Di era modern ini, kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi pekerjaan atau lowongan pekerjaan dengan menggunakan jaringan Internet (online).
Namun, dalam dunia bisnis, ada hal-hal yang harus anda perhatikan. Pada masa muda, explore lah berbagai pengalaman. Ketika mulai umur 20-an adalah masa dimana kita cari pengalaman.
Pada artikel ini akan sedikit menggunakan bahasa sehari-hari dengan harapan bisa lebih dipahami dan mungkin lebih relate kepada masing-masing pembaca.
Oleh karena itu, dalam artikel ini akan berbagi cerita pengalaman secara singkat mengenai dasar dari Etika Bisnis.
Pada Artikel ini akan mengambil contoh dari pengalaman karyawan, bekerja dengan saudara atau keluarga, yang harus tidak dilakukan sebagai Fresh Graduate, untuk yang membuka usaha sendiri, dan kesalahan orang Indonesia dalam berbisnis.
Pengalaman Pertama
Ambil contoh kerja sebagai sales baju. Tapi ternyata anda tidak punya pengalaman dan tidak pandai bersilat lidah untuk produk yang anda jual.
Dalam arti mungkin anda orang nya “straight to the point” dan terlalu jujur, jadi pada saat waktu ditanya “Wah ini barang nya bagus ga ya?” dan di jawab “ya, menurut saya sih kurang” yang seharusnya anda bisa menjual barang itu, dan seharusnya tidak memberi jawaban seperti itu.
Ibarat misalnya anda hatersnya PlayStation, tapi anda kerja di perushaan Sony, jadi mau tidak mau anda harus jual PlayStation dengan baik. Setidaknya anda bisa mencari bagian yang bagus dari barang yang anda jual.
Berbisnis dengan Keluarga
Bagaimana kita kerja bersama saudara atau memperkejakan saudara? jika anda kerja dengan keluarga baik anda yang kerja mungkin dengan sepupu atau orang tua anda, meskipun anda anggota keluarga, pisahkan masalah perasaan atau personal dan profesional dalam dunia bisnis.
Mungkin kalau dengan bahasa kasar nya “tidak ada kata tidak enak”. Jika tidak bisa menerapkan itu, lebih baik tidak usah dari awal.
Contoh cerita, tiba-tiba saudara atau sepupu anda tidak masuk 2 minggu seenaknya. Dapat makan, gaji perbulan, kadang minta gaji di awal.
Kemudian, seminggu kemudian baru kasih kabar (dalam bahasa sehari-hari) “btw, HP gue rusak nih, sorry ya ga bisa kabarin lebih awal”.
Dalam masalah seperti ini anda harus tega dan tegaskan “eh, lu ga bisa gitu dong… lu sodara ya sodara, kerja ya kerja”. Ketika berhubungan denga profesionalitas atau uang, tidak bisa ada bercanda sedikit pun.
Yang Harus Diperhatikan
Mungkin teman-teman anak muda ada yang tidak ingin menjadi “business man” dan lebih ingin menjadi karyawan biasa saja.
Perlu diingat bahwa menjadi karyawan itu juga bisnis, anda menawarkan jasa, anda dibayar (katakanlah perbulannya 3-4 juta) dan mengeluarkan tenaga.
Yang namanya bisnis itu tidak ada yang namanya personal, yang ada hanya dua yaitu kewajiban dan hak. Kewajiban nya apa? Misalkan kan anda karyawan, ya kewajiban anda kerja yang benar, kalau misalkan anda sakit harus jelas.
Hak anda apa? Hak nya di bayar tepat waktu. Sebagai karyawan kalau anda tidak dibayar tepat waktu atau jumlah nya tidak sesuai dengan kontrak, anda berhak menuntut.
Perlu diingat, banyak pendatang baru yang datang langsung bicara tentang hak. Poinnya adalah, ketika anda masuk pekerjaan, yang pertama anda pikirkan adalah “gue tuh mesti lakukan sesuatu, dan dari setelah lakukan sesuatu itulah anda berhak terhadap sesuatu”.
Baca juga: Membuat Rencana Bisnis Berhasil dalam Lingkungan yang Tidak Pasti
Salah satu masalah zaman sekarang adalah banyak Fresh Graduate yang sudah meninggikan dirinya. Anda tidak bisa langsung ekspektasi terlalu jauh.
