Disleksia Bukan Bodoh: Tantangan Belajar yang Bisa Ditaklukkan dengan Dukungan Tepat

Disleksia Bukan Bodoh
Disleksia Bukan Bodoh: Tantangan Belajar yang Bisa Ditaklukkan dengan Dukungan Tepat. Sumber: Penulis.

Meski belajar seharusnya terasa menyenangkan dan mudah dipahami semua orang, nyatanya ada sebagian individu yang kesulitan mengenali huruf, kata, dan kalimat karena kondisi tertentu yang disebut disleksia.

Disleksia merupakan salah satu gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, dan memahami bahasa.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kondisi ini bukan disebabkan oleh rendahnya tingkat kecerdasan, melainkan karena cara otak memproses informasi yang berbeda. Di dunia pendidikan, disleksia berdampak signifikan terhadap proses pembelajaran.

Baca Juga: Pentingnya Memperkenalkan Emosi pada Anak

Dampak utama disleksia adalah kesulitan membaca. Siswa dengan disleksia biasanya butuh waktu lebih lama untuk mengenali huruf, mengeja kata, dan memahami isi bacaan. Akibatnya, mereka sering tertinggal dibandingkan teman-temannya, terutama pada pelajaran yang banyak melibatkan aktivitas membaca.

Selain itu, disleksia juga memengaruhi kemampuan menulis. Siswa dapat kesulitan menyusun kata, mengeja dengan benar, hingga membuat kalimat yang runtut. Tulisan mereka cenderung tidak rapi dan banyak kesalahan, sehingga memengaruhi hasil belajar secara keseluruhan. Hambatan lain adalah kesulitan memahami instruksi.

Dalam pembelajaran, siswa dengan disleksia kadang terkendala mengikuti arahan guru, terutama jika instruksi disampaikan secara tertulis atau dalam teks yang panjang. Tidak hanya aspek akademik, disleksia juga dapat memengaruhi kepercayaan diri siswa.

Baca Juga: Strategi Efektif Ceramah Promotif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar

Karena sering mengalami kesulitan atau tertinggal, mereka bisa merasa minder, cemas, bahkan kehilangan motivasi belajar. Jika tidak didukung dengan baik, hal ini berdampak pada perkembangan emosional mereka.

Namun, penting dipahami bahwa siswa dengan disleksia tetap memiliki potensi besar. Dengan metode pembelajaran yang tepat, seperti penggunaan media visual, pendekatan interaktif, serta dukungan guru dan orang tua, mereka tetap dapat berkembang dan berprestasi.

Jadi, disleksia memang menimbulkan berbagai tantangan dalam pembelajaran, baik membaca, menulis, maupun memahami materi. Akan tetapi, dengan dukungan yang tepat dari guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, individu dengan disleksia tetap mampu mengembangkan potensinya dan meraih keberhasilan dalam pendidikan.


Penulis: Winda Kristin Telaumbanua
Mahasiswa PGSD Universitas Pamulang (Unpam)


Dosen Pengampu: Yunita Kwartarani, S.Pd., M.Pd.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses