorejo
“Limbah minyak goreng (minyak jelantah) di Indonesia sangat melimpah, mencapai jutaan ton per tahun, dengan mayoritas berasal dari rumah tangga. Limbah ini menjadi masalah serius karena dapat menyumbat saluran air, mencemari tanah dan air, serta berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi ulang,” jelas Rahmat Aji Riadi, mahasiswa anggota KKN.
Salah satu warga yang mengikuti rangkaian kegiatan, yakni bu Yamino, memberikan respon positif terhadap inovasi pemanfaatan limbah minyak tersebut. “Saya baru tau kalau minyak jelantah bisa dibuat menjadi lilin. Ini bagus sekali, agar minyak jelantah tidak dibuang begitu saja dan mencemari saluran air.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi faktor pendorong dalam pembentukan kebiasaan baru bagi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri serta berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang tepat tentunya tidak hanya bermanfaat terhadap lingkungan, namun juga bagi yang melakukannya.
Jika bukan kita yang peduli dalam menjaga lingkungan dengan mengelola sampah yang baik, lantas siapa lagi yang akan mengelola sampah?
Penulis: Rahmat Aji Riadi
Mahasiswa Kelompok KKN Alternatif Tematik Unit I.D.1, Universitas Ahmad Dahlan
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