Misalkan anda lulusan Universitas terbaik dan lulus dengan IPK tinggi, bahkan meski lulusan kuliah luar negeri pun, tidak bisa seenaknya mengatakan “Saya lulusan Universitas xxx dengan IPK tinggi, masa cuma digaji segini?”.
Anda tidak bisa ekspekatsi terlalu tinggi apalagi masih S1/Bachelor. Mau kerja di restoran, supermarket dan lain sebagainya, selain dicari yang dari kertas atau sarjana, yang mereka cari adalah pengalaman dan cara kerja anda.
Sedikit Tips untuk yang Bangun Usaha Sendiri
Dari segi yang kerja bangun usaha sendiri, yang paling utama yang anda harus miliki adalah konsistensi dan mental. Konsistensi cukup sering disepelekan, karena dipikir mudah melakukan nya.
Tapi konsisten menjadi salah satu skill yang harus anda miliki, dan harus tekun. “oke, berarti saya harus kerja setiap hari?” bukan, yang penting adalah konsisten dengan apa yang anda katakan.
Bukan apa yang anda kerjakan. Jadi bukan masalah anda kerja keras, benar, itu juga termasuk, tapi seberapa bisa anda mengucapkan sesuatu dan melakukan apa yang anda ucapkan. Karena untuk melakukan semua itu anda memerlukan mental yang kuat.
Kesalahan Orang Indonesia saat Berbisnis
Kesalahan pada orang Indonesia pada berbisnis, yaitu sesuatu itu tidak boleh didiamkan. Apalagi bisnis, anda harus bicara. Ada sesuatu yang bikin anda tidak nyaman atau rugi, ada sesuatu yang bikin dia tidak nyaman, bicara. Panggil orang nya, bicarakan secara empat mata.
Kesalahan lain nya adalah ketika berbisnis dengan keluarga, dimanja oleh orang tua. Karena ketika dimanja, akan kaget ketika lepas atau pindah dari bisnis keluarga tersebut.
Kalau ingin membuka bisnis, jangan pernah berbagi atau sharing ide. Bukan pelit, pelit dan tidak sharing ide itu berbeda. Misal anda ditanya “Ide kamu gimana?” lalu anda jawab itu tanpa kontrak yang belum anda tanda tangani.
Bisa saja pewawancara itu bilang “oke, besok kami hubungi lagi ya” ternyata besoknya anda tidak dihubungi lagi dan akhirnya mereka melakukan bisnis dengan ide yang sudah anda berikan.
Wajib Menjaga Etika Berkomunikasi
Dalam Etika berkomunikasi dan bersosialisasi kita harus memperhatikan dan bersosialisasi kita harus memperhatikan beberapa aspek yang penting untuk menjaganya.
Etika sendiri mengajarkan untuk bagaimana berinteraksi kepada lawan bicara. Harus berhati-hati dalam membahas sesuatu hal, penting untuk mengenal kepada siapa kita berbicara atau berkomunikasi.
Diusahakan tidak protes atau mengeluh di sosial media mengenai pekerjaan anda. karena bisa dilihat dari perusahaan (HRD/Human Resource Development).
Contoh kasus:

“Saya pergi interview kerja untuk Zenith Bank minggu lalu. Ada satu Wanita dari HR (Human Resource) masuk ruangan dan memperlihatkan tweet saya dari tahun 2020”
“Zenith bank itu bank yang paling ga guna di Afrika”
Yang seharusnya anda lakukan adalah jangan hanya kirim CV ke hanya satu perusahaan, kirim ke banyak perusahaan. “Kalau 2 perusahaan nerima saya gimana?” pilih yang kerja nya sesuai dengan skill anda atau pilih yang gaji nya lebih besar.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Practice makes you can, but consistency and repetitive makes it perfect”. Latihan membuat kamu bisa, tapi yang menyempurnakan skill anda adalah konsistensi dan pengulangan (repetitive).
Jadi intinya adalah Etika Bisnis itu adalah Kewajiban dan Hak. Jaga Etika, karena Etika merupakan hal yang penting dalam bisnis. Memiliki IPK tinggi sendiri tidak menjanjikan anda bisa diterima dalam pekerjaan, tapi juga pengalaman dan cara kerja anda.

Penulis: Nabil Haris Sumapraja
Mahasiswa Bisnis Digital, Universitas Binawan
Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S.Pd., M,Pd
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













